Assalamualaykum
Pagi-pagi udah posting, duhh produktif sekali waktumu Ntan! *Postingan curhat*
Pagi-pagi udah posting, duhh produktif sekali waktumu Ntan! *Postingan curhat*
Judul diatas memang lagi nge hits di kalangan masisir, mengingat akhir-akhir ini ada saja tindak kriminal yang terjadi dan korban utamanya adalah warga asing yang sedang merantau di negeri orang.
Duh, khawatir banget kan kalau-kalau hal2 kaya gitu terjadi pada diri kita, saya aja sempat mikir-mikir kalau pakai tas selempang, diusahakan kalo sedang jalan tas selempang berada di tangan kanan kalau posisi nya tangan kiri ada di sisi jalan, begitu pula sebaliknya. Pokoknya diusahakan jangan sampai ada celah orang bisa narik tas kita.
Duh, khawatir banget kan kalau-kalau hal2 kaya gitu terjadi pada diri kita, saya aja sempat mikir-mikir kalau pakai tas selempang, diusahakan kalo sedang jalan tas selempang berada di tangan kanan kalau posisi nya tangan kiri ada di sisi jalan, begitu pula sebaliknya. Pokoknya diusahakan jangan sampai ada celah orang bisa narik tas kita.
Selain masalah tas selempang ini, beberapa kali saya mendapat kabar tentang penjambretan yang dilakukan oleh sekelompok orang hitam di titik-titik tertentu yang sepi dari keramaian.
Masalah terparah adalah kekerasan seksual, duhduh..ko serem banget ya?! Korban utamanya jelas akhwat ya.
Dari permasalahan diatas rata-rata memang seringnya yang jadi korban adalah perempuan, yang suka pakai tas selempang? Perempuan.
Yang suka main hape sambil jalan? Perempuan.
Yang suka kena kekerasan seksual? Perempuan.
Yang suka main hape sambil jalan? Perempuan.
Yang suka kena kekerasan seksual? Perempuan.
Nah mungkin darisini lah mulai bermula maraknya antar-mengantar si akhwat oleh si ikhwan ketika malam hari. Tidak dipungkiri juga kalau mahasiswi sini kebanyakan adalah aktivis 'ulung' yang kadang jam organisasinya melebihi jam kuliah di kampus. Jam 9 malam baru selesai aktifitas seperti sudah 'biasa'. Sehingga kadang aktifitas antar mengantar ini sudah merupakan hal yang semestinya terjadi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti diikuti oleh orang mesir sampai flat, sehingga bisa ditandai rumahnya, atau tiba-tiba diajak ngobrol oleh orang mesir atau endingnya sampai di 'culik' sama supir taksi atau di bawa 'kabur' sama tukang tuktuk.
Bahkan dari pihak PPMI pun ada bagian Dewan Keamanan Masisir aka. DKM yang terkadang beralih fungsi jadi pengantar akhwat-akhwat ketika acara baru selesai pukul sekian malam.
Bahkan dari pihak PPMI pun ada bagian Dewan Keamanan Masisir aka. DKM yang terkadang beralih fungsi jadi pengantar akhwat-akhwat ketika acara baru selesai pukul sekian malam.
Nah, kalau saya sendiri bagaimana? Kerap kali orang meragukan saya ketika saya lebih memilih untuk pulang ke rumah sendiri daripada diantar. Saya tahu mereka bermaksud baik tanpa ada modus apapun *emot lirik* tapi lagi-lagi karena saya memiliki beberapa alasan kenapa saya memilih pulang sendiri atau lebih baik mengajak teman perempuan untuk pulang bareng dan bukan bermaksud sok berani juga, jadi ini alasannya.
1. Selama masih belum terlalu malam, saya masih bisa pulang sediri.
Jam malam versi saya adalah jam sepuluh malam, jadi jika acara selesai sebelum jam 9 saya lebih memilih untuk pulang sendiri.
Jam malam versi saya adalah jam sepuluh malam, jadi jika acara selesai sebelum jam 9 saya lebih memilih untuk pulang sendiri.
2. Jalanan menuju rumah saya adalah jalan yang selalu ramai sampai tengah malam, jadi saya tidak terlalu takut untuk pulang malam sendiri.
3. Saya tipikal orang yang tidak suka membuka percakapan dengan orang yang baru dikenal. Kebayang deh kalo diantar sampai rumah bakal 'krik-krik' nya kaya apa, atau dia misalnya membuka pertanyaan tapi bakal saya jawab seadanya.
4. Saya risih kalau jalan sama laki2 harus bersisian, kalaupun terpaksa harus diantar, laki2 harus di depan dan saya di belakang, atau kalaupun terpaksa bersisian jaraknya jauhan, ga peduli juga dibilang kaya lagi marahan kan.
5. Saya tidak suka dianggap akhwat yang suka pulang malam, kecuali memang hal tersebut sangat penting dan menuntut saya untuk pulang larut malam.
Jadi, kalau semisal ada ikhwan yang bilang 'Ntar dibilangnya cowok masisir gak peka' Grrrr..rasanya gue pingin bilang, bukan masalah peka ga peka, tapi selama malam belum terlalu larut, jalanan masih cukup ramai, dan memungkinkan untuk pulang sendiri dan insya Allah selamat sampai rumah rasa-rasanya tidak apa-apa untuk pulang sendirian.
Lain hal kalau kamu baru selesai aktifitas jam 11 malam, lalu waktu itu sedang musim dingin, jalanan rumah kamu sepi, apalagi rawan kejahatan jika musim dingin, nah dalam kondisi seperti ini boleh deh kamu diantar, bahkan minta diantar. Tapi lagi-lagi 'diusahakan' jangan sampai jalan berdua, kamu sendiri dan si ikhwan sendiri, menjaga diri dari fitnah itu lebih baik.
Kalau ada yang dengan nyinyir bilang 'yaelah aturannya ribet banget sih, orang cuma nganterin doang ga ngapa2in!' Rasanya pengen ketawa dan bilang, 'setan kan masuk dari mana aja mas, awalnya anterin pulang, lalu setelah itu wasapan nanya udah masuk rumah?, lalu setelah itu bla..bla..bla'
Kalau ada yang dengan nyinyir bilang 'yaelah aturannya ribet banget sih, orang cuma nganterin doang ga ngapa2in!' Rasanya pengen ketawa dan bilang, 'setan kan masuk dari mana aja mas, awalnya anterin pulang, lalu setelah itu wasapan nanya udah masuk rumah?, lalu setelah itu bla..bla..bla'
Sekali lagi, menjaga diri dari fitnah itu lebih baik.
Bahkan karena terlalu seringnya saya pulang sendiri akhir-akhir ini sekitar pukul 8 atau 9 malam, ada salah satu ustadz yag sudah berkeluarga waktu sedang jalan malam dengan istrinya, beliau nyeletuk 'si Intan saya lihat pulang sendiri terus kalau malam'
Dalam hati, 'wah..wah ini semacam sindiran atau bagaimana ya?!'
Tapi saya hanya menjawab, 'ya masa harus diantar cowok'
Istrinya hanya tertawa mendengar jawaban saya.
Dalam hati, 'wah..wah ini semacam sindiran atau bagaimana ya?!'
Tapi saya hanya menjawab, 'ya masa harus diantar cowok'
Istrinya hanya tertawa mendengar jawaban saya.
Jadi, untuk akhwat-akhwat yang biasa beraktifitas sampai malam, coba deh punya batasan waktu sendiri *terkadang saya iri dengan anak asrama yang sudah ditentukan jam malamnya* jadi ga perlu ada drama untuk nolak diantar *pengalaman pribadi* karena malam pun belum larut banget, gak perlu ada sungkan atau seperti apa, bahkan kadang saya heran dengan sidang yang berlangsung sampai pukul 12 malam, tiga pagi, Allahu..itu sidang apa mau ronda mas ><
Seharusnya hal-hal seperti ini jadi permasalahan bersama, agenda-agenda yang sampai larut malam dibatasi, bahkan dikurangi, kalau bisa akhwat-akhwat itu isya sudah ada di rumah masing-masing, 'kalau bisa'
Seharusnya hal-hal seperti ini jadi permasalahan bersama, agenda-agenda yang sampai larut malam dibatasi, bahkan dikurangi, kalau bisa akhwat-akhwat itu isya sudah ada di rumah masing-masing, 'kalau bisa'
Kebayang gak sih gimana nanti ketika sudah berkeluarga tapi jam 8 malam kita sbagai istri masih di luar rumah tapi suami pulang kerjanya sudah dari jam 5 sore?
Maka dari itu harus dibiasakan dari sekarang juga sepertinya, sudah di rumah maksimal waktu Isya. Semoga.
Maka dari itu harus dibiasakan dari sekarang juga sepertinya, sudah di rumah maksimal waktu Isya. Semoga.
Baca juga: Mebentuk kebiasaan tidak tidur pagi
Jadi pulang malam sendirian bahaya ga? Tergantung.. Selama tidak memberikan peluang kepada para kriminil, dan tidak lupa dzikir insya Allah aman. Karena Allah sebaik-baik pelindung dan penolong.
Hasbunallah wa Ni'mal Wakil.

0 comments