Assalamualaykum!

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

Cairo-Jakarta-Depok

Pengalaman Hamil Mahira

Trisemester pertama, alhamdulillah tidak ada muntah sama sekali, hanya mual dan ga nafsu makan, mau makan cuma makanan yang berk...

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Assalamualaykum

Alhamdulillah bisa posting lagi setelah pusing pusing baca muqorror yang entah kenapa membuat ketagihan *hahaha*

Jadi kenapa tiba-tiba postingan tentang Aturan Rumah? Sebenarnya banyak hal yang melatarbelakangi saya menulis hal-hal yang terlihat sepele tapi sangat berpengaruh untuk kemaslahatan warga rumah *uhuukk*

Pertama, sejak usia smp saya sudah masuk asrama, dilanjut sampai sma dan akhirnya kembali merantau untuk balik ke rumah desember nanti.

Hidup di dalam kamar yang beranggotakan tujuh orang merupakan hal biasa, saya hanya perlu mengerti enam watak berbeda, membuat peraturan yang lebih sifatnya kebersihan kamar dan sedikit masalah klasik tentang ego anak smp yang masih labil.

Ketika sma saya kembali hidup di asrama, kali ini lebih sulit karena saya harus berbagi kamar dengan 27 orang lainnya, kembali membentuk aturan kamar, namun sifatnya lebih dari sekedar kamar harus bersih tapi harus punya sikap empati yang berlebih, toleransi yang banyak dan peduli yang gak hanya asal 'ane ane..nt..nt'

Itu baru kamar, bukan rumah. Toh kalaupun ada piket bersih-bersih hanya sekedar menyapu dan mengepel selebihnya sudah ada aturan asrama yang mengikat.

Tapi sekarang saya hidup di rumah, Rumah takban kesayangan kalau dulu namanya, bahkan sempat namanya Rumah Cantik tapi sekarang adalah Greenhouse karena dominasi warna hijau pada cat temboknya. *kenapa jadi bahas nama rumah sih*

Rumah saya ini gabungan dari dua flat, terdiri dari lima kamar tidur, dua kamar mandi, satu dapur dan dua balkon.
Tapi kamar tidur yang terpakai hanya tiga, satu kamar mandi dan satu dapur selebihnya ruangan khusus untuk barang-barang pemilik rumah.

Iya, kami menyewa rumah ini sejak tahun 2011 tapi rumah ini tergolong sudah tua. Pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini saya agak sedikit miris hahaha, banyak cat tembok yang sudah terkelupas, bagian bawah tembok sudah jamuran karena lembab, lantai di dapur yang terkena noda gabungan dari minyak, debu, kotoran lain sehingga menyebabkan lantai lengket dan tidak lagi berwarna putih, pintu kamar mandi yang engselnya sudah tidak terpasang dan tumpukan barang pemilik rumah di pojok ruang tamu yang entah sudah berapa puluh tahun usianya.

Apa yang bisa dibanggakan dari rumah tua ini? Hanya kesadaran anggota rumah lah yang bisa menyulap rumah tua ini menjadi lebih layak huni.

Alhamdulillah setelah hampir tiga tahun hidup di rumah takban kesayangan akhirnya rumah kami mengalami renovasi. Jangan bayangkan seperti acara bedah rumah yang sempat muncul di tv, kami hanya sanggup untuk membeli cat tembok itupun uang sisa iuran rumah dan tambahan dari pihak broker dengan alasan menyambut adik-adik maba yang akan datang saat itu.

Kelebihan rumah kami dibanding rumah lainnya adalah luasnya ruang tamu dan karena memang tidak ada sofa dan teman-temannya, selebihnya tidak ada yang bisa dibanggakan, oh ada satu lagi, rumah kami bersih *karena selalu saja ada orang yang menyapu dan mengepel disaat yang lain sudah tidak ambil pusing dengan betapa berantakannya rumah ini*

Jadi ini aturan rumah yang kami terapkan, semata-mata agar kami tetap menganggap bahwa rumah kami adalah satu-satunya tempat pulang💟

1. Piket rumah

Ini penting banget, dulu waktu masih jadi anak baru saya selalu dibiasakan untuk piket rumah, karena kami bukan tinggal di kos-kosan yang hanya hidup di kamar, tapi kami tinggal di rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, memasak, membereskan dapur, membersihkan kamar mandi serta membereskan balkon.

