Assalamualaykum
Judulnya beuhhh..udah kaya yang bosen banget gitu ya aktifitasnya itu lagi-itu lagi.
Eh tapi beneran lho, belakangan ini saya terjebak di rutinitas yang bisa dibilang sedikit membosankan tapi lumayan berkesan.
Dimulai dari hari jumat siang akan selalu diisi oleh Mawar (kelas intensif nahwu yang diadakan oleh icmi) yang dimulai pukul 11 pagi sampai 2 siang
Kemudian dilanjut hari sabtu pagi setoran hafalan di daerah husein, kemudian lanjut ke daerah sadis untuk kuliah sampai zuhur, dan berakhir di wisma atau konsuler untuk hadir pada acara DIM (dauroh paling ketjeh tapi menyita waktu lama) hingga pukul setengah sepuluh malam paling maksimal,
Ahad yang full kuliah, kemudian senin kuliah sampai siang dilanjut DIM lagi sampai malam, kemudian selasa kuliah sampai jam 2 dan dilanjut mawar sampai magrib, Rabunya kembali setoran hafalan sampai setengah 11 dan berakhir dengan DIM hingga malam hari, dan Kamis pun waktunya bimbel dengan adik kelas dilanjut liqo pekanan hingga asar menjelang, dan bisa bernafas lega alias sedikit leha-leha dari kamis sore hingga malam hari. Begitu seterusnya hingga sebulan setengah.
.
.
.
.
.
Intinya adalah, saya terjebak pada rutinitas yang lumayan menyita fikiran, tenaga, dan uang👛💰💳
Atau bahasa kerennya, SAYA KURANG PIKNIK aka. REKREASI..hahaha
Butuh banget yang namanya ngerefresh otak plus refresh diri, perlu ambil nafas sejenak sekedar untuk melihat kebelakang sudah sejauh mana saya melangkah.
Nah kebutuhan akan piknik ini juga yang membuat saya mengiyakan ajakan Uca untuk menjelajah indahnya jabal Muqottom malam hari.
Iyes, tulisan ini bakal menceritakan gimana senengnya saya diajak ke jabal muqottom yang ternyata kata jabal sama sekali tidak cocok dengan realita sesungguhnya..ahahahha
Yang ternyata jabal muqottom hanya seperti dataran tinggi atau tebing tanpa pohon apalagi taman tepatnya dengan pemandangan bawahnya jalan-jalan serta lampu-lampu dari berbagai gedung di daerah Cairo
Yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi saya, yang katanya naiknya pun harus pakai tramco *kebayang deh tingginya, kirain harus pakai tramco soalnya kalo jalan kaki itu bikin pegel, tapi oh tapi...*
Hehe, memang tidak terlalu nampak apa2 juga sih, sekedar menginjakkan kaki disana untuk modal cerita kepada anak cucu kelak..HAHAHA
Yaiyalah wong nyampe jabal pun sekitar isya, apa yang mau diliat kan..kan
Gelap dan lumayan dingin. Ambil foto seadanya dan setelah itu...PULANG!
Foto pun karena tidak bermodalkan slr atau dslr ya memanfaatka kamera handphone aja, ada tiga orang yang digunakan dua hape, satu hape untuk flashlight satu lagi untuk selfie ala-la masa kini, dan taraaaa...
Saya yang berbaju putih tapi jilbab warna gelap tetap saja terlihat lebih gelap dibanding Ziya n Ucha..haha *terima nasib ya*
Selesai dari jabal muqottom, perut pun sudah meminta haknya maka terpilihlah abu laylah sebagai tempat pemberhentian kedua terakhir untuk sekedar mengganjal perut. Sebenarnya toko ini seperti kedai ashir pada umumnya, tapi sedikit lebih berkelas kali ya, mulai dari tokonya yang bersih, pilihan jus yang beraneka ragam serta aneka macam topping.
Sampai akhirnya, juz melon, juz coklat dengan toping potongan cadburry dan sepaket eskrim dengan berbagai rasa terhidang diatas meja kami🍹🍦🍧
.
.
.
.
.
.
Acara piknik dadakan ini pun ditutup dengan mampir ke toko sepatu yang ternyata toko olahraga, dan emang dasar cewek ya membeli barang bukan karena butuh tapi karena pengen. Maka yang tujuan awal mau beli sepatu kets eh ngelirik perlengkapan renang dan malah yang terbeli adalah dua penutup kepala untuk renang dan kacamata renang🏊🏊🏊*maklum berhubung musim panas akan tiba, jadi printilan2 untuk renang harus disiapkan sejak sekarang #alibinya perempuan*
Setelah itu? PULANG!
Iya, jam sudah menunjukan pukul setengah 9 malam dan kita masih terdampar di Muqottom😉, sepanjang perjalanan pulang saya sambil merenung tentang padatnya agenda, kerutinan yang membosankan tapi saya sadar
'Oh mungkin dengan kerutinan yang ada sekarang saya jadi lebih mensyukuri hal-hal kecil, seperti rekreasi dadakan ke jabal muqotom ini, atau jalan-jalan ke dokter gigi kemudian dilanjut ke dokter mata aja udah cukup untuk merefresh hati, atau seperti makan malam dirumah menjadi sesuatu yang sangat dinanti, menyapa adik-adik di rumah seperti sebuah kewajiban mengingat intensitas bertemu hanya sekedarnya dan masih banyak hal lain yang justru semakin membuat saya bersyukur'
Pada akhirnya tulisan ini saya tutup dengan mengutip salah satu ayat
لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد (ayat quran)
Tisbah alal khoir🙌
*00:05, 29 maret, sepulang acara DIM yang waktunya ngelebihin jam kuliah*
minggu kuliah? Wow..
ReplyDeleteMakasih sharing nya.. kak hana juga merasa lagi terjebak rutinitas nih :) ada bebernya juga karena terjebak rutinitas jadi menghargai waktu2 rekreasi yang sebentar ^O^ nice post!
Resiko Kuliah di timur tengah ka😆 weekend nya jumat, awal pekannya sabtu, iya betul jadi lebih menikmati waktu yang 'sedikit'
Delete