Assalamualaykum!

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

Cairo-Jakarta-Depok

Pengalaman Hamil Mahira

Trisemester pertama, alhamdulillah tidak ada muntah sama sekali, hanya mual dan ga nafsu makan, mau makan cuma makanan yang berk...

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Assalamualaykum

Ditengah cuaca yang sedang galau ini, saya dan dian *partner in organization..halah* harus merevisi buku sakral, laporan akhir selama setahun panjang perjalanan organisasi, duhh kebayang kan malesnya *astaghfirullah intan*. Laporan yang tebalnya mencapai kurang lebih seratus halaman dibuat dengan penuh keringat dan dengan berlinangan air mata. *ini jujur, no tipu-tipu sis* tapi kayanya saya aja yang berlinangan air mata, kalo si dian mah mana tau deh 😒

Dimulai dari semangat untuk tidak mengulangi kesalahan yang terjadi tahun lalu, saya berucap dengan menggebu-gebu 'Yan, pokoknya Laporan keuangan kita harus tjakep, perfect, dan harus udah dicetak sehari sebelum LPJ'

'Iya betul tuh tan, pokoknya pas lpj kita tinggal siap-siap, pakai jilbab cantik, dan datang ke ruangan dengan senyum paling manis😍 pokoknya jangan sampe kita yang mau di lpj kan eh malah telat datengnya' sahutan dari dian.

Hari demi hari berlalu, dan tiba-tiba sudah sampai di H-7 hari pertanggung jawaban *cielah*
Sebelum naik cetak alias di print untuk lpj nanti, laporan-laporan yang setebal 100 halaman tersebut harus diperiksa oleh tim verifikasi, untuk memastikan apakah laporan yang kita buat sudah sesuai standar atau belum, dari segi tulisan banyak typo atau nggak, jumlah keuangannya benar atau tidak, dan paling penting sirkulasi keuangannya jelas atau malah terselubung alias digelapkan *hiii serem jadinya kan🙅* intinya, tim verifikasi ini bertujuan utk memeriksa dan kemudian membenarkan sehingga meminimalisir kesalahan ketika LPJ nanti sis.

Saya mah tenang-tenang aja mau verifikasi, nyantai soalnya emang dari awal saya buat saya sudah punya satu acuan dalam membuat laporan, laporannya bagus, no typo dan no tipu-tipu..hahahaha
Singkat cerita, laporan dalam bentuk soft file saya berikan dan besokannya sudah saya terima koreksian dari tim revisi,
Begadang mulai dari isya dan baru selesai bakda shubuh, periksa sama tim verifikasi dan masih aja ada yang kurang, padahal menurut saya itu udah perfect banget..nget..nget
Revisi ulang, cek n ricek dengan lpj beberapa tahun lalu untuk daftar isinya, dan sent ke tim verifikasi jam 4 pagi.
Istirahat sebentar, bangun sholat subuh lanjut hibernasi sampai jam 8 pagi gara2 ada telpon dari tim verifikasi yang ngotot bilang kalo lpj kamu ada yang kurang,

Dihhh..orang semua bab udah saya masukin sesuai lpj yang jadi panduan, terus dibilangnya kamu cuman patokan lpj cetak kan belum liat soft file...%#%#&#&^#*#*

Duh gustii, masih ada yang kurang? Dan si bedahara umum pun nangis sesenggukan😭

Wajar banget kali, udah begadang demi lpj, udah ngebuat sesuai contoh lpj, bab-bab nya juga udah lengkap eh masih aja ada yang kurang, GAGAL UDAH INI CETAK H-1😤

Yang niatnya hari itu mau langsung cetak, jilid, terus siap2 cantik eh malah berakhir di kantor wihdah pake nginep segala. NGINEP MEN. demi lpj, oh iya betewe ga kebayang awalnya, tapi ya mau gimana lagi kan.
Masalah yang kata tim verifikasi ada bab yang belum ditulis ternyata hanya kesalahfahaman tim verif ya, saya buat udah lengkap dan versi saya pakai font nya lebih besar dibanding tahun lalu, jadi menurut tim verif harus ada data induk, dan itu menurut saya adalah laporan harian yang dinamakan laporan tiap bulan, ada misscom dan finally memang kesalahan tim verif yang kurang jeli mungkin *ngerti ga? Hahaha*

Hari H pun tiba, singkat cerita kami pun melaporkan laporan pertanggungjawaban kami selama satu tahun full, dilanjut dengan pengkoreksian oleh teman2 anggota sidang *yang ternyata lumayan banget salahnya..hahaha*
Mulai dari tahun lpj, yang harusnya 2016 tertulisnya 2016
Angka nol yang kelebihan satu yang efeknya agak sedikit fatal, seharusnya 400.00 le tertulisnya 400.000 le
dan banyak kesalahan-kesalahan kecil lainnya.

Berujung pada REVISI yang deadline nya seminggu setelah LPJ
.
.
.
.
Tapi kenyataannya revisi pun MOLOR hingga sebulan kemudian baru disentuh dan diselesaikan, ya atuhlah ya abis elpeje mau istirahat dulu kali ah matanya
Masa iya melototin excel lagi excel lagi ampe bolor, jadi saya udah niat emang gamau nyentuh excel sampe mood lagi.

Sebulan kemudian..taraaa
Revisi Orange, hasil karya intan dan dian, perjuangan nyari warnet yang buka pagi hari, bolak balik kantor wihdah dan kantor wisma, printer yang manja banget *iya, tintanya gabakal keluar kecuali harus digoyang-goyang dulu printernya* dan segudang hambatan yang hampir aja ngebuat gagal jilid di hari jumat kemarin.

Alhamdulillah untuk semuanya, hutang revisi sudah lunas dengan laporan keuangan paling update per tanggal 25 maret 2016.
Akhir kata, salam dari dua bendahara ketjehhh😘

Share on:

Assalamualaykum

Judulnya beuhhh..udah kaya yang bosen banget gitu ya aktifitasnya itu lagi-itu lagi.
Eh tapi beneran lho, belakangan ini saya terjebak di rutinitas yang bisa dibilang sedikit membosankan tapi lumayan berkesan.

Dimulai dari hari jumat siang akan selalu diisi oleh Mawar (kelas intensif nahwu yang diadakan oleh icmi) yang dimulai pukul 11 pagi sampai 2 siang
Kemudian dilanjut hari sabtu pagi setoran hafalan di daerah husein, kemudian lanjut ke daerah sadis untuk kuliah sampai zuhur, dan berakhir di wisma atau konsuler untuk hadir pada acara DIM (dauroh paling ketjeh tapi menyita waktu lama) hingga pukul setengah sepuluh malam paling maksimal,
Ahad yang full kuliah, kemudian senin kuliah sampai siang dilanjut DIM lagi sampai malam, kemudian selasa kuliah sampai jam 2 dan dilanjut mawar sampai magrib, Rabunya kembali setoran hafalan sampai setengah 11 dan berakhir dengan DIM hingga malam hari, dan Kamis pun waktunya bimbel dengan adik kelas dilanjut liqo pekanan hingga asar menjelang, dan bisa bernafas lega alias sedikit leha-leha dari kamis sore hingga malam hari. Begitu seterusnya hingga sebulan setengah.
.
.
.
.
.
Intinya adalah, saya terjebak pada rutinitas yang lumayan menyita fikiran, tenaga, dan uang👛💰💳
Atau bahasa kerennya, SAYA KURANG PIKNIK aka. REKREASI..hahaha
Butuh banget yang namanya ngerefresh otak plus refresh diri, perlu ambil nafas sejenak sekedar untuk melihat kebelakang sudah sejauh mana saya melangkah.

Nah kebutuhan akan piknik ini juga yang membuat saya mengiyakan ajakan Uca untuk menjelajah indahnya jabal Muqottom malam hari.
Iyes, tulisan ini bakal menceritakan gimana senengnya saya diajak ke jabal muqottom yang ternyata kata jabal sama sekali tidak cocok dengan realita sesungguhnya..ahahahha
Yang ternyata jabal muqottom hanya seperti dataran tinggi atau tebing tanpa pohon apalagi taman tepatnya dengan pemandangan bawahnya jalan-jalan serta lampu-lampu dari berbagai gedung di daerah Cairo
Yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi saya, yang katanya naiknya pun harus pakai tramco *kebayang deh tingginya, kirain harus pakai tramco soalnya kalo jalan kaki itu bikin pegel, tapi oh tapi...*
Hehe, memang tidak terlalu nampak apa2 juga sih, sekedar menginjakkan kaki disana untuk modal cerita kepada anak cucu kelak..HAHAHA
Yaiyalah wong nyampe jabal pun sekitar isya, apa yang mau diliat kan..kan
Gelap dan lumayan dingin. Ambil foto seadanya dan setelah itu...PULANG!
Foto pun karena tidak bermodalkan slr atau dslr ya memanfaatka kamera handphone aja, ada tiga orang yang digunakan dua hape, satu hape untuk flashlight satu lagi untuk selfie ala-la masa kini, dan taraaaa...
Saya yang berbaju putih tapi jilbab warna gelap tetap saja terlihat lebih gelap dibanding Ziya n Ucha..haha *terima nasib ya*

Selesai dari jabal muqottom, perut pun sudah meminta haknya maka terpilihlah abu laylah sebagai tempat pemberhentian kedua terakhir untuk sekedar mengganjal perut. Sebenarnya toko ini seperti kedai ashir pada umumnya, tapi sedikit lebih berkelas kali ya, mulai dari tokonya yang bersih, pilihan jus yang beraneka ragam serta aneka macam topping.
Sampai akhirnya, juz melon, juz coklat dengan toping potongan cadburry dan sepaket eskrim dengan berbagai rasa terhidang diatas meja kami🍹🍦🍧
.
.
.
.
.
.
Acara piknik dadakan ini pun ditutup dengan mampir ke toko sepatu yang ternyata toko olahraga, dan emang dasar cewek ya membeli barang bukan karena butuh tapi karena pengen. Maka yang tujuan awal mau beli sepatu kets eh ngelirik perlengkapan renang dan malah yang terbeli adalah dua penutup kepala untuk renang dan kacamata renang🏊🏊🏊*maklum berhubung musim panas akan tiba, jadi printilan2 untuk renang harus disiapkan sejak sekarang #alibinya perempuan*

Setelah itu? PULANG!
Iya, jam sudah menunjukan pukul setengah 9 malam dan kita masih terdampar di Muqottom😉, sepanjang perjalanan pulang saya sambil merenung tentang padatnya agenda, kerutinan yang membosankan tapi saya sadar

'Oh mungkin dengan kerutinan yang ada sekarang saya jadi lebih mensyukuri hal-hal kecil, seperti rekreasi dadakan ke jabal muqotom ini, atau jalan-jalan ke dokter gigi kemudian dilanjut ke dokter mata aja udah cukup untuk merefresh hati, atau seperti makan malam dirumah menjadi sesuatu yang sangat dinanti, menyapa adik-adik di rumah seperti sebuah kewajiban mengingat intensitas bertemu hanya sekedarnya dan masih banyak hal lain yang justru semakin membuat saya bersyukur'

Pada akhirnya tulisan ini saya tutup dengan mengutip salah satu ayat
لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد (ayat quran)

Tisbah alal khoir🙌

*00:05, 29 maret, sepulang acara DIM yang waktunya ngelebihin jam kuliah*

Share on:

Aktifitas yang padat, istirahat yang cukup, makan yang bergizi

Semuanya tetap tidak bernilai kalau ketika bangun tidur yang terfikirkan pertama kali adalah dunia

Maka dia akan didera kebingungan sepanjang hari (hadis)

Selamat istirahat, Jangan lupa set alarm untuk menyambut hari Jum'at esok 😇

Share on:

Assalamualaykum
Pagi-pagi udah posting, duhh produktif sekali waktumu Ntan! *Postingan curhat*
Judul diatas memang lagi nge hits di kalangan masisir, mengingat akhir-akhir ini ada saja tindak kriminal yang terjadi dan korban utamanya adalah warga asing yang sedang merantau di negeri orang.

Duh, khawatir banget kan kalau-kalau hal2 kaya gitu terjadi pada diri kita, saya aja sempat mikir-mikir kalau pakai tas selempang, diusahakan kalo sedang jalan tas selempang berada di tangan kanan kalau posisi nya tangan kiri ada di sisi jalan, begitu pula sebaliknya. Pokoknya diusahakan jangan sampai ada celah orang bisa narik tas kita.

Selain masalah tas selempang ini, beberapa kali saya mendapat kabar tentang penjambretan yang dilakukan oleh sekelompok orang hitam di titik-titik tertentu yang sepi dari keramaian.
Masalah terparah adalah kekerasan seksual, duhduh..ko serem banget ya?! Korban utamanya jelas akhwat ya.

Dari permasalahan diatas rata-rata memang seringnya yang jadi korban adalah perempuan, yang suka pakai tas selempang? Perempuan.
Yang suka main hape sambil jalan? Perempuan.
Yang suka kena kekerasan seksual? Perempuan.

Nah mungkin darisini lah mulai bermula maraknya antar-mengantar si akhwat oleh si ikhwan ketika malam hari. Tidak dipungkiri juga kalau mahasiswi sini kebanyakan adalah aktivis 'ulung' yang kadang jam organisasinya melebihi jam kuliah di kampus. Jam 9 malam baru selesai aktifitas seperti sudah 'biasa'. Sehingga kadang aktifitas antar mengantar ini sudah merupakan hal yang semestinya terjadi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti diikuti oleh orang mesir sampai flat, sehingga bisa ditandai rumahnya, atau tiba-tiba diajak ngobrol oleh orang mesir atau endingnya sampai di 'culik' sama supir taksi atau di bawa 'kabur' sama tukang tuktuk.

Bahkan dari pihak PPMI pun ada bagian Dewan Keamanan Masisir aka. DKM yang terkadang beralih fungsi jadi pengantar akhwat-akhwat ketika acara baru selesai pukul sekian malam.

Nah, kalau saya sendiri bagaimana? Kerap kali orang meragukan saya ketika saya lebih memilih untuk pulang ke rumah sendiri daripada diantar. Saya tahu mereka bermaksud baik tanpa ada modus apapun *emot lirik* tapi lagi-lagi karena saya memiliki beberapa alasan kenapa saya memilih pulang sendiri atau lebih baik mengajak teman perempuan untuk pulang bareng dan bukan bermaksud sok berani juga, jadi ini alasannya.

1. Selama masih belum terlalu malam, saya masih bisa pulang sediri.
Jam malam versi saya adalah jam sepuluh malam, jadi jika acara selesai sebelum jam 9 saya lebih memilih untuk pulang sendiri.

2. Jalanan menuju rumah saya adalah jalan yang selalu ramai sampai tengah malam, jadi saya tidak terlalu takut untuk pulang malam sendiri.

3. Saya tipikal orang yang tidak suka membuka percakapan dengan orang yang baru dikenal. Kebayang deh kalo diantar sampai rumah bakal 'krik-krik' nya kaya apa, atau dia misalnya membuka pertanyaan tapi bakal saya jawab seadanya.

4. Saya risih kalau jalan sama laki2 harus bersisian, kalaupun terpaksa harus diantar, laki2 harus di depan dan saya di belakang, atau kalaupun terpaksa bersisian jaraknya jauhan, ga peduli juga dibilang kaya lagi marahan kan.

5. Saya tidak suka dianggap akhwat yang suka pulang malam, kecuali memang hal tersebut sangat penting dan menuntut saya untuk pulang larut malam.

Jadi, kalau semisal ada ikhwan yang bilang 'Ntar dibilangnya cowok masisir gak peka' Grrrr..rasanya gue pingin bilang, bukan masalah peka ga peka, tapi selama malam belum terlalu larut, jalanan masih cukup ramai, dan memungkinkan untuk pulang sendiri dan insya Allah selamat sampai rumah rasa-rasanya tidak apa-apa untuk pulang sendirian.

Lain hal kalau kamu baru selesai aktifitas jam 11 malam, lalu waktu itu sedang musim dingin, jalanan rumah kamu sepi, apalagi rawan kejahatan jika musim dingin, nah dalam kondisi seperti ini boleh deh kamu diantar, bahkan minta diantar. Tapi lagi-lagi 'diusahakan' jangan sampai jalan berdua, kamu sendiri dan si ikhwan sendiri, menjaga diri dari fitnah itu lebih baik.

Kalau ada yang dengan nyinyir bilang 'yaelah aturannya ribet banget sih, orang cuma nganterin doang ga ngapa2in!' Rasanya pengen ketawa dan bilang, 'setan kan masuk dari mana aja mas, awalnya anterin pulang, lalu setelah itu wasapan nanya udah masuk rumah?, lalu setelah itu bla..bla..bla'

Sekali lagi, menjaga diri dari fitnah itu lebih baik.

Bahkan karena terlalu seringnya saya pulang sendiri akhir-akhir ini sekitar pukul 8 atau 9 malam, ada salah satu ustadz yag sudah berkeluarga waktu sedang jalan malam dengan istrinya, beliau nyeletuk 'si Intan saya lihat pulang sendiri terus kalau malam'
Dalam hati, 'wah..wah ini semacam sindiran atau bagaimana ya?!'
Tapi saya hanya menjawab, 'ya masa harus diantar cowok'
Istrinya hanya tertawa mendengar jawaban saya.

Jadi, untuk akhwat-akhwat yang biasa beraktifitas sampai malam, coba deh punya batasan waktu sendiri *terkadang saya iri dengan anak asrama yang sudah ditentukan jam malamnya* jadi ga perlu ada drama untuk nolak diantar *pengalaman pribadi* karena malam pun belum larut banget, gak perlu ada sungkan atau seperti apa, bahkan kadang saya heran dengan sidang yang berlangsung sampai pukul 12 malam, tiga pagi, Allahu..itu sidang apa mau ronda mas ><
Seharusnya hal-hal seperti ini jadi permasalahan bersama, agenda-agenda yang sampai larut malam dibatasi, bahkan dikurangi, kalau bisa akhwat-akhwat itu isya sudah ada di rumah masing-masing, 'kalau bisa'

Kebayang gak sih gimana nanti ketika sudah berkeluarga tapi jam 8 malam kita sbagai istri masih di luar rumah tapi suami pulang kerjanya sudah dari jam 5 sore?
Maka dari itu harus dibiasakan dari sekarang juga sepertinya, sudah di rumah maksimal waktu Isya. Semoga.

Baca juga: Mebentuk kebiasaan tidak tidur pagi

Jadi pulang malam sendirian bahaya ga? Tergantung.. Selama tidak memberikan peluang kepada para kriminil, dan tidak lupa dzikir insya Allah aman. Karena Allah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Hasbunallah wa Ni'mal Wakil.
Share on:

Assalamualaykum

Apaan tuh? Jadi gerakan ini adalah inisiatif bersama *saya dan beberapa kawan* untuk menyikapi 'kebiasaan' jelek yang sudah hampir mendarah daging *okefix ini lebay*

Karena 'dulu' tidur pagi atau tidur setelah sholat shubuh itu semacam penambah energi untuk aktifitas harian yang padat tak terkira, 'kalo gak tidur pagi tuh malah pusing' ucap si A saat itu, dilain hal si B bilang 'tidur pagi itu biar gak ngantuk kuliahnya' dan segudang alasan lainnya yang membuat tidur pagi itu semacam aktifitas pagi yang tidak boleh terlewatkan..haha macam sholat shubuh yang kalo kesiangan malah bikin kezel.

Nah, dimulai dari kesadaran kami semua kalo tidur pagi itu malah bikin lemes *kata si B pun mengakui* kalo tidur pagi itu bikin jadwal yang udah dibuat di malam hari jadi kacau, kalo tidur pagi itu bikin bablas dhuha *ini kalo yang tidur paginya ampe masuk waktu Zuhur* kalo tidur pagi rezeki dipatok ayam *kata orangtua* kalo tidur pagi itu menyia-nyiakan waktu yang berkah *hadis nabi yang maknanya beliau memohon kepada Allah untuk memberikan keberkahan okepada umatnya di waktu pagi* maka tercetuslah ide untuk membuat gerakan ini.

Gerakan ini dinamakan Gerakan Anti Tidur Pagi atau disingkat sebagai Gerakan ATP. Berhubung tidur pagi itu merupakan kebiasaan yang hampir mendarah daging, jadi kami menargetkan waktu gerakan ini selama 40 hari.
Kenapa harus 40 hari? Karena katanya *lupa kata siapa* kalo kita bisa melaksanakan sesuatu selama 40 hari berturut-turut tanpa absen, maka di hari ke 41 ketika kita tidak mengerjakan hal tersebut maka akan terasa seperti ada yang 'kurang'. Maka dari situlah kami menargetkan selama 40 hari.

Kalau semisal absen gimana? alias ketiduran? Hehe ya ada sanksi yaitu RESENSI 1 BUKU dengan judul apapun. *serem ya*

Saat ini, gerakan ATP telah berlangsung selama 14 hari, masih tersisa 26 hari lagi.
Ada yang absen? ADA..hahaha
semua anggota 'kayanya' pernah kebablasan tidur pagi, tapi namanya membangun kebiasaan itu memang tidak mudah tapi harus tetap berusaha,
dan seharusnya minimal sudah ada sepuluh resensi buku tapi... gagal *Hahaha*
komitmen untuk membentuk kebiasaan sudah ada, tapi terikat dengan sanksi? Haha masih gak mau!

Saya masih inget cerita si A ketika hari pertama:
' Awalnya memang bersemangat, shalat shubuh, dilanjut dengan adzkar pagi, sekaligus laporan Odoj, setelah itu? Kalo kemarin langsung tidur lagi tapi sekarang sedia air segelas disamping kasur, *buat apa hayo* buat percikin mata kalo tetiba merem..KEREN! Sampai tiba-tiba tanpa sadar waktu dhuha tiba dan...hari pertama pun terlewati Alhamdulillah.

Lain lagi dengan si B, hari pertama kebetulan dia piket masak jadi gak mungkin tidur pagi, tapi biasanya setelah masak dia tidur tapi demi membentuk kebiasaan dia memilih untuk setel laptop dan..nonton 'yang penting ga tidur pagi' pikir dia.

Bagaimanapun caranya kami2 ini berhasil melewati dua minggu *absen dikit* tanpa tidur pagi, ya mungkin walaupun baru beberapa persen yang menjadikan waktu paginya jadi lebih produktif, minimal waktu pagi kita tak hanya menjadi 'mayat' yang bergelung dibawah tebalnya selimut.

Finally, Doakan kami ya semoga kebiasaan baik ini terus berlanjut, bisa komitmen dengan iqob, karena jujur saja beberapa hari ini karena kesibukan yang menyebabkan tidur larut menjadikan tidur pagi itu bak nikmat tak terkira *hehe*
dan kalau kalau ada yang mau ikut gabung gerakan ini silahkan lho ya.. ga pake izin, karena perbuatan baik itu munculnya ya dari diri sendiri, dan membentuk sebuah kebiasaan baru itu nggak cukup dengan sehari dua hari.

Jadi, kamu masih pengen tidur pagi? :D

Share on:

Assalamualaykum

Dulu, saat ditawarkan untuk jadi murid di sekolah wihdah saya hanya mengangguk setuju tanpa fikir panjang *tidak mau berfikir akan seperti apa natinya* saya nyatakan kesediaan diri untuk sekolah disana selama satu tahun. Iya sekolahnya cepat, tapi pelajarannya banyak.

Sekolah Wihdah sama seperti sekolah-sekolah lain, ada guru, ada murid, ada peer, ada kepala sekolah, ada jadwal pelajaran, ada penilaian akademis, dan di akhir ada bagi rapot.

Sekolah Wihdah di kepala sekolahi oleh Zakiah Rahmah *calon pegantin 20 maret nanti*

Staf pengajar tertulis ada 35 orang, tapi yang tidak tertulis banyak, tidak terhitung

Muridnya adalah saya, dan mungkin beberapa orang yang menganggap wihdah itu sekolah

Sekolah wihdah juga memberlakukan sistim peer, tapi bedanya peer tidak ditulis di buku tulis, tapi berupa program kerja yang harus diselesaikan sesuai dengan deadline. Peer juga kadag berupa hal-hal yang kasat mata, seperti peer menumbuhkan semangat para staf pengajar yang kadang loyo ditengah-tengah semester.

Sistim pelajaran di sekolah wihdah tidak seperti sekolah pada umumnya, mata pelajarannya tidak menentu.
Kadang kita diajarkan tentang Sense of belonging ketika dirasa grup2 whatsapp sedang sepi, celetukan-celetukan ringan tak berbalas, staf sudah mulai acuh dengan eksistensi sekolah.

Lain waktu kita diajarkan untuk Percaya diri, ditunjuk ditempat untuk memberikan sambutan tanpa persiapan, atau disaat dimintai pendapat lalu keringat dingin karena gagap berkata-kata.
Atau ketika ada musyawarah, kita diajari untuk menghargai usul dan pendapat orang lain kemudian legowo dengan hasil kesepakatan.

Dilain hal kita diajari untuk bisa memanage waktu, rapat sekolah jam sekian, kemudian dilanjut undangan untuk menghadiri acara ditempat lain, sementara tugas utama kuliah di skip untuk sementara.

Pernah kita diajari untuk tidak lalai walaupun hanya kesalahan sepele tapi efeknya menambahkan jadwal rapat dua kali rapat dengan hasil sama, walaupun tidak melegakan salah satu pihak.

Sekolah wihdah mengajari kita bagaimana bisa jadi wanita yang gesit, luwes, tapi tetap anggung sebagai wanita.

Sekolah Wihdah mengajarkan kita untuk tetap mengedepankan maslahat bersama dibanding kepuasan pribadi.

Sekolah Wihdah mendikte kita untuk bisa teratur dalam rutinitas harian sekolah.

Sekolah Wihdah mengajari kita bagaimanapun sulitnya kita mengajak orang lain untuk ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan tapi kita tetap harus berusaha walaupun endingnya kita tetap kalah.

Sekolah Wihdah mengajarkan kita bagaimana seharusnya wanita bersikap sebagai calon Ibu dengan segala pernak-perniknya.

Sekolah Wihdah mengajarkan kita untuk tetap mengontrol emosi saat dua mulut bersuara lantang menyuarakan haknya.

Kepala sekolah turut andil banyak demi eksistensi sekolah ini, didampingi wakil kepsek mereka senantiasa menumbuhkan benih-benih asa, seakan berkata 'sabar! Tinggal beberapa saat lagi kita bagi rapot'

Kegiatan demi kegiatan berhasil dilaksanakan, peluh lelah staf pegajar demi persiapan acara terpancar jelas, emosi yang mudah tersulut ketika lelah bisa diredam hanya dengan sapaan 'apakabar? Semoga Allah ganti lelah kita dengan surga'
'Jangan lupa istirahat'
'Jangan lupa makan'

Tapi sekolah ini tidak melulu stafnya dituntut untuk bekerja, ada saatnya mengadakan jalan-jalan untuk merefresh staf pengajar, terpilihlah Alexandria hanya untuk sekedar menjaga kewarasan dari padatnya agenda.

Kita ingat dahulu, ketika pembagian rapot tengah semester nilai kita baik2 saja, hanya ikatan hati para staf belum baik2 saja, masih ada sekat.

Seiring berjalannya waktu, Azhari Backpacker, Sekolah Calon Ibu, tahniah, Wihdah euphoria serta acara kedinasan lainnya yang ternyata menguras tenaga bisa menumbuhkan rasa saling memiliki walau masih ada segelintir staf yang tidak mau 'memiliki'

Kita ingat menjelang pembagian rapot tengah semester, tiga kegiatan harus dilaksanakan hanya dalam waktu satu bulan, dan ternyata...KITA BISA, padahal saat itu kepala sekolah sedang dinas di luar negeri *yang ternyata cikal bakal cerita hidupnya kelak*

Kita pernah merasa tidak dihargai oleh beberapa orang, tapi tidak lantas membuat kita mundur alias resign dari sekolah ini, bahkan ini jadi evaluasi bersama

Hingga sampailah diujung semester, H-sebulan pembagian rapot (LPJ)
Tersisa satu agenda akhir sebagai ucapan perpisahan menandakan akan ada kepala sekolah serta staf baru yang akan menjabat satu tahun kedepan.
Terlaksanalah Wihdah Euphoria, sebagai dedikasi kedua terakhir sebelum megerahkan sekuat tenaga untuk bisa lulus ujian akhir.

H-1 pembagian rapot, sebagian staf terjebak di kantor demi persiapan UAS, kenangan paling akhir, mabit di kantor demi beberapa bundel laporan. Di lain tempat masih dengan waktu yang sama dua orang staf mengejar deadline, mereka lebih parah belum ada bundel yang tercetak sama sekali, masih dalam bentuk soft file.
Sampai tiba waktu fajar, pejuang2 UAS bangun dengan mata masih setengah melek, lanjut mencetak bundel kemudian baru selesai semuanya pukul 10 pagi.

Pukul 11 siang acara dimulai berlangsung dengan sedikit degdegan, dicampur rasa khawatir, ditambahkan bumbu cantik lewat peserta ujian berjilbab emas, sampai di akhir terucaplah kata 'Laporan diterima...' dari para pegawas dan serentak semua staf berucap 'Alhamdulillah'

Alhamdulillah, kita telah lulus dari sekolah wihdah dengan hasil memuaskan. Pelajaran berharga dengan setumpuk pengalaman semoga bisa menjadi bekal untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

Alhamdulillah amanah selesai.
*lambaikan tangan pada revisi..hehe*

NB: curahan hati mantan bendahara :)

Share on:

Assalamualaykum

'Kalau kamu ingin agar ilmu mu tidak hilang maka ikatlah dengan menulis' -Umar bin Khottob-

Beranjak dari kutipan tersebut, saya berinisiatif untuk rajin menulis, nulis apapun sih sebenernya karena saya pun masih pemula baget yang update blog kalo ada moment doang, *eh itupun kalo inget dan ga malas* postingan saya masih seputar pengalaman-pengalaman pribadi kaya naik kuda di Giza ataupun liburan ke Dream Park.

Tapi kedepannya saya pengen blog saya rada berisi denga adanya rubrik masalah fiqh *uwowwow* secara kan fikih itu masalah kehidupan sehari-hari banget, hukum ini apa, hukum itu apa, tapi ya masih wacana juga, semoga cepat terealisasi amiinn. *buru2 cari buku referensi*

Haha muqoddimahnya kepanjangan, intinya kenapa saya menulis?

1. Menyalurkan fikiran, karena kalo fikiran tidak disalurkan baik melalui bicara atau tulisan maka akan full alias bisa stres

2. Berbagi Moment, yang ini iya banget kan apalagi kalo ada moment berkesan rasa-rasanya kok sayang ya kalo dilewatkan tanpa ada kenangan

3. Menghidupkan Blog *sungkem sama yang buatin* Sayang kan kalo wadah udah ada tapi ga diisi apa-apa, padahal draft di otak minta dikeluarin, macem ada magkok kosong, mi ayam nya udah ada, bumbunya komplit tapi males ngeracik, udah aja itu mangkok kosong ampe negara api meyerang *abaikan*

4. Pamer Foto *hahaha*

5. Latihan jadi blogger yang baik, yang tulisannya sedap dibaca, yang tulisannya jujur apa adanya, yang setiap tulisannya ada manfaat yang bisa dipetik *amiiinn* Duhduh kalo yang ini saya berharap banget, secara alasan utama saya buat blog karena inspirasi dari blogger-blogger harian yang konsisten posting sehari satu tulisan, dan mereka rata-rata emak2 *saluutt*

6. Penyaluran opini *duhh macam penulis beneran aja kita*

7. Agar suatu saat menulis itu jadi candu, yang kalo gak nulis sehari rasanya kaya sakau

8. Supaya banyak baca buku, Nah ininih..
Punya niat mau rajin nulis, tapi baca buku ga pernah..Helloww! Biar tulisan makin terarah dan isinya gak itu lagi-itu lagi

Jadi? Ayo mulai update blog kamu nak! *kaca mana kaca*

Cairo, gak niat bolos kuliah malah kebablasan beneran ><


Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Hamil
  • Keluhan saat hamil
  • Mine
  • Wihdah Hamasah
latest posts
latest comments

Blog Archive

  • ►  2020 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ▼  2016 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ▼  March (7)
      • Dibalik cantiknya Revisi si Orange
      • Kerutinan (melelahkan) yang berbuah Syukur
      • Selamat Malam, Selamat Istirahat
      • Akhwat Pulang Malam Sendiri, Bahaya?
      • Gerakan Anti Tidur Pagi *40 hari*
      • Sekolah itu bernama WIHDAH
      • Alasan Nulis di Blog
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)

Report Abuse

About Me

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

  • Home
Powered by Blogger.
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates