Assalamualaykum
Apaan tuh? Jadi gerakan ini adalah inisiatif bersama *saya dan beberapa kawan* untuk menyikapi 'kebiasaan' jelek yang sudah hampir mendarah daging *okefix ini lebay*
Karena 'dulu' tidur pagi atau tidur setelah sholat shubuh itu semacam penambah energi untuk aktifitas harian yang padat tak terkira, 'kalo gak tidur pagi tuh malah pusing' ucap si A saat itu, dilain hal si B bilang 'tidur pagi itu biar gak ngantuk kuliahnya' dan segudang alasan lainnya yang membuat tidur pagi itu semacam aktifitas pagi yang tidak boleh terlewatkan..haha macam sholat shubuh yang kalo kesiangan malah bikin kezel.
Nah, dimulai dari kesadaran kami semua kalo tidur pagi itu malah bikin lemes *kata si B pun mengakui* kalo tidur pagi itu bikin jadwal yang udah dibuat di malam hari jadi kacau, kalo tidur pagi itu bikin bablas dhuha *ini kalo yang tidur paginya ampe masuk waktu Zuhur* kalo tidur pagi rezeki dipatok ayam *kata orangtua* kalo tidur pagi itu menyia-nyiakan waktu yang berkah *hadis nabi yang maknanya beliau memohon kepada Allah untuk memberikan keberkahan okepada umatnya di waktu pagi* maka tercetuslah ide untuk membuat gerakan ini.
Gerakan ini dinamakan Gerakan Anti Tidur Pagi atau disingkat sebagai Gerakan ATP. Berhubung tidur pagi itu merupakan kebiasaan yang hampir mendarah daging, jadi kami menargetkan waktu gerakan ini selama 40 hari.
Kenapa harus 40 hari? Karena katanya *lupa kata siapa* kalo kita bisa melaksanakan sesuatu selama 40 hari berturut-turut tanpa absen, maka di hari ke 41 ketika kita tidak mengerjakan hal tersebut maka akan terasa seperti ada yang 'kurang'. Maka dari situlah kami menargetkan selama 40 hari.
Kalau semisal absen gimana? alias ketiduran? Hehe ya ada sanksi yaitu RESENSI 1 BUKU dengan judul apapun. *serem ya*
Saat ini, gerakan ATP telah berlangsung selama 14 hari, masih tersisa 26 hari lagi.
Ada yang absen? ADA..hahaha
semua anggota 'kayanya' pernah kebablasan tidur pagi, tapi namanya membangun kebiasaan itu memang tidak mudah tapi harus tetap berusaha,
dan seharusnya minimal sudah ada sepuluh resensi buku tapi... gagal *Hahaha*
komitmen untuk membentuk kebiasaan sudah ada, tapi terikat dengan sanksi? Haha masih gak mau!
Saya masih inget cerita si A ketika hari pertama:
' Awalnya memang bersemangat, shalat shubuh, dilanjut dengan adzkar pagi, sekaligus laporan Odoj, setelah itu? Kalo kemarin langsung tidur lagi tapi sekarang sedia air segelas disamping kasur, *buat apa hayo* buat percikin mata kalo tetiba merem..KEREN! Sampai tiba-tiba tanpa sadar waktu dhuha tiba dan...hari pertama pun terlewati Alhamdulillah.
Lain lagi dengan si B, hari pertama kebetulan dia piket masak jadi gak mungkin tidur pagi, tapi biasanya setelah masak dia tidur tapi demi membentuk kebiasaan dia memilih untuk setel laptop dan..nonton 'yang penting ga tidur pagi' pikir dia.
Bagaimanapun caranya kami2 ini berhasil melewati dua minggu *absen dikit* tanpa tidur pagi, ya mungkin walaupun baru beberapa persen yang menjadikan waktu paginya jadi lebih produktif, minimal waktu pagi kita tak hanya menjadi 'mayat' yang bergelung dibawah tebalnya selimut.
Finally, Doakan kami ya semoga kebiasaan baik ini terus berlanjut, bisa komitmen dengan iqob, karena jujur saja beberapa hari ini karena kesibukan yang menyebabkan tidur larut menjadikan tidur pagi itu bak nikmat tak terkira *hehe*
dan kalau kalau ada yang mau ikut gabung gerakan ini silahkan lho ya.. ga pake izin, karena perbuatan baik itu munculnya ya dari diri sendiri, dan membentuk sebuah kebiasaan baru itu nggak cukup dengan sehari dua hari.
Jadi, kamu masih pengen tidur pagi? :D
0 comments