2. Selalu pegang kunci rumah

Kesibukan yang berbeda-beda menyebabkan kami kembali ke rumah di waktu yang berbeda-beda pula, maka membawa kunci rumah adalah satu hal wajib jika tidak ingin melihat orang yang membukakan pintu untuk kita berwajah masam. *ini sesekali aja sih..hehehe* karena coba bayangkan, sedang asik-asik belajar di kamar atau sedang asik-siknya baca buku tiba-tiba bel rumah berbunyi rasanya tuh kaya 'ga dibukain kasian, dibukain tapi mager'

3. Shalat shubuh berjama'ah

Yhaaa ini semacam tamparan keras untuk kami, entah kenapa tadi ketika kumpul rumah perdana setelah sekian bulan aku tiba-tiba rindu suasana hangat pagi hari seperti di asrama dulu. Bangun pagi kemudian shalat berjama'h dilanjut dengan baca almatsurat bareng. Selebihnya urusan pribadi sih, karena mungkin ada yang melanjutkan belajar, ngerjain peer atau tilawah.
Nah aturan ini dulu sempat berjalan, sekarang baru akan digiatkan kembali.

4. Setelah pakai sesuatu letakkan kembali ditempatnya.

Pernah ngerasa tiba-tiba sendok di rak semakin hari semakin berkurang? Atau stok gelas makin menipis? atau garam yang biasanya ada di tempat bumbu tiba-tiba udah ada di kamar tidur? Nah, hal-hal yang kaya gini yang berkali-kali diingatkan supaya tidak lupa.

5. Jangan buka pintu kalau ada yang ngebel hanya sekali

Saya gak tahu peraturan ini berlaku dimana aja, tapi rumah saya selalu memberlakukan pencet bel 3 kali untuk akhwat, jadi kalu hanya sekali pasti kita intip dulu dari celah pintu baru kemudia kalau dirasa dikenal dan berkebutuhan kita bukakan pintu

6. Tidak menerima tamu laki-laki kecuali keadaan darurat

Rumah kami hanya memperbolehkan tamu laki-laki yang memang kami minta datang, misal temen yang mau benerin mesin cuci, atau ngecat rumah, atau ada temen yang benerin keran, kalau ga darurat maka laki-laki dilarang masuk.
Sempat khawatir juga ketika ngecat rumah, karena mereka (temen-temen dari islahiyin) akan nginep dirumah dan kita ngungsi, tapi Alhamdulillah tidak kenapa-kenapa.

7. Saling menghormati kepemilikan masing-masing

Ini seperti peraturan tidak tertulis, karena di rumah tempat dimana barang-barang akan bercampur letaknya hanya satu yaitu kulkas. Suatu ketika karena terlalu khawatir memakan telur yang bukan miliknya, teman saya menemukan tiga telur busuk tak bertuan *sedih*
Jadi, mau pakai sesuatu milik orang lain harus izin dulu.

Nah itu tadi beberapa poin tentang aturan rumah yang harus banget dilakuin demi keharmonisan rumah kami. Tapi poin utama dalam mengurus rumah adalah rasa peduli yang tinggi sesama anggota rumah. Kenapa peduli? karena hidup di tempat rantau akan terasa sulit jika kita gak punya tempat untuk pulang, nah salah satu yang membuat kenapa kita butuh pulang adalah karena tempat kita pulang menawarkan kehangatan, menjanjikan senyum yang akan terbit dari bibir kita, membuat kita melupakan sesaat hiruk pikuk masalah di luar rumah.

Jadi, ayo pulang ke rumah!

Cairo, 23 Mei 15:38 Clt.
*sesaat setelah rapat dengan anggota rumah membahas tentang betapa mahalnya hidup di tanah Mesir*

Share on:

Assalamualaykum

Selamat imtihan buat semuanya, semoga yang tahun akhir bisa dapet Lc tahun ini dan yang masih di tahun tiga naik tahta jadi mahasiswa tahun akhir.

Terimakasih atas keluangan waktunya, finally bisa kumpul untuk foto studio dalam formasi lengkap tanpa kurang satupun.

Yah walaupun sempat ada insiden salah alamat studio, sempet patunggu-tunggu, tapi akhirnya..duhduh manis banget.

Ini foto kesekian kita bukan sih? Tapi kayanya ini yang paling berkesan deh hahaha apa berkesan menurut aku  aja ya?..hehe

Ga terasa ya kita udah masuk di fase quarter of life kalo kata Mas Gun mah, kesibukan kita juga udah masing-masing banget kan, tapi kita masih Allah beri nikmat untuk berkumpul, ngeriung minta sharing dari jeki yang balik dari indo langsung tersematkan gelar s3 *estri* keren yah😂.

Atau sibuk versi Maryam yang disamping fokus dagang jilbab Aya tapi jadwal ngajar tahsinnya juga padat.

Atau Maziyyah yang hampir jarang bisa ditemui di kampus karena kemarin sibuk urus-urus perihal wisudanya TK ABA, *maklum doi kepseknya sist*

Atau Uca, yang lebih senang menetap di asrama ujung kota sambil belajar buat UAS nyambi juga belajar bisnis cardigan yang ootd banget.

Atau para mutaakhirun Buus, huhuhu iya banget kan ini yang baru pada pindah masuk Buus, colek Aisyah yang katanya belum betah hidup di Buus..dan makin jarang maen ke Asyir, emang berasa ya capeknya Buus-Asyir 😎

Atau Farhati yang lagi sibuk mikirin si doi yang ga kunjung datang padahal namanya udah sering disebut, apalagi jarak yang hanya selemparan batu tapi kini lagi-lagi menjauh *apasih* enggak, ding, sibuk belajar lah ya Far✌ supaya kelak bisa wisuda bareng doi *uhukk*

Atau anak Jees yang sibuk juga ngurusin Islahiyat yang ga ada matinye kalo ngeyel di grup, colek Mbae dan Ela *duo banget kan mereka ini* jangan mikirin islahiyat meleee mba, el, kali-kali pikirin diri sendiri yes😇😇😇

Atau edisi anak Mumbai yang udah kaya rumah gadis banget, tinggal bertigaan di ujung soqor sana><
Nebil yang makin eksis di dunia per doodle-an, Wiwin yang jamannya ujian masih aja dihubungin buat rapat bahas Temus, dan Jeng Pipah yang sebelas dua belas lah sama Farhati, sambil siap-siap buat target setelah Lc, nikah ya sist? Heuheu *piduanan wae lah ya kalo kata pipah*

Atau Ifat, yang memang sebelas dua belas kaya aku dan ikah. Yang tinggal sendiri diantara adik-adik yang butuh diayomi.
Ifat yang sekarang sibuk di Persis atau Ikah yang juga lagi rariweuh urus Simposium yang hanya hitungan bulan.

Terakhir,
Semoga kesibukan kita senantiasa membawa keberkahan, dan memang doa itu senjata paling ampuh untuk mengusir kerinduan *walaupun sebenarnya obat mujarab untuk rindu adalah bertemu*
Mari langitkan doa untuk kesuksesan hari ini, untuk syukur atas nikmat yang berlimpah, untuk meminta sabar pada Asshobur agar dikuatkan dan dimampukan untuk menghadapi UAS kali ini, semoga Allah kabulkan.

Jangan lupa selipkan doa untuk saudara kita di Suriah dan belahan bumi lainnya.

Nb: oh iya postingan ini sekaligus postingan sayonara, mau pamit hiatus dulu dari hiruk pikuk sosial media, masih bisa dihubungi lewat Whatsapp ataupun BBM.


Intan yang menahan rindu
14 Mei, 19.07 Clt

Share on:

Assalamualaykum

Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk seluruh pelajar dan pendidik Indonesia dimanapun kalian berada, bahwa tonggak estafet ada ditangan kita maka mari berjuang demi Indonesia lebih baik. Belajar, belajar dan belajar wahai kalian pelajar!

Nah edisi kedua ini kita bakal nostalgia seputar para pendidik di Alkahfi, dari guru yang terkenal dengan gaya ngajarnya yang pake senam jantung sampai wali asrama yang tak kenal lelah bangunin 50 santri kurang lebih setiap harinya😄

Sebelumnya saya ingin menyampaikan terimakasih kepada para pendidik di Alkahfi atas jasa-jasa tiada terkira, atas nasihat yang selalu jadi penyemangat, atas omelan yang beralasan, dan kesabaran tiada berbatas.

Lets begin..
G: Guru
S: Santri

G: 'Assalamualaykum, selama lima menit kedepan kita akan melaksanakan senam jantung, siapkan kertas dan jangan lupa tulis nama di pojok kiri atas kertas'

*murid krasak krusuk nyiapin kertas*

Guru pun mulai membacakan soal dan harus langsung dijawab dalam waktu 30 detik dan setiap 30 detik habis maka suara penghapus papan tulis yang diayun beradu dengan meja guru...Taakk *dagdigdug*, guru pun lanjut membaca soal dan begitu seterusnya hingga lima menit habis dan soal langsung diperiksa.
Alhamdulillah, fiuhhh senam jantung di pagi hari selesai.

Ada yang ingat siapa yang cara ngajarnya seperti ini? Yapp.. Ibu Neni Pritiani, ngajar matematika dengan metode yang tidak biasa😂 senam jantung, spot jantung atau apapun namanya, cara paling berkesan.

Ada yang ingat pelajaran shorof? Fa'ala yaf'ulu fa'lan wa maf'alan fahuwa fa'ilu...
Saat itu di benak saya, kenapa menghafal pelajaran ini lebih sulit dibanding menghafal rumus fisika?  tapi lagi-lagi pelajaran ini dikemas berbeda oleh pengajarnya.

S: Pak susah banget ngafalnya *biasa kan ya kita sering banget ngeluh*
G: Oke, Bapak baca sampai sepuluh kali setelah itu kalian harus setoran

*dan guru pun membaca tashrifan lughowi tersebut selama sepuluh kali, sambil berharap setelah ini 30 orang muridnya akan antri untuk setoran tashrif*

Setelah sepuluh kali dibacakan..
G: ayo siapa yang mau setoran?
S: ....
G: gak ada yang hafal?
S: susah pak *jawab serentak*
G: oke saya ulang lagi, tiga kali ya.
S: iya pak

Setelah tiga kali..
G: sudah hafal?
S: belum pak
G: &#%@$@&#*

Ayo tebak-tebak siapa guru shorof legendaris ini? Yap Pak Asep😄
Guru yang paling sabar selama nungguin santrinya menghafal shorof..hehe *salam takzim untuk Pak Asep dari murid yang susah sekali menghafal shorof pada zamannya* hehehe.

Kita beralih ke pelajaran Ips ya😎 kita akan kembali bernostalgia dengan Ibu Rina dan Ibu Rini yang setia mengajar Geografi dengan karton yang sudah ditulis dengan rangkuman sehingga memudahkan pemahaman para santri, atau biasa disebut dengan mindmapping atau bahkan sesekali materinya berupa film yang harus kita tonton dan kemudian diminta membuat kliping atau sekedar membuat artikel terkait.

Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Yap sejarah, pelajaran yang diajar oleh Bu Dwi dengan metode yang macam-macam pula, terkadang ada semacam pre-test sebelum mulai belajar dan bagi siapa yang bisa menjawab maka dapat beberapa butir kacang telur😋 atau saat berlomba-lomba meremake lagu yang liriknya diganti dengan peristiwa bersejarah seperti lagu balonku ada lima yang diganti liriknya untuk menghafal Konferensi Meja Bundar *udah lupa juga sebenernya liriknya hehe*
Atau buat mindmapping tentang peristiwa masuknya islam ke Indonesia. Wahh, betapa saya merindukan momen-momen dimana saya dituntut kreatif😘

Next lesson,

🎶🎶"Salam hangat kami dari ekonomi
Pelajaran asyik yang paling menarik
Kami tidak malas mengerjakan tugas.."🎶🎶

Ayo ada yang inget lagu ini? Yap lagu yang selalu dinyanyikan setiap mulai pelajaran ekonomi, walaupun pelajarannya siang hari tapi ketika menyanyikan lagu ini sedikit membuat saya mengangkat kepala yang hampir menempel di atas meja, terlebih lagi jika kelasnya saat itu di saung bawah😂
Oh iya ekonomi ini diajar oleh Bu Eka dan Bu Novi yang selalu ceria seperti lagunya..hehe

Guru yang ngajar Ips, Matematika, Shorof udah, apalagi yang belum?

Ipa kayanya ya, ada Bu Tri yang ngajar kimia dan sekarang galeri album facebooknya sukses bikin ngiler karena isinya foto-foto kue ulang tahun yang cute-cute😍😍😍 *salah fokus yaaa* untuk kimia ini saya selalu inget waktu nilai catatan kimia saya dapet C ketika kelas 7 atau 8 gitu, karena memang sedikit dan jarang mencatat materi yang diajarkan, waktu itu pembahasan tentang senyawa untuk membuat sabun atau bagaimana gitu *failed banget dan emang lupa* hehehe.

Inget Pak Ilyas? Yang kalau datang ke kelas hanya membawa spidol marker dan koran? Pasti diingat lah ya😊
Guru fisika yang sama sekali tidak pelit nilai. Coba bayangkan, di kelas saya rata-rata ketika ulangan dapat nilai seratus dan hanya segelintir orang yang dapat nilai delapan atau tujuh *include saya yang emang payah di pelajaran Ipa* *poor me*
Ada lagi Pak Nunu, selera humor nya tinggi, jadi tidak jarang di tengah pelajaran fisika muncul humor-humor ringan. Terakhir adalah Pak Endang, guru fisika kelas 3 smp yang sedikit berbeda dari pak Ilyas dan pak Nunu, pembawaan pak Endang ini sedikit serius dan bagi saya ini kombinasi yang pas sekali untuk sulit faham fisika..hahaha
*guru yang lucu aja tetap susah untuk faham, apalagi yang bawaannya serius khan..khan* *ngeles aja ni si Intan😝* *aslinya emang lemah di pelajaran Fisika..HAHAHA*

Biologi. Entah kenapa kalau ingat biologi saya langsung teringat saat-saat dimana saya harus membelah katak di lab yang saat itu letaknya di dekat green house, ada murid yang sampai menangis karena melihat darah lalu tergugu di pojokan tembok dekat manekin tubuh manusia atau saat membuat tumbuhan kering, atau juga saat membahas reproduksi perempuan. Yap Bu Jane, Bu Tera, dan Bu Ariani adalah tiga guru yang setia mengajarkan biologi kepada kami.

Bu Jane yang di awal perkenalannya pernah bilang "saya senang membaca apa saja, bahkan tulisan di jalan-jalan pun akan saya baca, atau tulisan dari sekedar robekan kertas.."

Si Intan ini emang lemah banget di pelajaran Ipa maupun Ips, lah terus apa yang rada menonjolnya? Agama..hehe

G: hari ini kita praktik menyiapkan jenazah ya
S: siapa yang mau jadi mayatnya?
*Tazki pun rela dan akhirnya sudah terbungkus rapih oleh kain kafan..hehe*

Kira-kira kita lagi bahas apa sekarang? Fiqh. Iya percakapan diatas ketika kelas tiga smp dan sedang masuk dalam pembahasan persiapan jenazah. Gurunya adalah Pak Irfan.

Atau ingat dengan Bu Anna Maftuhah? Guru karismatik lulusan Gontor ini adalah guru pertama yang membuat saya jatuh cinta pada ilmu syar'i. Cara ngajarnya pun lumayan unik kalau tidak mau dibilang kaku. Beliau datang ke kelas, ucap salam kemudian tanya kabar dan selanjutnya langsung membagi papan tulis menjadi tiga bagian dan mulai menuliskan dengan detil arti setiap kata yang ada pada buku fiqh -pada saat itu bukunya berbahasa arab dan covernya warna merah kalau tidak salah, dengan font yang kitabable banget pokoknya- hingga jam pelajaran usai.
Tapi di lain waktu beliau menerangkan juga apa isi materi yang beliau sampaikan, jadi sistem mengajarnya tulis dulu semua mufrodat plus artinya baru setelah itu dijelaskan, dan cara beliau menjelaskan membuat saya jatuh cinta pada ilmu-ilmu syar'i.

Selanjutnya ada Hadis oleh Pak Dadang *yang ternyata lulusan Husnul Khotimah*, Aqidah oleh Pak *Gusti saya lupa namanya* beliau orang Lampung, dan hanya mengajar ketika saya kelas 7 kemudian beliau pindah dari Alkahfi, materi dasar yang diajarkan di Alkahfi pun tentang syahadatain, ma'rifatullah, muroqobatullah tapi dengan kondisi santri yang tertidur padahal suasana kelas masih pagi, tapi lagi-lagi kelasnya di saung bawah. Maka saung dan pagi hari adalah kombinasi yang pas untuk meletakkan kepala di meja disaat guru mengajar *astaghfirullah, maafkan kami bapak guru ibu guru*

Ketika kelas 3 pun ada Pak Yayan yang mengajar aqidah, Bu Zuriah yang mengajar Tafsir Bu Baiduri mengajar Fiqh, dan Pak Arief mengajar Nahwu.

Selanjutnya bahasa ya, cungg tinggi-tinggi yang suka pelajaran bahasa🙋

Bahasa Arab, ada Bu Yeyen, Pak Iqbal dan Pak Misbah yang mengajarkan kami selama tiga tahun.
Bu Yeyen ini sekaligus wali kelas saya waktu kelas 7, ya selayaknya wali kelas murid baru maka bu Yeyen cenderung bersikap seperti seorang ibu, menempatkan diri sebagai Ibu saat waktunya kumpul dengan wali kelas😍jadi tempat curhat lewat kertas yang akan selalu dikumpulkan setiap pertemuan.

Di Alkahfi murid boleh makan permen di tengah pelajaran, alasannya supaya tidak mengantuk saat pelajaran. Pernah suatu ketika ada santri yang makan permen saat pelajaran Pak Iqbal, dan tiba tiba pak Iqbal bilang kalau beliau tidak suka makan permen, alasannya karena makan permen itu sama dengan makan ludah sendiri..hehe masuk akal pak😁

Untuk Pak Misbah ini saya ingat kalau saya pernah hampir menangis karena dapat bentakan beliau saat kelas 9, beliau minta saya menjawab apa tapi saya malah jawabnya apa..huhu *kenangan tersendiri pokoknya mah..Hahaha, kalau diigat-ingat cupu juga sebenarnya*

Kalau ingat Bahasa Inggris, saya langsung ingat dengan Bu Heni, yang kalau muridnya bisa ngumpulin kertas sticky note -hasil nilai ulangannya sepuluh, atau pun bisa jawab soal dari bu Heni- maka dia dapat pencilthick, itulho pulpen warna warni yang cute banget, saya kepengen banget pulpen itu tapi gapernah dapet..HAHAHA
Atau bu Heni yang pernah ambil cuti demi ngajarin adiknya buat uas kemudian sekembalinya dari cuti bu Heni cerita kalo adiknya gamau diajarin bu Heni..huhuhu

Selanjutnya ada Bu Yuna, yang pernah bikin kunci jawaban dengan jawaban abcd per empat nomor pas lagi UAS, faham ga? Jadi jawaban nomor satu A, nomor dua B, nomor tiga C, nomor empat D, begitu seterusnya sampai nomor dua puluh sekian yang ternyata nggak urut jawaban abcd nya..hehe, atau saat listening lagu pricetag yang ternyata kena tegur hanya karena lagunya ga islami😏

Atau Bu Dita guru bahasa Inggris kelas 9 sekaligus kepala sekolah yang pernah kita tanyain tentang sepatu apa yang cocok untuk dipakai pas wisuda nanti, apakah flatshoes atau high heels *duhduh akhwat ya, pelajarannya apa pertanyaannya apa👠*

Pelajaran Bahasa yang terakhir adalah Bahasa Indonesia. Ada Bu Wati yang pernah memberi tugas untuk membuat cerpen tapi sekaligus jago matematika dan Bu Rosi yang menurut saya agak sedikit killer hehehe. Soalnya nilai bahasa indonesia saya pernah di bawah KKM hanya karena sulit faham pelajaran dan takut dengan gurunya.

Ada lagi nih pelajaran paling-paling  *paling sering kena remed pas kelas 7* TIK atau komputer, diajar oleh Bu Jane yang saat itu ngajar Biologi juga, terus kelas 8 nya berkutat dengan ms. excel dibawah bimbingan Pak Cece dan kelas 9 mulai belajar tentang internet dibawah didikan Almarhum Pak Kiki.

And last, guru paling legendaris sejagad Pak Chairul, guru yang ngajar PPKN selama 3 tahun berturut-turut, guru yang pernah ngajak nonton film The Last Samurai, guru yang sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua pembinaan Putri, guru yang kadang pas lagi jam pelajarannya suka cerita tentang kebandelan-kebandelan santri putra, entah yang madhol *bolos sekolah* atau yang ngumpetin vcd porno, atau bahkan yang diem-diem kabur lewat kebon belakang, dan guru yang suka sidak kebersihan kamar santri putri ketika para santri sedang sholat berjamaah di Qo'ah.

Fiyuuhhh..panjang sekali ternyata nostalgianya ya😓 dan selesai Alhamdulillah.

Tadinya di part ini mau dibuat sekalian cerita tentang wali asramanya tapi ternyata kepanjangan, jadi kita buat di part selanjutnya ya😄 dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada guru-guru yang tidak disebut namanya, tanpa disebut pun semesta tahu bahwa saya sungguh berterimakasih atas semua ajaran yang diberikan.

Selamat bernostalgia.
3 Mei 2016, 22:43 Clt




Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Hamil
  • Keluhan saat hamil
  • Mine
  • Wihdah Hamasah
latest posts
latest comments

Blog Archive

  • ►  2020 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ▼  2016 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ▼  May (3)
      • Aturan Rumah
      • HIATUS
      • Alkahfi Part 2: Guru dan Walas
    • ►  April (5)
    • ►  March (7)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)

Report Abuse

About Me

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

  • Home
Powered by Blogger.
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates