Assalamualaykum!

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

Cairo-Jakarta-Depok

Pengalaman Hamil Mahira

Trisemester pertama, alhamdulillah tidak ada muntah sama sekali, hanya mual dan ga nafsu makan, mau makan cuma makanan yang berk...

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Assalamualaykum,

*claim dulu, cerita ini hanya untuk dijadikan ibroh dan tidak untuk ditiru (over bagasinya)*

Ini cerita dua hari lalu, jadi dibalik foto senyum, sedih, haru depan bandara ada kejadian hampir buat aku speechless di dalam bandara. Menganggap everythings gonna be okay. Bagasi over? No problem. Ga punya visa? No problem.

Eh, ternyata? Malang nasib mu nak!

Qadarullah ma sya a fa'al kalau kata si Masri mah.

Jadi begini ceritanya,
Aku pulang ke Indo terakhir 2014, bagasi nggak lebih dari 25 kg saja dari batas maksimal 30 kg. Nah, kemarin maksimal bagasi 46 kg. Udah banyak ya seharusnya. Tapi diriku bawa kitab dong ya, banyak. Alhasil pas ditimbang di rumah sebelum ke bandara juga bakal over sih, sampe 9 kg.
Pekan lalu, temanku berhasil lewat bagasi dengan over mencapai 10 kg *tidak patut ditiru*. Karena dia lolos itu lah aku jadi agak pede dengan bagasi yang over itu, dan hasil ngobrol dengan kawan-kawan juga kalau ternyata masalah bagasi kalau dari cairo-jakarta itu bukan masalah besar, banyak pengalaman yang mereka lolos aja bagasinya walaupun over kiloannya.

Justru yang aku takutkan adalah masalah visa, aku pulang tanpa visa. Visaku expired 19 desember dan aku pulang 24 desember.

Singkat cerita, aku check in, ketika ditimbang ternyata over dan petugas bagasinya gak bisa dilobi. Kalau mau diangkut semua bayar 230 dolar, atau ya tinggalkan sebagian barang sampai mencapai angka 46 kg. Hampir panik, coba menghubungi temen yang masih stay di bandara dan alhamdulillah berhasil. Keluarin buku-buku yang mungkin mencapai 10 kg dan langsung diangkut balik ke flat.

Kembali check in dan berhasil. Bagasi lolos, kemudian shalat ashar baru setelah itu ke imigrasi, antri, diurus sama senior dan alhamdulillah lancar hingga seterusnya.

Nah ketika agak senggang, sambil nunggu buat masuk ke waiting room tiba-tiba aku teringat tentang hari perhitungan nanti.

Aku coba membayangkan, pas aku over bagasi aja aku panik, namun alhamdulillahnya aku udah siaga untuk minta maryam (temanku yang stand by di bandara) stay sampai urusan bagasi dan imigrasi lancar. Panik ku sudah ternetralisir lah ya.

Tapi ketika hari perhitungan nanti, saat aku tiba di hadapan Allah kemudian Allah bilang, 'kalau mau masuk syurga, amalan kebaikan mu harus lebih besar dibanding dosa mu' maka kepada siapa aku akan melimpahkan dosa ku tersebut? Panik? Pasti. Takut? Pasti. Mungkin level kepanikannya beratus-ratus kali lipat dari panik di dunia. Gimana enggak, wong ancamannya lempar ke neraka. Kan, kalo bagasi ancamannya paling bayar sekian dolar, banter2 kalo keukeuh ya ketinggaln pesawat.
*Walaupun masuk syurga itu bukan karena amalan kita, tapi lebih karena kasih sayang Allah lah kita dimasukkan ke syurga*

Pas di bandara kemarin kan ada maryam yang siap angkut kitab ku yang tebal itu balik ke flat, kalau pas yaumul hisab siapa pula yang mau nolong kalau dosaku lebih banyak? Aku kan sendiri, bahkan dengan orang tua yang ikatannya darah saja bakal saling tidak perduli, pasangan? Teman? Tidak ada yang peduli. Karena nanti aku benar-benar sendiri dan hanya amal yang menemani.

Jadi berterimakasih kepada petugas bagasi dari Etihad, aku jadi bisa berfikir lebih jauh. Yha walau sebelumnya agak dongkol gimana gitu ya. Maafkan ya mba-mba petugas.


Share on:

Assalamualaykum,

Malam tadi sekitar pukul sepuluh lewat sekian, ibu sedang berkutat dengan nasi hasil aronan, daun pisang dan isian untuk lontong. Di depannya sudah ada nampan berisi tumpukan lontong yang siap kukus. Kemudian aku yang baru keluar dari kamar mandi (bersih-bersih sebelum tidur) langsung dipanggil

Ibu : Dek bisa bungkus lontong?
Aku : bisa *jawabnya mantap kali kan*

Aku ambil dua lapis daun pisang, satu ukuran rada lebar taro di atas tangan dan dilapis dengan daun pisang agak kecil, kemudian ambil nasi aron sesendok, pipihkan di atas daun pisang, ambil isian, gulung..gulung, dan...bingung *zonk*
Eh ini gimana ngelipetnya ya?

'Yah masa gitu doang ga bisa' *Backsound belakang*

Diajarin sama ibu cara lipetnya.

Coba lagi sendiri, masih salah. Efeknya lontong lipatanku gak bisa dilipet karena terlalu panjang alias nasinya memanjang *nahlho bingung ga tuh* pokoknya jadi gak bisa dilipet. Diambil ibu dan kemudian dibungkus sampe rapih.

Coba lagi, sambil diajarin cara lipetnya (lagi) masih gagal. Daun plastiknya kebelah.

Ternyata ngebungkus (atau ngelipat) lontong itu agak sulit ya.

Sampai cobaan ke 3, ibu bilang 'sudah lumayan, tapi perlu dirapihkan lagi sedikit'
*ini semacam kalau kita lagi buat prakarya jaman sd kemudian gurunya bilang 'gambarmu sudah bagus tapi..'

Nah, kan ada tapinya. Intinya mana?
.
.
.
Jadi, intinya ngebungkus lontong yang keliatannya (KELIATANNYA) kayak gampang aja ternyata sulit, apalagi masalah-masalah dalam hidup, lebih njelimet. Butuh gagal berkali-kali dulu baru nemuin solusi.
Gak langsung coba sekali langsung bagus lipetan lontongnya, butuh percobaan ke satu, dua, tiga, empat, lima *eh kok malah ngitung?* baru deh sukses.

dan buat yang akan ujian 31 besok, mungkin sama juga kaya proses belajar lipet lontong, butuh baca sekali, dua kali, tiga kali, empat kali sampai sekian kali baru bisa hafal. Ndak langsung sekali baca muqarrar bisa jawab soal azhar.
*Kalau ada yang kaya gitu, mungkin dia jenius..hehe*

Jadi, lanjut lipet lontong lagi gak nih? Ndak ding, lontongnya siap dikukus untuk pengajian ibu besok pagi.

Dini hari,
Citayem, 00:58 *edisi masih jetlag*

Share on:

Assalamualaykum Hai.

Sudah 4 tahun lebih 1 bulan kurang 4 hari aku tinggal di sini *yhaa ribet*, jadi ceritanya dua hari lalu badan sempat ngedrop, faktor dua hari berturut-turut pergi pagi pulang sore sampai akhirnya radang sepanjang hari, kepala pusing, dan perut mual-mual *positif gak nih* ahaha

Wasap ibu, *udah kebiasaan kalo sakit walaupun sakitnya remeh temeh tapi doa ibu selalu manjur melebihi obat paling ampuh sekalipun*

A: aku sakit bu
I: sakit apa
A: radang menjelang flu (siklus rutinannya adalah, tenggorokan sakit→badan pegal-pegal→pilek berkepanjangan→hidung tersumbat dibarengi dengan batuk yang bunyinya sangat menyayat hati)
I: istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak jangan lupa minum obat

(Sebelum chat nasihat ini ada dimarahinnya lah yha pasti, kayak "pasti kecapekan, tubuhnya tuh butuh istirahat, atau jangan makan sambel mulu deh ya")

I: sudah ya ibu masih ada kerjaan di dapur, syafakillah.

-Esok hari-

I: gimana dek sudah sembuh?
A: telfon yaa
I: sudah makan belum? (di telpon)
~Backsound di belakang suara ibu~
Ayah: masa mau pulang sakit? Sakit kangen kali tuh
Najib: katanya mau pulang kok sakit? Itu cece kebanyakan makan sambel makanya sakit *dengan gaya tengilnya mencoba menasehati*
I: mau bubur ayam?
*mau banget, tapi kalo sore disini ga ada*

Selebihnya obrolan absurd tentang-kenapa-yang-ditawarin-calon-anak-pertama-bukan-anak-kedua *abaikan*

Ya bangetttttt sakitku sakit malarindu, yang sembuhnya hanya bisa pakai bubur ayam dan usapan ibu *klise*


Cairo, angin sepoi pagi hari dan awan lagi mendung-mendungnya. Romantis :*

Share on:

Ruqyah
Sakit badan biasa:Baca alfatihah berulang2 kali,
ayat kursi, tri qul

Penyakit uang berhubungab dengan metafisika atau alam ghaib
(Izin Allah dan ridho Allah itu berbeda)
Orang yang kena sihir
Orang yang terlanjur belajar sihir
Orang yang disukai oleh jin

Apa itu sihir? Sihir adalah semacam kontrak kerjasama antara manusia dengan setan untuk melakukan kejahatan yang melanggar syariat, sifatnya bukan sukarela tapi saling memberi upah,
*tugas: tadabur surat al jin*

Bentuknya seperti apa:
※ orang belajar sihir kecil-kecilan, misal suka sama perempuan kemudian ditulis ditangan nama lk2 terus ayat laqod hammat bihi wa hamma biha kmudian nama perempuannya..jadilah pelet

Syaikh Abdu Salam Badi

Bagaimana cara meruqyah
※ Perempuan harus sama perempuan, dan laki-laki harus dengan laki-laki
※ orang yang meruqyah yakin kalau dia bersih dari jin (baik tidak kena sihir, belajar sihir, atau tidak disukai jin)
※ mental peruqyah harus berani
※ bacaan quran harus sesuai tajwidnya
※ kondisikan ruangan, harus bersih, wangi
※ kondisikan anggota keluarganya, pahamkan apa itu ruqyah syariyah
※ yang diruqyah harus taubat, misal yang perokok harus berhenti merokok seratus persen. Yang jarang shalat harus total shalatnya. Yang tidak pakai hijab harus pakai hijab. Karena sia2 saja setelah meruqyah masuk lagi jinnya.
※ selama masa ruqyah, yang diruqyah harus mau hidup sesuai syariat, potong kuku, hisholul asyrah, masuk ke hamam kaki kiri, keluar kaki kanan, harus shalat di masjid 5 waktu
※ peruqyah harus memperhatikan adab syari seperti yang diajarkan kepada yg diruqyah
※ sebelum meruqyah, peruqyah harus adzkar dulu paginya, tilawah satu juz, baca laa ilaha illah wahdahula syarikalah lahul mulku.. minimal 100x (sorenya juga), kalau belum bisa jangan ruqyah dulu hari itu
※ Semua ayat alquran bisa dijadikan ruqyah, tapi yang paling ampuh adalah alfatihah, ayat kursi, tri qul dan ayat2 tauhid (diulang2)
※

Share on:

Ketika Sakit ada 6 hal yang harus              diperhatikan:

※Ingatkan tentang shalat
※Sunnah Rasul utk mengobati org sakit, harus ikhtiar semaksimal mungkin baru setelah itu tawakal
※Ketika lagi sakit, membayarkan hutang, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besarKetika Sakit ada 6 hal yang harus              diperhatikan:

※Ingatkan tentang shalat
※Sunnah Rasul utk mengobati org sakit, harus ikhtiar semaksimal mungkin baru setelah itu tawakal
※Ketika lagi sakit, membayarkan hutang, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar
※Wasiat rasul kepada ibnu umar--- jangan kamu tidur sebelum kamu mencatat hutang mu
※Ingatkan tentang taubat bagi orang yang sakit, ajak banyak membaca istighfar, kalau anak sakit jangan langsung dibawa ke dokter-- jadi langsung wudhu dan shalat dua rakaat setelah itu istighfar dan baca alfatihah sampai 100x. Alfatihah sangat mujarab
※Tanyakan wasiat apa yang harus dilakukan
※Ingatkan tentang nadzar

                    Saat Sakaratul Maut

※و جاءت سكرة الموت بالحق ذلك ما كنت منه تحيد

※ketika Allah ingin menggugurkan dosa hambanya (org mukmin) maka Allah berikan ia sakit, dan saat belum gugur juga maka Allah beratkan dia sakaratul maut, kalaupun bukan menggugurkan maka sakaratul maut ini meninggikan derajatnya (tadzkiratul maut, Imam Qurthubi)

※لقنوا موتكم
Baca talqinnya pelan-pelan, satu orang cukup yang menemani dan jika sudah terlihat tanda-tanda menggumamkan laa ilaha illa allah maka cukup, seperti kata Rasul,
من كان اخر كلامه لا اله الا الله دخل الجنة

Abu jur'ah Arrazi, ketika beliau dalam keadaan sakaratul maut, muridnya mendatangi dan berniat utk membaca hadis dan disalah-salahkan, kemudian Abu Jur'ah minta disandarkan dan membaca hadis di atas sebelum kalimat dakhalal jannah beliau meninggal.

※Bacakan yasin dan Arra'du, supaya yang sedang sakaratul maut terlihat seperti orang yang tidur sambil ngorok (meringankan sakaratul maut)

Kalau bisa setiap hari kita baca yasin, supaya nanti terbiasa baca yasin pada saat sakaratul maut

※Dibiarkan dalam keadaan tenang, jangan disentuh2 dibiarkan saja.

                      Setelah meninggal

※ucapkan kalimat istirja'
※Boleh menangis asalkan tidak meratap (tidak mengeluarkan kata-kata yang dimurkai Allah)
رحمة أدخله الله في قلب المؤمن
Jadi tidak apa2 kalau ada yang menangis, karena itu bentuk kasih sayang.

★pastikan dia sudah meninggal
★ditutupkan matanya, karena normalnya setiap yg meninggal matanya terbuka
Kata Rasul: al aynu tattabi'u ruha 'inda khurujiha

★ikat rahangnya dekat kain
★luruskan seluruh persendian
★sedekapkan tangannya seperti solat
★rapatkan kaki, dan ikat di sesama jempol kakinya
★Bersihkan seluruh tubuhnya, lepaskan seluruh pakaiannya

(tadabur surat yusuf ketika para ratu memotong2 tangan mereka karena terpukau dengan ketampanan nabi yusuf)

★setelah ruh keluar, semua anggota tubuh menjadi aurat (bukan aurat mughalazoh, hanya saja tidak pantas untuk tidak dilihat-- seperti orang yang masib hidup lalu jalan-jalan hanya dengan celana saja tanpa baju)
Jangan biasakan membuka muka untuk dilihat, karena trgantung org yang melihat apakah dia menyukai mayat atau tidak

★kabarin handai taulan, nangis boleh tapi tidak meratap

                          Memandikan

◎sediakan tempat yg kondusif utk memandikan mayat, tempat tertutup
◎sediakan air yg cukup banyak
◎laki2 mandiin laki2
Pr mandiin pr, istri boleh mandiin suami
Abu bakar berwasiat utk dimandikan asma binti umayyis ketika meninggal
◎Bismillah wa 'alaa millati rasulillah (doa yang dibaca saat ingin mengguyur mayat)
◎Rasul bilang, boleh mandi 3x, 5x, 7x sampai kalian puas
(Ketika mandi yg kedua kali miringkan ke kiri, posisi badan kanan ada di atas)
◎Adab mengguyur mayat pakai gayung diusahakan jangan pakai selang
◎INGAT aurat mugholazohnya harus ditutupi

                         Mengkafani

-3 lapis diluar, sarung (laki-laki)
-5 lapis (4 lapis luar, 1 lapis dalam berisi sarung dari pusar sampai lutut, baju, kepala)--perempuan

※SUNNAH, olesi parfum di anggota sujud
※Untuk kapas, tidak dianjurkan hidungnya saja tapi keseluruhan wajahnya
Ikatan ini tidak ada aturan

                         Shalat Jenazah

※Sholat 4x takbir: Alfatihah, shalawat ibrahimiyah, doa untuk mayat, doa untuk umat islam
※Utk orang awam yang tidak hafal bacaan shalat jenazah:
1. Alfatihah
2. Sholawat
3. allahummagfirlahu (boleh berkali2)
4. Kalau ga bisa allahumma laa tahrimna ajrahu, maka baca rabbigfirli waliwalidayya... atau robbana atina fiddunya...

Letak mayat saat shalat: kalau imam sejajar dengan kepala mayat laki-laki, kalau mayatnya perempuan maka imam sejajar dengan perut mayat pr.

                 Menguburkan mayat

Macam-macam kuburan: syaq ada lahad

※Syaq itu di dasar tanah dibuat lagi lubang ditengah seukuran tubuh

※Kalau lahad, gali lubang menjorok ke samping arah kiblat, kmudian papannya ada di samping

Yg lebih afdhal itu lahad, karena nabi dikubur dengan lahad
Dan juga kalau syaq nanti yg menguburkan berdiri diatas mayat

※WAJIB menghadapkan mayat ke kiblat saat penguburan, seperti wajibnya shalat menghadap kiblat.
Kalau ternyata sudah dikubur dan salah kiblat dan kira2 mayat belum hancur maka harus digali lagi

※Setelah dikuburkan, maka didoakan
Nah mendoakannya ini lamanya seperti org yg menyembelih kurban lalu dikuliti kmudian di cincang2, kurleb 20 menit

※Dan urutannya selesaikan dulu penguburan baru di doakan jangan disambil, sambil nguburin sambil didoain

Q&A

Q: Hukum menunda2 penguburan
A: tidak boleh, kata Aisyah

--Selagi tidak sampai merusak tubuh mayat maka tidak apa2, jangan sampai membusuk shingga merusak nama baiknya
Kata Rasul

Q: niat memandikan jenazah,
A: utk yg memandikan cukup niat dalam hati kalau dia mau memandikan

Q: masalah bunga yg ditabur diatas kuburan
A: adat Bukan masalah bid'ah atau apa, tapi hanya utk menyenangkan org yg tinggal
(Menjaga pemandangan orang yang hidup) bukan li ajlil mayyit tapi li ajlil hay

Q: ziarah kubur musim idul fitri
A: Utk berkumpul dngan org yg kita cintai, bukan hal yang berkaitan dengan ibadah

Q: batasan shalat ghaib, setelah dikuburkan
A: Batasnya boleh, maksimal 1 bulan

Q: kalau mandi pakai air apa?
A: Harus pakai air muthlaq

Q: suami istri boleh saling memandikan saat mandi jenazah, tapi kan kalo sentuhan batal wudhunya
A: tergantung madzhab

Q: kalau kecelakaan
A: lakukan yang bisa dilakukan, cara mandiinnya cukup dengan mengalirkan air saja

Q: mencium mayat hukumnya?
A: hanya untuk mahram, sebelum dimandikan

Q: kalau mayat hancur karena kecelakaan, dan hanya tangan saja, shalatnya gimana?
A: kalaupun di shalati saja namanya shalat ghaib, kalau dikuburkan kan tidak diketahui kepalanya. Jadi bisa dikuburkan jika kepalanya diketahui. Tapi kalau tangan saja juga perlu dikafani

Q: kewajiban setelah menguburkan
A: mendoakan sebanyak-banyaknya

Q: hukum 7 hari, 40 hari, 1000 hari
A: apakah 7 hari dkk ini kepentingan siapa? Apakah kepentingan mayat, kalau iya maka harus didoakan saja, sedekah atas nama dia dan kemudian beri makan untuk faqir miskin. Atau undang anak panti asuhan makan di rumah kita.
Kalau kepentingan keluarga atau ustad yg di sekitar kampung? Silahkan pikir sendiri, membebani keluarga dengan memgeluarkan harta, bisa jadi malah memambah hutang.

Q: potong kuku dan bulu2 yg ada di mayat gmna?
A: menurut syafiiyah ahsan dipotong dan dicabut kukunya

Q: yang haid meninggal?
A: wajib dishalatkan karena haidnya berhenti saat meninggal

Q:angkat tangan ketika takbir shalat jenazah
A: boleh angkat tangan dan boleh tidak, riwayat abdullah bin abbas ketika tidak angkat tangan, riwayat ibnu umar angkat tangan

Q: boleh mentalqinkan setelah dikubur
A: boleh

Share on:
Share on:


Assalamualaykum,

Dapet salam dari yang baru wisuda HAHAHA, jadi gini ceritanya:
kuliah di Azhar itu gak ada acara wisuda resminya, jadi setelah kamu ujian kemudian nunggu nilai turun dan kamu dinyatakan lulus yaudah lulus aja gitu, ga ada wisuda pelepasan alias masa belajar kamu selama 4 tahun selesai dengan diumumkannya nilai akhir.

Nah, kebetulan temen-temen mesir saya gak mau kaya gitu, mereka maunya ada wisuda kemudian pakai toga dan singkatnya terbentuklah sebuah acara wisuda ala orang Mesir. 
wisudanya dilaksanain ketika hari terakhir UAS kemarin, tanggal 5 Juni tepatnya. Menyewa salah satu gedung di daerah Abbasiyah dan mengundang beberapa duktur pengajar di Azhar.

Berati wisudanya sebelum nilai turun dong? IYA banget.
Ini degdegan juga sih, udah di wisuda tapi belum pasti apakah akan lulus tahun ini atau nggak. Tapi sebagian temen-temen bilang 'gapapa, semoga jadi salah satu motivasi untuk bisa lulus tahun ini'. Bener juga sih!

Selayaknya wisuda pasti foto-foto bertebaran di medsos-medsos kaya instagram, facebook, dll tapi, entah kenapa kita seangkatan sepakat untuk gak ngeshare jepretan-jepretan hasil wisuda, hoho malu kali kalo udah ngeshare tapi pas nilai turun taunya hasil gak sesuai >_< Nah jadilah beberapa hari belakangan ini banyak foto-foto bersebaran dengan jilbab emas sambil menggunakan topi bertoga. Tjantiek..tjantieekk. Pertanda kalau nilai udah turun dan alhamdulillah dinyatakan sebagai lulusan Alazhar.

jadi gitu ya ceritanya, kenapa tiba-tiba ada foto wisuda. Wisudanya udah dari dua bulan yang lalu tapi baru di share foto-fotonya dan mari nikmati ya foto-fotonya. Oh iya sebagian yang fotonya cerah hasil jepretan si Ocid dan Ipong. Thanks yaa!

Temen seperjuangan dari 2012 *islah 15*

Ceritanya mau diambil dari atas fotonya, tapi hampir Failed

Lempar togamu ke atas Gaesss!

Aaaakkk dapet kiriman ini dari fans berat EXO heuheu



Uca: Finally pake toga juga ^^



Ala-ala foto studio gitu yaa


Bareng ISLAHIYAT Mesir, Makasih ya udah hadir ^^


Failed, ngeblurr bareng Ria



kamera hp, terus ruangannya gelap dan akhirnya rada petjah


Ka Maryam calon Hajjah hehehe

with another fans of YongPal

bunganya cantik kannn><

with Duo Balqis from Thailand




See yaa..
Share on:

Assalamualaykum

Ramadhan Karim Everybody. Sudah masuk hari ke 6 Ramadan ya, ada yang sudah hatam tilawahnya? target ramadannya udah pada dicicil kan? Ayo semangat jangan kaya si Intan yang galau gara-gara liat keluarga besar di Jakarta lagi pada kumpul *lah curhat ini*

Mau list target ramadan ala Intan nih

1. Tarawih di satu sampai tiga masjid

Iya ini target ramadan kali ini, saya mau tarawih di beberapa masjid aja supaya bisa khataman quran bareng imam masjidnya. Jadi minimal banget ramadhan kali ini bisa tambah satu kali hatam quran dibanding biasanya kan. Masjidnya dimana? Masjid Abu Bakar di Shaqor Quraisy, imamnya sekali tarawih baca satu juz selama delapan rakaat, untuk waktu standar ya sekitar dua jam kirang lebih, datang jam setengah sembilan dan selesai setengah sebelas malam.

2. Bikin review buku

Nah ini juga target Ramadan ke dua, targetnya selama ramadan itu baca beberapa buku kemudian tulis reviewnya di blog. Tidak hanya sekedar review sih tapi bisa berupa isi dari buku tersebut. Pokoknya tunggu aja ya😃

3. Buat daftar muhasabah

Nah kalo ini target rutinan, kalo sekarang aku download aplikasi Evaluasi Ibadah dari playstore. Enaknya pake aplikasi ini kita bisa nambahin list ibadah sesuka hati kita, nanti dia ada targetnya misal tarawih targetnya 30x dalam sebulan nah kalau ga sampe 30x nanti ada presentasenya itu, lumayan kan bisa buat bahan evaluasi ramadan-ramadan selanjutnya.

4. Silaturahim

Nah ini sebenarnya udah diagendakan dari jauh-jauh hari, tapi berhubung belum kesampaian jadinya dibuat agenda selama ramadan aja. Targetnya berapa kali? Seminggu dua kali. Jadi ini emang murni kepingin dateng ke rumah orang ya, bukan sekedar silaturahim yang ketemu di suatu tempat tapi saya datang ke rumah kawan, bawa buah tangan seadanya dan ngobrol-ngobrol deh sekalian bisa tau keseharian kawan tersebut gimana. Alhamdulillah sejauh ini sudah tiga rumah. Tapi pokoknya setiap mau janjian sama siapapun atau ada ajakan bukber diniatin buat silaturahim, perbanyak niat juga sih minta sekalian dipanjangkan umurnya, dipermudah rezekinya, sekaligus ditumbuhkan rasa sayang berlimpah untuk saudara-saudara disana.
Apalagi kan saya udah masuk tahun terakhir di Cairo, rasanya pengen silaturahim ke semua kawan sebelum pulang ke Indo. Doakan.. doakan semoga kesampaian, diberi rezeki dan kesehatan.
Rasanya kalo silaturahim itu banyak hikmah dan ibroh yang bisa diambil.

5. Projek berbagi iftar

Target ini terinspirasi dari banyak sumber ya, salah satunya dari ibu intan yang suka bagi-bagi iftar dengan cara bikin acara pengajian untuk anak-anak sebelum magrib kemudian ditutup dengan iftar bareng saat adzan magrib, dan dari maidaturrahman yang bertebaran sepanjang jalan-jalan di cairo. Sistemnya gimana? Kemarin sih waktu pertama kali bagi-bagi iftar ngundang beberapa orang ke rumah, dan sisanya dianterin ke rumah orang.
Wii ngeliat pahalanya kaya ga sebanding gitu ya kita ngasihnya berapa tapi Allah balesnya banyak banget.

Nah itu sebagian target Ramadan saya, mana target ramadan kamu?
Kullu 'am wa nahnu ilallahi aqrob.

Cairo, hari ke-6 Ramadan dan cuacanya adem alhamdulillah.


Share on:

Assalamualaykum

Alhamdulillah bisa posting lagi setelah pusing pusing baca muqorror yang entah kenapa membuat ketagihan *hahaha*

Jadi kenapa tiba-tiba postingan tentang Aturan Rumah? Sebenarnya banyak hal yang melatarbelakangi saya menulis hal-hal yang terlihat sepele tapi sangat berpengaruh untuk kemaslahatan warga rumah *uhuukk*

Pertama, sejak usia smp saya sudah masuk asrama, dilanjut sampai sma dan akhirnya kembali merantau untuk balik ke rumah desember nanti.

Hidup di dalam kamar yang beranggotakan tujuh orang merupakan hal biasa, saya hanya perlu mengerti enam watak berbeda, membuat peraturan yang lebih sifatnya kebersihan kamar dan sedikit masalah klasik tentang ego anak smp yang masih labil.

Ketika sma saya kembali hidup di asrama, kali ini lebih sulit karena saya harus berbagi kamar dengan 27 orang lainnya, kembali membentuk aturan kamar, namun sifatnya lebih dari sekedar kamar harus bersih tapi harus punya sikap empati yang berlebih, toleransi yang banyak dan peduli yang gak hanya asal 'ane ane..nt..nt'

Itu baru kamar, bukan rumah. Toh kalaupun ada piket bersih-bersih hanya sekedar menyapu dan mengepel selebihnya sudah ada aturan asrama yang mengikat.

Tapi sekarang saya hidup di rumah, Rumah takban kesayangan kalau dulu namanya, bahkan sempat namanya Rumah Cantik tapi sekarang adalah Greenhouse karena dominasi warna hijau pada cat temboknya. *kenapa jadi bahas nama rumah sih*

Rumah saya ini gabungan dari dua flat, terdiri dari lima kamar tidur, dua kamar mandi, satu dapur dan dua balkon.
Tapi kamar tidur yang terpakai hanya tiga, satu kamar mandi dan satu dapur selebihnya ruangan khusus untuk barang-barang pemilik rumah.

Iya, kami menyewa rumah ini sejak tahun 2011 tapi rumah ini tergolong sudah tua. Pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini saya agak sedikit miris hahaha, banyak cat tembok yang sudah terkelupas, bagian bawah tembok sudah jamuran karena lembab, lantai di dapur yang terkena noda gabungan dari minyak, debu, kotoran lain sehingga menyebabkan lantai lengket dan tidak lagi berwarna putih, pintu kamar mandi yang engselnya sudah tidak terpasang dan tumpukan barang pemilik rumah di pojok ruang tamu yang entah sudah berapa puluh tahun usianya.

Apa yang bisa dibanggakan dari rumah tua ini? Hanya kesadaran anggota rumah lah yang bisa menyulap rumah tua ini menjadi lebih layak huni.

Alhamdulillah setelah hampir tiga tahun hidup di rumah takban kesayangan akhirnya rumah kami mengalami renovasi. Jangan bayangkan seperti acara bedah rumah yang sempat muncul di tv, kami hanya sanggup untuk membeli cat tembok itupun uang sisa iuran rumah dan tambahan dari pihak broker dengan alasan menyambut adik-adik maba yang akan datang saat itu.

Kelebihan rumah kami dibanding rumah lainnya adalah luasnya ruang tamu dan karena memang tidak ada sofa dan teman-temannya, selebihnya tidak ada yang bisa dibanggakan, oh ada satu lagi, rumah kami bersih *karena selalu saja ada orang yang menyapu dan mengepel disaat yang lain sudah tidak ambil pusing dengan betapa berantakannya rumah ini*

Jadi ini aturan rumah yang kami terapkan, semata-mata agar kami tetap menganggap bahwa rumah kami adalah satu-satunya tempat pulang💟

1. Piket rumah

Ini penting banget, dulu waktu masih jadi anak baru saya selalu dibiasakan untuk piket rumah, karena kami bukan tinggal di kos-kosan yang hanya hidup di kamar, tapi kami tinggal di rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, memasak, membereskan dapur, membersihkan kamar mandi serta membereskan balkon.

2. Selalu pegang kunci rumah

Kesibukan yang berbeda-beda menyebabkan kami kembali ke rumah di waktu yang berbeda-beda pula, maka membawa kunci rumah adalah satu hal wajib jika tidak ingin melihat orang yang membukakan pintu untuk kita berwajah masam. *ini sesekali aja sih..hehehe* karena coba bayangkan, sedang asik-asik belajar di kamar atau sedang asik-siknya baca buku tiba-tiba bel rumah berbunyi rasanya tuh kaya 'ga dibukain kasian, dibukain tapi mager'

3. Shalat shubuh berjama'ah

Yhaaa ini semacam tamparan keras untuk kami, entah kenapa tadi ketika kumpul rumah perdana setelah sekian bulan aku tiba-tiba rindu suasana hangat pagi hari seperti di asrama dulu. Bangun pagi kemudian shalat berjama'h dilanjut dengan baca almatsurat bareng. Selebihnya urusan pribadi sih, karena mungkin ada yang melanjutkan belajar, ngerjain peer atau tilawah.
Nah aturan ini dulu sempat berjalan, sekarang baru akan digiatkan kembali.

4. Setelah pakai sesuatu letakkan kembali ditempatnya.

Pernah ngerasa tiba-tiba sendok di rak semakin hari semakin berkurang? Atau stok gelas makin menipis? atau garam yang biasanya ada di tempat bumbu tiba-tiba udah ada di kamar tidur? Nah, hal-hal yang kaya gini yang berkali-kali diingatkan supaya tidak lupa.

5. Jangan buka pintu kalau ada yang ngebel hanya sekali

Saya gak tahu peraturan ini berlaku dimana aja, tapi rumah saya selalu memberlakukan pencet bel 3 kali untuk akhwat, jadi kalu hanya sekali pasti kita intip dulu dari celah pintu baru kemudia kalau dirasa dikenal dan berkebutuhan kita bukakan pintu

6. Tidak menerima tamu laki-laki kecuali keadaan darurat

Rumah kami hanya memperbolehkan tamu laki-laki yang memang kami minta datang, misal temen yang mau benerin mesin cuci, atau ngecat rumah, atau ada temen yang benerin keran, kalau ga darurat maka laki-laki dilarang masuk.
Sempat khawatir juga ketika ngecat rumah, karena mereka (temen-temen dari islahiyin) akan nginep dirumah dan kita ngungsi, tapi Alhamdulillah tidak kenapa-kenapa.

7. Saling menghormati kepemilikan masing-masing

Ini seperti peraturan tidak tertulis, karena di rumah tempat dimana barang-barang akan bercampur letaknya hanya satu yaitu kulkas. Suatu ketika karena terlalu khawatir memakan telur yang bukan miliknya, teman saya menemukan tiga telur busuk tak bertuan *sedih*
Jadi, mau pakai sesuatu milik orang lain harus izin dulu.

Nah itu tadi beberapa poin tentang aturan rumah yang harus banget dilakuin demi keharmonisan rumah kami. Tapi poin utama dalam mengurus rumah adalah rasa peduli yang tinggi sesama anggota rumah. Kenapa peduli? karena hidup di tempat rantau akan terasa sulit jika kita gak punya tempat untuk pulang, nah salah satu yang membuat kenapa kita butuh pulang adalah karena tempat kita pulang menawarkan kehangatan, menjanjikan senyum yang akan terbit dari bibir kita, membuat kita melupakan sesaat hiruk pikuk masalah di luar rumah.

Jadi, ayo pulang ke rumah!

Cairo, 23 Mei 15:38 Clt.
*sesaat setelah rapat dengan anggota rumah membahas tentang betapa mahalnya hidup di tanah Mesir*

Share on:

Assalamualaykum

Selamat imtihan buat semuanya, semoga yang tahun akhir bisa dapet Lc tahun ini dan yang masih di tahun tiga naik tahta jadi mahasiswa tahun akhir.

Terimakasih atas keluangan waktunya, finally bisa kumpul untuk foto studio dalam formasi lengkap tanpa kurang satupun.

Yah walaupun sempat ada insiden salah alamat studio, sempet patunggu-tunggu, tapi akhirnya..duhduh manis banget.

Ini foto kesekian kita bukan sih? Tapi kayanya ini yang paling berkesan deh hahaha apa berkesan menurut aku  aja ya?..hehe

Ga terasa ya kita udah masuk di fase quarter of life kalo kata Mas Gun mah, kesibukan kita juga udah masing-masing banget kan, tapi kita masih Allah beri nikmat untuk berkumpul, ngeriung minta sharing dari jeki yang balik dari indo langsung tersematkan gelar s3 *estri* keren yah😂.

Atau sibuk versi Maryam yang disamping fokus dagang jilbab Aya tapi jadwal ngajar tahsinnya juga padat.

Atau Maziyyah yang hampir jarang bisa ditemui di kampus karena kemarin sibuk urus-urus perihal wisudanya TK ABA, *maklum doi kepseknya sist*

Atau Uca, yang lebih senang menetap di asrama ujung kota sambil belajar buat UAS nyambi juga belajar bisnis cardigan yang ootd banget.

Atau para mutaakhirun Buus, huhuhu iya banget kan ini yang baru pada pindah masuk Buus, colek Aisyah yang katanya belum betah hidup di Buus..dan makin jarang maen ke Asyir, emang berasa ya capeknya Buus-Asyir 😎

Atau Farhati yang lagi sibuk mikirin si doi yang ga kunjung datang padahal namanya udah sering disebut, apalagi jarak yang hanya selemparan batu tapi kini lagi-lagi menjauh *apasih* enggak, ding, sibuk belajar lah ya Far✌ supaya kelak bisa wisuda bareng doi *uhukk*

Atau anak Jees yang sibuk juga ngurusin Islahiyat yang ga ada matinye kalo ngeyel di grup, colek Mbae dan Ela *duo banget kan mereka ini* jangan mikirin islahiyat meleee mba, el, kali-kali pikirin diri sendiri yes😇😇😇

Atau edisi anak Mumbai yang udah kaya rumah gadis banget, tinggal bertigaan di ujung soqor sana><
Nebil yang makin eksis di dunia per doodle-an, Wiwin yang jamannya ujian masih aja dihubungin buat rapat bahas Temus, dan Jeng Pipah yang sebelas dua belas lah sama Farhati, sambil siap-siap buat target setelah Lc, nikah ya sist? Heuheu *piduanan wae lah ya kalo kata pipah*

Atau Ifat, yang memang sebelas dua belas kaya aku dan ikah. Yang tinggal sendiri diantara adik-adik yang butuh diayomi.
Ifat yang sekarang sibuk di Persis atau Ikah yang juga lagi rariweuh urus Simposium yang hanya hitungan bulan.

Terakhir,
Semoga kesibukan kita senantiasa membawa keberkahan, dan memang doa itu senjata paling ampuh untuk mengusir kerinduan *walaupun sebenarnya obat mujarab untuk rindu adalah bertemu*
Mari langitkan doa untuk kesuksesan hari ini, untuk syukur atas nikmat yang berlimpah, untuk meminta sabar pada Asshobur agar dikuatkan dan dimampukan untuk menghadapi UAS kali ini, semoga Allah kabulkan.

Jangan lupa selipkan doa untuk saudara kita di Suriah dan belahan bumi lainnya.

Nb: oh iya postingan ini sekaligus postingan sayonara, mau pamit hiatus dulu dari hiruk pikuk sosial media, masih bisa dihubungi lewat Whatsapp ataupun BBM.


Intan yang menahan rindu
14 Mei, 19.07 Clt

Share on:

Assalamualaykum

Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk seluruh pelajar dan pendidik Indonesia dimanapun kalian berada, bahwa tonggak estafet ada ditangan kita maka mari berjuang demi Indonesia lebih baik. Belajar, belajar dan belajar wahai kalian pelajar!

Nah edisi kedua ini kita bakal nostalgia seputar para pendidik di Alkahfi, dari guru yang terkenal dengan gaya ngajarnya yang pake senam jantung sampai wali asrama yang tak kenal lelah bangunin 50 santri kurang lebih setiap harinya😄

Sebelumnya saya ingin menyampaikan terimakasih kepada para pendidik di Alkahfi atas jasa-jasa tiada terkira, atas nasihat yang selalu jadi penyemangat, atas omelan yang beralasan, dan kesabaran tiada berbatas.

Lets begin..
G: Guru
S: Santri

G: 'Assalamualaykum, selama lima menit kedepan kita akan melaksanakan senam jantung, siapkan kertas dan jangan lupa tulis nama di pojok kiri atas kertas'

*murid krasak krusuk nyiapin kertas*

Guru pun mulai membacakan soal dan harus langsung dijawab dalam waktu 30 detik dan setiap 30 detik habis maka suara penghapus papan tulis yang diayun beradu dengan meja guru...Taakk *dagdigdug*, guru pun lanjut membaca soal dan begitu seterusnya hingga lima menit habis dan soal langsung diperiksa.
Alhamdulillah, fiuhhh senam jantung di pagi hari selesai.

Ada yang ingat siapa yang cara ngajarnya seperti ini? Yapp.. Ibu Neni Pritiani, ngajar matematika dengan metode yang tidak biasa😂 senam jantung, spot jantung atau apapun namanya, cara paling berkesan.

Ada yang ingat pelajaran shorof? Fa'ala yaf'ulu fa'lan wa maf'alan fahuwa fa'ilu...
Saat itu di benak saya, kenapa menghafal pelajaran ini lebih sulit dibanding menghafal rumus fisika?  tapi lagi-lagi pelajaran ini dikemas berbeda oleh pengajarnya.

S: Pak susah banget ngafalnya *biasa kan ya kita sering banget ngeluh*
G: Oke, Bapak baca sampai sepuluh kali setelah itu kalian harus setoran

*dan guru pun membaca tashrifan lughowi tersebut selama sepuluh kali, sambil berharap setelah ini 30 orang muridnya akan antri untuk setoran tashrif*

Setelah sepuluh kali dibacakan..
G: ayo siapa yang mau setoran?
S: ....
G: gak ada yang hafal?
S: susah pak *jawab serentak*
G: oke saya ulang lagi, tiga kali ya.
S: iya pak

Setelah tiga kali..
G: sudah hafal?
S: belum pak
G: &#%@$@&#*

Ayo tebak-tebak siapa guru shorof legendaris ini? Yap Pak Asep😄
Guru yang paling sabar selama nungguin santrinya menghafal shorof..hehe *salam takzim untuk Pak Asep dari murid yang susah sekali menghafal shorof pada zamannya* hehehe.

Kita beralih ke pelajaran Ips ya😎 kita akan kembali bernostalgia dengan Ibu Rina dan Ibu Rini yang setia mengajar Geografi dengan karton yang sudah ditulis dengan rangkuman sehingga memudahkan pemahaman para santri, atau biasa disebut dengan mindmapping atau bahkan sesekali materinya berupa film yang harus kita tonton dan kemudian diminta membuat kliping atau sekedar membuat artikel terkait.

Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Yap sejarah, pelajaran yang diajar oleh Bu Dwi dengan metode yang macam-macam pula, terkadang ada semacam pre-test sebelum mulai belajar dan bagi siapa yang bisa menjawab maka dapat beberapa butir kacang telur😋 atau saat berlomba-lomba meremake lagu yang liriknya diganti dengan peristiwa bersejarah seperti lagu balonku ada lima yang diganti liriknya untuk menghafal Konferensi Meja Bundar *udah lupa juga sebenernya liriknya hehe*
Atau buat mindmapping tentang peristiwa masuknya islam ke Indonesia. Wahh, betapa saya merindukan momen-momen dimana saya dituntut kreatif😘

Next lesson,

🎶🎶"Salam hangat kami dari ekonomi
Pelajaran asyik yang paling menarik
Kami tidak malas mengerjakan tugas.."🎶🎶

Ayo ada yang inget lagu ini? Yap lagu yang selalu dinyanyikan setiap mulai pelajaran ekonomi, walaupun pelajarannya siang hari tapi ketika menyanyikan lagu ini sedikit membuat saya mengangkat kepala yang hampir menempel di atas meja, terlebih lagi jika kelasnya saat itu di saung bawah😂
Oh iya ekonomi ini diajar oleh Bu Eka dan Bu Novi yang selalu ceria seperti lagunya..hehe

Guru yang ngajar Ips, Matematika, Shorof udah, apalagi yang belum?

Ipa kayanya ya, ada Bu Tri yang ngajar kimia dan sekarang galeri album facebooknya sukses bikin ngiler karena isinya foto-foto kue ulang tahun yang cute-cute😍😍😍 *salah fokus yaaa* untuk kimia ini saya selalu inget waktu nilai catatan kimia saya dapet C ketika kelas 7 atau 8 gitu, karena memang sedikit dan jarang mencatat materi yang diajarkan, waktu itu pembahasan tentang senyawa untuk membuat sabun atau bagaimana gitu *failed banget dan emang lupa* hehehe.

Inget Pak Ilyas? Yang kalau datang ke kelas hanya membawa spidol marker dan koran? Pasti diingat lah ya😊
Guru fisika yang sama sekali tidak pelit nilai. Coba bayangkan, di kelas saya rata-rata ketika ulangan dapat nilai seratus dan hanya segelintir orang yang dapat nilai delapan atau tujuh *include saya yang emang payah di pelajaran Ipa* *poor me*
Ada lagi Pak Nunu, selera humor nya tinggi, jadi tidak jarang di tengah pelajaran fisika muncul humor-humor ringan. Terakhir adalah Pak Endang, guru fisika kelas 3 smp yang sedikit berbeda dari pak Ilyas dan pak Nunu, pembawaan pak Endang ini sedikit serius dan bagi saya ini kombinasi yang pas sekali untuk sulit faham fisika..hahaha
*guru yang lucu aja tetap susah untuk faham, apalagi yang bawaannya serius khan..khan* *ngeles aja ni si Intan😝* *aslinya emang lemah di pelajaran Fisika..HAHAHA*

Biologi. Entah kenapa kalau ingat biologi saya langsung teringat saat-saat dimana saya harus membelah katak di lab yang saat itu letaknya di dekat green house, ada murid yang sampai menangis karena melihat darah lalu tergugu di pojokan tembok dekat manekin tubuh manusia atau saat membuat tumbuhan kering, atau juga saat membahas reproduksi perempuan. Yap Bu Jane, Bu Tera, dan Bu Ariani adalah tiga guru yang setia mengajarkan biologi kepada kami.

Bu Jane yang di awal perkenalannya pernah bilang "saya senang membaca apa saja, bahkan tulisan di jalan-jalan pun akan saya baca, atau tulisan dari sekedar robekan kertas.."

Si Intan ini emang lemah banget di pelajaran Ipa maupun Ips, lah terus apa yang rada menonjolnya? Agama..hehe

G: hari ini kita praktik menyiapkan jenazah ya
S: siapa yang mau jadi mayatnya?
*Tazki pun rela dan akhirnya sudah terbungkus rapih oleh kain kafan..hehe*

Kira-kira kita lagi bahas apa sekarang? Fiqh. Iya percakapan diatas ketika kelas tiga smp dan sedang masuk dalam pembahasan persiapan jenazah. Gurunya adalah Pak Irfan.

Atau ingat dengan Bu Anna Maftuhah? Guru karismatik lulusan Gontor ini adalah guru pertama yang membuat saya jatuh cinta pada ilmu syar'i. Cara ngajarnya pun lumayan unik kalau tidak mau dibilang kaku. Beliau datang ke kelas, ucap salam kemudian tanya kabar dan selanjutnya langsung membagi papan tulis menjadi tiga bagian dan mulai menuliskan dengan detil arti setiap kata yang ada pada buku fiqh -pada saat itu bukunya berbahasa arab dan covernya warna merah kalau tidak salah, dengan font yang kitabable banget pokoknya- hingga jam pelajaran usai.
Tapi di lain waktu beliau menerangkan juga apa isi materi yang beliau sampaikan, jadi sistem mengajarnya tulis dulu semua mufrodat plus artinya baru setelah itu dijelaskan, dan cara beliau menjelaskan membuat saya jatuh cinta pada ilmu-ilmu syar'i.

Selanjutnya ada Hadis oleh Pak Dadang *yang ternyata lulusan Husnul Khotimah*, Aqidah oleh Pak *Gusti saya lupa namanya* beliau orang Lampung, dan hanya mengajar ketika saya kelas 7 kemudian beliau pindah dari Alkahfi, materi dasar yang diajarkan di Alkahfi pun tentang syahadatain, ma'rifatullah, muroqobatullah tapi dengan kondisi santri yang tertidur padahal suasana kelas masih pagi, tapi lagi-lagi kelasnya di saung bawah. Maka saung dan pagi hari adalah kombinasi yang pas untuk meletakkan kepala di meja disaat guru mengajar *astaghfirullah, maafkan kami bapak guru ibu guru*

Ketika kelas 3 pun ada Pak Yayan yang mengajar aqidah, Bu Zuriah yang mengajar Tafsir Bu Baiduri mengajar Fiqh, dan Pak Arief mengajar Nahwu.

Selanjutnya bahasa ya, cungg tinggi-tinggi yang suka pelajaran bahasa🙋

Bahasa Arab, ada Bu Yeyen, Pak Iqbal dan Pak Misbah yang mengajarkan kami selama tiga tahun.
Bu Yeyen ini sekaligus wali kelas saya waktu kelas 7, ya selayaknya wali kelas murid baru maka bu Yeyen cenderung bersikap seperti seorang ibu, menempatkan diri sebagai Ibu saat waktunya kumpul dengan wali kelas😍jadi tempat curhat lewat kertas yang akan selalu dikumpulkan setiap pertemuan.

Di Alkahfi murid boleh makan permen di tengah pelajaran, alasannya supaya tidak mengantuk saat pelajaran. Pernah suatu ketika ada santri yang makan permen saat pelajaran Pak Iqbal, dan tiba tiba pak Iqbal bilang kalau beliau tidak suka makan permen, alasannya karena makan permen itu sama dengan makan ludah sendiri..hehe masuk akal pak😁

Untuk Pak Misbah ini saya ingat kalau saya pernah hampir menangis karena dapat bentakan beliau saat kelas 9, beliau minta saya menjawab apa tapi saya malah jawabnya apa..huhu *kenangan tersendiri pokoknya mah..Hahaha, kalau diigat-ingat cupu juga sebenarnya*

Kalau ingat Bahasa Inggris, saya langsung ingat dengan Bu Heni, yang kalau muridnya bisa ngumpulin kertas sticky note -hasil nilai ulangannya sepuluh, atau pun bisa jawab soal dari bu Heni- maka dia dapat pencilthick, itulho pulpen warna warni yang cute banget, saya kepengen banget pulpen itu tapi gapernah dapet..HAHAHA
Atau bu Heni yang pernah ambil cuti demi ngajarin adiknya buat uas kemudian sekembalinya dari cuti bu Heni cerita kalo adiknya gamau diajarin bu Heni..huhuhu

Selanjutnya ada Bu Yuna, yang pernah bikin kunci jawaban dengan jawaban abcd per empat nomor pas lagi UAS, faham ga? Jadi jawaban nomor satu A, nomor dua B, nomor tiga C, nomor empat D, begitu seterusnya sampai nomor dua puluh sekian yang ternyata nggak urut jawaban abcd nya..hehe, atau saat listening lagu pricetag yang ternyata kena tegur hanya karena lagunya ga islami😏

Atau Bu Dita guru bahasa Inggris kelas 9 sekaligus kepala sekolah yang pernah kita tanyain tentang sepatu apa yang cocok untuk dipakai pas wisuda nanti, apakah flatshoes atau high heels *duhduh akhwat ya, pelajarannya apa pertanyaannya apa👠*

Pelajaran Bahasa yang terakhir adalah Bahasa Indonesia. Ada Bu Wati yang pernah memberi tugas untuk membuat cerpen tapi sekaligus jago matematika dan Bu Rosi yang menurut saya agak sedikit killer hehehe. Soalnya nilai bahasa indonesia saya pernah di bawah KKM hanya karena sulit faham pelajaran dan takut dengan gurunya.

Ada lagi nih pelajaran paling-paling  *paling sering kena remed pas kelas 7* TIK atau komputer, diajar oleh Bu Jane yang saat itu ngajar Biologi juga, terus kelas 8 nya berkutat dengan ms. excel dibawah bimbingan Pak Cece dan kelas 9 mulai belajar tentang internet dibawah didikan Almarhum Pak Kiki.

And last, guru paling legendaris sejagad Pak Chairul, guru yang ngajar PPKN selama 3 tahun berturut-turut, guru yang pernah ngajak nonton film The Last Samurai, guru yang sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua pembinaan Putri, guru yang kadang pas lagi jam pelajarannya suka cerita tentang kebandelan-kebandelan santri putra, entah yang madhol *bolos sekolah* atau yang ngumpetin vcd porno, atau bahkan yang diem-diem kabur lewat kebon belakang, dan guru yang suka sidak kebersihan kamar santri putri ketika para santri sedang sholat berjamaah di Qo'ah.

Fiyuuhhh..panjang sekali ternyata nostalgianya ya😓 dan selesai Alhamdulillah.

Tadinya di part ini mau dibuat sekalian cerita tentang wali asramanya tapi ternyata kepanjangan, jadi kita buat di part selanjutnya ya😄 dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada guru-guru yang tidak disebut namanya, tanpa disebut pun semesta tahu bahwa saya sungguh berterimakasih atas semua ajaran yang diberikan.

Selamat bernostalgia.
3 Mei 2016, 22:43 Clt




Share on:

Assalamualaykum

Kemarin sore di wall facebook saya muncul foto empat guru legendaris pas zaman smp, langsung saat itu juga memori 10 tahun silam berloncatan minta dikenang sekali lagi.
Saya bagi dalam 3 part insya Allah, mengingat hidup di Alkahfi selama tiga tahun bukan waktu yang sedikit dan banyak memori indah berkelebat di kepala.

***

Ayah: jadi kan daftar di Alkahfi?
Me: jadi.

***
Juli, 2005

Hari-hari ku sebagai santri dimulai, mandi yang harus antri, pakai jilbab peniti yang rasanya ko sulit banget, ke masjid yang harus lengkap pakaiannya, mulai dari celana panjang kemudian dirangkap lagi dengan rok, baju atasa panjang, dan terakhir jilbab baru setelah itu mukena warna putih. Kaoskaki putih dan sepatu hitam menjadi alas kaki wajib kalau sekolah, jilbab yang harus dua jengkal menutupi dada serta satu jengkal dari sisi samping, makanan ber-msg dilarang keras, kewajiban memakai bahasa arab atau inggris dalam percakapan sehari-hari sangat-sangat dianjurkan, ke koperasi yang hanya berjarak beberapa meter pun wajib pakai kaoskaki, makan 3x sehari yang juga harus antri.

Terus betah? Haha awal-awalnya ga betah, nelpon di wartel sampe beribu-ribu karena nelponnya interlokal, nangis setiap malam, apalagi dengan kemampuan sosialiasasi saya yang masih kekanak-kanakan membuat saya sulit membuat pertemanan, pasti ada aja pertengkaran2 kecil *duh ababil banget ini abegeh*

Sampai pada akhirnya saya mulai menerima keadaan saya yang hidup di pesantren, saya mulai sadar kalau kamar yang saya huni bukan milik pribadi, ada tujuh kepala saat bersepakat membuat peraturan, ada tujuh kepala yang punya pendapat masing-masing, ada tujuh kepala dengan sifat berbeda, dan ada tujuh kepala yang siap membangun pertemanan selama tiga tahun kedepan😊

Kehidupan di pesantren sangat jauh berbeda dengan hidup di rumah sendiri, ada jadwal rutin yang harus diikuti setiap harinya. Ada ekskul wajib yang kalo ga hadir bakal dicari-cari sama wali asrama.
Ada waktu tahfiz subuh hari yang saya jamin kalo lagi liburan dari pondok bakal dimanfaatkan untuk lanjut tidur di kasur kesayangan.

Makan tiga kali sehari dengan variasi lauk luar biasa. Nasi tomat untuk lauk pagi hari, pecel lele lauk siang dan sop sosis untuk lauk malam hari. Dengan tambahan buah di setiap makan siang, bahkan sesekali ada snack tambahan di sore hari.

Suara bel yang akan berbunyi setiap 7 kali dalam sehari (5 kali bel pengingat sholat, satu kali bel jadwal berangkat sekolah, dan satu kali bel jadwal belajar malam) seakan seperti lagu penyemangat, suara speaker dari pusat informasi menjadi suara yang sangat ditunggu, biasanya kalau ada telpon dari orang tua masuknya ke pusat informasi, baru setelah itu kita bisa nerima telpon tersebut.

***

Bangunan di Alkahfi yang rata-rata ada tangganya membuat salah satu teman saya memberikan julukan untuk Alkahfi sebagai Negeri Seribu Tangga, mau masuk asrama harus naik tangga, mau ke kelas harus nanjak, mau ke kantor guru harus naik tangga, mau ke masjid harus turun tangga, saking banyaknya tangga mungkin membuat kami menjadi akhwat tangguh..ahahaha.. lebih parah lagi jarak dari asrama akhwat ke asrama ikhwan pun bagaikan langit dan bumi, asrama ikhwan di atas dan asrama akhwat di bawah.

Saung-saung yang dijadikan kelas sempat menjadi ciri khas alkahfi waktu dulu, sistim moving kelas setiap minggu nya membuat kami mencicipi semua kelas, baik kelas dari tembok atau kelas beratapkan anyaman dari bambu dengan semriwing angin sejuk setiap harinya.

Qo'ah tempat sholat pun dibuat seperti saung tapi dengan ukuran lebih besar, cukup untuk menampung sekitar 500 santri akhwat kurang lebih 😆
Tapi kemudian, saat masjid akhwat sudah berdiri, qo'ah ini berubah fungsi jadi kantor Ospeta kalau saya tidak salah.

Ada ruang kesehatan yang berdampingan langsung dengan pusat informasi, terletak persis di depan Qo'ah. Bu Nita, suster cantik nan baik hati seperti sudah kenal akrab dengan saya yang hampir 'liburan' setiap bulan karena penyakit maag yang saya alami.

Atau dapur dan tempat laundry yang tempatnya lumayan jauh, sekitar 200 meter dari pusat asrama (Aisyah dan Khodijah), disana tempat bibi-bibi perkasa yang sigap memasakkan lauk dan mencucikan baju para santri😍

Spot asik lainnya adalah deretan saung-saung kecil di pinggir empang *ini beneran empang ya bukan kolam* tempat liqo anak santri, tempat orang tua kalau menjenguk anaknya, bahkan tempat untuk sekedar makan mi ayam yang hanya dijual hari kamis *apa sabtu ya? Lupa* dan tetep ya mie ayam ini dijamin kualitasnya, saosnya saos abc, mienya buatan sendiri, dan pastinya non msg, karena Alkahfi menjunjung sekali makanam sehat.

Koperasi pun tak luput dari perhatian, 🚫 ciki, 🚫 jajanan ga sehat, 🚫 minuman soda yang rata-rata produknya muqothoah. Seinget saya juga mie yang dibolehkan itu hanya mie Nida yang rasanya masih indomi kemana-mana😊Hehehe

Tapi kelak saya merasa beruntung karena larangan terhadap makanan-makanan ber msg tersebut, bahkan kaka saya semenjak masuk Alkahfi frekuensi makan indomi nya jadi jarang sekali.
Karena memang kebiasaan itu bukan sesuatu yang instan tapi butuh pembiasaan berkali-kali, dan hidup di Alkahfi menjadi salah satu faktor pendukung dalam membentuk karakter diri saya.

Nb: foto ini diambil dari fb Bu Husnul, salah satu pengajar di Alkahfi.
dari kiri ke kanan, Bu Husnul, Bu Rina, Bu Dwi, Bu Yeyen

Share on:

Assalamualaykum

"Bel, Zah bangun shubuh dulu" ucapku sambil mengetuk pintu kamar mereka, iya sambil kesel *tumben2an pintu dikunci dari dalam*

Selang beberapa saat, terdengar suara dari balik pintu, jam menujukkan pukul 04.30 clt.
"Ka Hana tolong bukain pintu kamar dari luar dong!"

Tiba-tiba terdengar suara pintu yang hendak didobrak dari luar, tidak hanya sekali tapi berkali-kali, kebetulan saat itu saya masih dalam posisi duduk tahiyat akhir.

***

Selamat pagi everybody😄 semoga pagi ini banyak keberkahan melimpah seperti doa nabi untuk umatnya "Allahumma Bārik li ummati fii bukūriha" amiinn.

Pagi ini Allah seperti sengaja 'membangunkan' kami dengan cara yang tidak biasa, seperti hari-hari sebelumnya jam-jam segini rumah kami biasanya sepi, tidak ada aktifitas yang dilakukan kecuali pada berdiam diri di kamar msing-masing, ada yang sholat, tilawah, matsurotan, bahkan mengerjakan peer dari Dauroh Lughoh dengan mata yang mengantuk lebih tepatnya.

***

Saya pun bergegas menuju kamar yang pintunya masih belum bisa dibuka

"Kenapa ka?"
"Gabisa kebuka"
"Coba dobrak bareng yu ka"

Satu..dua..tiga duarrrr, dua kaki mengayun menerjang pintu..tanpa hasil
Mencoba peruntungan lain, ambil sendok lalu congkel..masih tanpa hasil
Satu..dua..tiga duarr, kali ini beda personil yang menerjang pintu, saya dan Zumroh tapi sama hasilnya pun nihil. *kebayang kan tenaga akhwat yang baru bangun tidur dan tiba-tiba harus dobrak pintu itu seperti apa*

"Tayamum aja udah, keburu abis waktu shubuhnya" ucapku pasrah pada dua orang yang terperangkap di dalam kamar.

"Ga jadi ujiaann oyy." Haha celetuk salah satu personil greenhouse.

Funfact: hari ini jadwal Bella ujian lisan

"Duh, aya-aya wae ieu teh, ku maneh diapakeun ini teh pintunya?"*
"Gatau ka, kayanya semalem kekencengan nutupnya ka"
"Ih bella mah, bisaan banget bikin orang melek pagi-pagi"
"Tolongin sih ka bukain pintunya, masa harus lewat balkon ujiannya -____-"
"Banyakin dzikir ampe bantuan dateng yes!" Teriak saya dari luar sambil membereskan barang-barang berserakan di ruang tamu.

***

Hp saya berbunyi tanda panggilan masuk
"Lantai berapa rumahnya?"
"Satu"
"Oh satu?"

***

Iya, yang nelpon barusan itu Yusuf si ketua Islah Mesir yang harus rela membelah jalan pagi buta dari Gami ke Shaqor hanya untuk 'menyelamatkan' dua orang yang terperangkap di dalam kamar.

Itupun setelah menimbang-nimbang sopan ga ya pagi-pagi minta tolong, sebenarnya ada tetangga depan flat yang sudah berkeluarga tapi ga terlalu kenal, jadi opsi lainnya minta bantuan ke pak ketua.

Lagian kan salah satu fungsi ketua islah adalah siap dimintai bantuan, anytime, everytime. Hehehehe. *duh hampura gusti, ketua islah*

Bantuan pun dateng selang beberapa menit saya menghubungi ketua islah, Yusuf tidak sendiri tapi berdua dengan salah satu senior yang saat ini menjabat sebagai ketua Syathibi.

***
"Ga bawa alat-alat?" Tanya saya begitu dia datang tapi tangannya tidak terlihat membawa apapun (alat-alat perang)
"Oh gausah, ada pisau kan?"
"Ada" saya langsung menyerahkan pisau dari dapur
Mulai di congkel-congkel, semenit dua menit belum ada hasil, sampai akhirnya saya bilang "Kalau mau didobrak juga gapapa ko" duhh dalem hati sudah terbayang berapa uang yang harus dikeluarkan kalau ternyata memang harus didobrak.
Ternyata nggak "hmm (dobrak)..opsi terakhir deh"
"Ada gunting?" Saya kasih gunting dan...taraaa

***
Pagi yang lumayan bikin heboh tapi berhikmah😃
Hikmahnya adalah kami jadi gak ngantuk lagi selepas sholat shubuh, rumah kami jadi bersih soalnya ketika pak ketua bilang mau dateng, secara ga langsung ada perintah "ayo beres-beres rumah"😹 Cc: Anggota sigap dalam beres-beres, Ria dan Ulfah
Yang ujian jadi bisa ujian tanpa harus lompat dari jendela kamar🙌dan ga perlu tayamum juga untuk sholat. Alhamdulillah.

***
"Tersangka nih" ucap yusuf sambil menunjuk dua orang yang hanya bisa nyengir lebar
"Lagi arisan bu?" Tambahnya lagi.Hahaha.

Huftt..finally pintu kamar bisa dibuka tanpa ada adegan dobrak mendobrak.
Ternyata oh ternyata masalahnya ada pada mortise lock nya, dia masuk ke dalam, tapi ga ada gagang untuk muternya, jadilah tadi bermodalkan gunting yang diputar di tempat seharusnya gagang berada dan...taraa pintu pun terbuka.

Haduh, antara malu dan seneng.
Malu karena ternyata hal sepele kaya gini bisa ngebuat orang direpotkan
Seneng, akhirnya jadi ujian juga ya Bel?! Hehehe.

Hampura** kepada Yusuf dan Bang Riki karena sudah direpotkan pagi-pagi dengan hal sepele macem gini.

* "duh ada-ada aja deh, emang diapain pintunya sama kamu?"
** Hampura: mohon maaf

Cairo, 06.27 Clt, yang terangnya udah kaya jam 9 pagi di Indonesia.

Share on:

Assalamualaykum

Barakallah karinn diusia ke-27
Maafkann kalo telat, tapi sebenernya aku udah inget2 dari sebelum tgl 24, emang dasar lagi disibukkan dengan imtihan jdi ya kelupaan deh

Terus juga paket aku mati, huhuhu berasa banget borosnya semenjak ganti hape, padahal belum sebulan *punten ih aku curhat malah*

Karinn, aku mau cerita tentang kegalauan aku *eaaa* anak tingkat empat mulai banyak galaunya nih hahahaha, padahal ujian di depan mata ya, tapi da gimana atuh ya galau akan masa depan kan sesuatu yang wajar banget kan ya ><

Intinya mah aku galau abis lulus mau ngapain, *padahal masih ujian, tapi mikirnya udah kaya orang yang abis wisuda* mau kemana, kerja apa, lanjut s2 dimana. *udah gitu aja curcolnya*

Karin apakabar di jogja? Lagi sibuk susun thesis kah? Kayanya iya sih ya😄
Haha maafkan juga kalo suka bbm minta tolong, padahal mah di jogjanya lagi sibuk banget ya..hehe *hampura karin*

Kemarin milad dirayain ga? Sama siapa? Hehe aku kepo ya?! Gpp sih orang keponya juga sama kaka sendiri😉

Karini pernah tanya aku kan
'Menurut intan karini tuh gimana kalo cowok liat karini?'
'Hmmm..menurut aku karin itu sukses, berapa langkah lagi bakal jadi master ekonomi, mapan, baik hati, too much care with others, ahh kalau kata intan mah karin di mata aku cuman keliatan yg baik2nya doang..haha'

*jadi mau gak sama kaka aku?* HAHAHAHA

Lagipula masalah jodoh mah siapa yang tau khann..
Can't wait to see who'll be karin's husband
😍
Syelamaat ulang tahun ke 27 karin
Semoga Allah senantiasa limpahkan rahmat dan keberkahan utk karin
Lancar-lancar susun thesisnya yaa🙌

Oh iya, btw ka nufau udah sampe cairo tdi subuh, dia ada imtihan qodhoya tahun 4 syariah.

Udah dulu ya, lusa aku syafawi usfiq
Doakeun..doakeun🙆
.
.
.
.

Karin, sejujurnya aku ragu2 karin miladnya beneran tgl 24 april ato bukan
Kalo bukan berati ingetan aku rada2, kalo bener.. yaa berati ingetan aku kuat🙏🙏🙏 *HAHAHAHA

23.23 Clt, buku usfiq didepan mata tapi terhalang hp 🙈

Share on:

Assalamualaykum

Mau cuap-cuap ah, hahaha entah ya semakin kesini jiwa nulis blog aku hilang entah kemana, nemu inspirasi ya mendep aja di otak tanpa tersalurkan padahal lho ya aku suka nemu tulisan bagus kaya tulisan tentang panas yang menurut aku dan sebagian besar orang itu ga enak sama sekali tapi ternyata panas itu sebuah nikmat.

Atau novel2 on going yang ga melulu tentang romance yang menye-menye tapi sarat inspirasi, kaya novel jejak di wattpad yang bercerita tentang mengobati diri sendiri dari penyesalan, tetap eksis walaupun patah hati berkali-kali

Atau dari obrolan singkat sama homemate pas lagi nyetrika baju tentang desperatenya para fans pas tau artis idolanya punya masalah..deuhh kaya idup cuman buat mikirin artis aja deh
.
.
.
Tapi, lagi dan lagi hasrat menulis itu hilang yaa entah kemana.
Mungkin nih ya karena jadwal uas -iya kita mah masih anak sekolahan yang masih harus ikut uas- yang datengnya tiba-tiba alias jadwal nya tanggal 24 eh diksih tau baru tgl 20, kan nyesek ya T__T
*duh ngeluh lagi*

Selebihnya jadwal lain pun sudah antri untuk minta dibaca, difahamin, dihafal, dan segera tuangkan dalam lembar jawaban, hanya semudah itu. *mudah banget kankan*

Intinya apa? Intinya ujian udah H-4 dan aku masih aja nulis di blog..HAHAHAHA
Ih gapapa sih, blog juga blog aku >< lagian kan selingan doang *yakin selingan doang? padahal dari jam setengah sepuluh kaya gini*

Tapi bener lho aku pun baru sadar sama ritme belajar diri sendiri yang gabisa belajar full tanpa tidur alias kalo udah baca materi ujian sampe 3 jam nonstop pasti mata minta dimeremin sebentar *iya, satu jam sebentar kan?*

Sampe kemarin ada kaka kelas sebut saja Maryam pas lagi rapat bahas agenda untuk ramadhan dan aku keliatan nguap, terus dia nyeletuk


"Intan tuh sering banget tidur kalo belajar buat ujian, baca materi, lalu ngantuk, lalu tidur, bangun lagi baca materi, ngantuk lagi, tidur lagi, dan kalo dipikir-pikir kayanya lamaan tidurnya daripada belajarnya"

Maklum deh kita sempet serumah dua tahun, jadi kaka itu tau jeleknya aku gimana

Pengen ngeles kalo tidur itu waktunya ngesave materi yang tadi diulang-ulang, pernah denger kan ya teori itu? Yang katanya kalo otak udah penuh atau kamu udah belajar terus menerus maka cara ampuh untuk ngesave materi di otak kamu biar ga kabur ya dengan tidur. *jangan ditanya teori ini darimana, karena jawabannya aku pun gatau*

Tapi entar dibales lagi sama kakanya "mana ada ngesave yang ampe dua jam, cukup kali lima belas menit sampe setengah jam kalo buat ngesave doang"

HAHAHA

Jadi? Doain sih biar ujian akunya lancar, lulus tahun ini, *ko ga didoain biar wisuda juga?* soalnya insya allah aku wisuda pas hari terakhir ujian..HAHAHAHA
Ko bisa? Haha cerita menyusul yaa, doain juga biar bisa cepet pulang ke endonesahh.

Bye.
Aku yang udah dua hari ga hirup udara luar

Share on:

Assalamualaykum

Masuk bulan April, setelah itu Mei
Dan Mei bulannya ujian, dimana saat itu muqorror akan lebih sering diajak bercengkerama, waktu malam dijadikan waktu yang paling spesial untuk menghafal dan bermunajat, grup-grup akan sepi yang tersisa hanya grup fakultas yang isinya seputar 'ada bimbel ga hari ini?' 'Madah ini tahdidannya mana aja ya?' 'Besok masih kuliah?' 'Saling doa yaa'
Mei adalah bulan yang hectic bagi mahasiswa sini, dimulai dari ujian lisan dan dilanjut dengan ujian tulisan.
Mei adalah bulan cinta, kasih sayang, sekaligus bulan egois.
Doa-doa melangit tinggi, usaha tiada henti.

Selamat datang Bulan Ujian.

Foto bareng Dukturoh Badriah *dukturoh Hadis tingkat 4 Syariah*

Share on:

Assalamualaykum

Ditengah cuaca yang sedang galau ini, saya dan dian *partner in organization..halah* harus merevisi buku sakral, laporan akhir selama setahun panjang perjalanan organisasi, duhh kebayang kan malesnya *astaghfirullah intan*. Laporan yang tebalnya mencapai kurang lebih seratus halaman dibuat dengan penuh keringat dan dengan berlinangan air mata. *ini jujur, no tipu-tipu sis* tapi kayanya saya aja yang berlinangan air mata, kalo si dian mah mana tau deh 😒

Dimulai dari semangat untuk tidak mengulangi kesalahan yang terjadi tahun lalu, saya berucap dengan menggebu-gebu 'Yan, pokoknya Laporan keuangan kita harus tjakep, perfect, dan harus udah dicetak sehari sebelum LPJ'

'Iya betul tuh tan, pokoknya pas lpj kita tinggal siap-siap, pakai jilbab cantik, dan datang ke ruangan dengan senyum paling manis😍 pokoknya jangan sampe kita yang mau di lpj kan eh malah telat datengnya' sahutan dari dian.

Hari demi hari berlalu, dan tiba-tiba sudah sampai di H-7 hari pertanggung jawaban *cielah*
Sebelum naik cetak alias di print untuk lpj nanti, laporan-laporan yang setebal 100 halaman tersebut harus diperiksa oleh tim verifikasi, untuk memastikan apakah laporan yang kita buat sudah sesuai standar atau belum, dari segi tulisan banyak typo atau nggak, jumlah keuangannya benar atau tidak, dan paling penting sirkulasi keuangannya jelas atau malah terselubung alias digelapkan *hiii serem jadinya kan🙅* intinya, tim verifikasi ini bertujuan utk memeriksa dan kemudian membenarkan sehingga meminimalisir kesalahan ketika LPJ nanti sis.

Saya mah tenang-tenang aja mau verifikasi, nyantai soalnya emang dari awal saya buat saya sudah punya satu acuan dalam membuat laporan, laporannya bagus, no typo dan no tipu-tipu..hahahaha
Singkat cerita, laporan dalam bentuk soft file saya berikan dan besokannya sudah saya terima koreksian dari tim revisi,
Begadang mulai dari isya dan baru selesai bakda shubuh, periksa sama tim verifikasi dan masih aja ada yang kurang, padahal menurut saya itu udah perfect banget..nget..nget
Revisi ulang, cek n ricek dengan lpj beberapa tahun lalu untuk daftar isinya, dan sent ke tim verifikasi jam 4 pagi.
Istirahat sebentar, bangun sholat subuh lanjut hibernasi sampai jam 8 pagi gara2 ada telpon dari tim verifikasi yang ngotot bilang kalo lpj kamu ada yang kurang,

Dihhh..orang semua bab udah saya masukin sesuai lpj yang jadi panduan, terus dibilangnya kamu cuman patokan lpj cetak kan belum liat soft file...%#%#&#&^#*#*

Duh gustii, masih ada yang kurang? Dan si bedahara umum pun nangis sesenggukan😭

Wajar banget kali, udah begadang demi lpj, udah ngebuat sesuai contoh lpj, bab-bab nya juga udah lengkap eh masih aja ada yang kurang, GAGAL UDAH INI CETAK H-1😤

Yang niatnya hari itu mau langsung cetak, jilid, terus siap2 cantik eh malah berakhir di kantor wihdah pake nginep segala. NGINEP MEN. demi lpj, oh iya betewe ga kebayang awalnya, tapi ya mau gimana lagi kan.
Masalah yang kata tim verifikasi ada bab yang belum ditulis ternyata hanya kesalahfahaman tim verif ya, saya buat udah lengkap dan versi saya pakai font nya lebih besar dibanding tahun lalu, jadi menurut tim verif harus ada data induk, dan itu menurut saya adalah laporan harian yang dinamakan laporan tiap bulan, ada misscom dan finally memang kesalahan tim verif yang kurang jeli mungkin *ngerti ga? Hahaha*

Hari H pun tiba, singkat cerita kami pun melaporkan laporan pertanggungjawaban kami selama satu tahun full, dilanjut dengan pengkoreksian oleh teman2 anggota sidang *yang ternyata lumayan banget salahnya..hahaha*
Mulai dari tahun lpj, yang harusnya 2016 tertulisnya 2016
Angka nol yang kelebihan satu yang efeknya agak sedikit fatal, seharusnya 400.00 le tertulisnya 400.000 le
dan banyak kesalahan-kesalahan kecil lainnya.

Berujung pada REVISI yang deadline nya seminggu setelah LPJ
.
.
.
.
Tapi kenyataannya revisi pun MOLOR hingga sebulan kemudian baru disentuh dan diselesaikan, ya atuhlah ya abis elpeje mau istirahat dulu kali ah matanya
Masa iya melototin excel lagi excel lagi ampe bolor, jadi saya udah niat emang gamau nyentuh excel sampe mood lagi.

Sebulan kemudian..taraaa
Revisi Orange, hasil karya intan dan dian, perjuangan nyari warnet yang buka pagi hari, bolak balik kantor wihdah dan kantor wisma, printer yang manja banget *iya, tintanya gabakal keluar kecuali harus digoyang-goyang dulu printernya* dan segudang hambatan yang hampir aja ngebuat gagal jilid di hari jumat kemarin.

Alhamdulillah untuk semuanya, hutang revisi sudah lunas dengan laporan keuangan paling update per tanggal 25 maret 2016.
Akhir kata, salam dari dua bendahara ketjehhh😘

Share on:

Assalamualaykum

Judulnya beuhhh..udah kaya yang bosen banget gitu ya aktifitasnya itu lagi-itu lagi.
Eh tapi beneran lho, belakangan ini saya terjebak di rutinitas yang bisa dibilang sedikit membosankan tapi lumayan berkesan.

Dimulai dari hari jumat siang akan selalu diisi oleh Mawar (kelas intensif nahwu yang diadakan oleh icmi) yang dimulai pukul 11 pagi sampai 2 siang
Kemudian dilanjut hari sabtu pagi setoran hafalan di daerah husein, kemudian lanjut ke daerah sadis untuk kuliah sampai zuhur, dan berakhir di wisma atau konsuler untuk hadir pada acara DIM (dauroh paling ketjeh tapi menyita waktu lama) hingga pukul setengah sepuluh malam paling maksimal,
Ahad yang full kuliah, kemudian senin kuliah sampai siang dilanjut DIM lagi sampai malam, kemudian selasa kuliah sampai jam 2 dan dilanjut mawar sampai magrib, Rabunya kembali setoran hafalan sampai setengah 11 dan berakhir dengan DIM hingga malam hari, dan Kamis pun waktunya bimbel dengan adik kelas dilanjut liqo pekanan hingga asar menjelang, dan bisa bernafas lega alias sedikit leha-leha dari kamis sore hingga malam hari. Begitu seterusnya hingga sebulan setengah.
.
.
.
.
.
Intinya adalah, saya terjebak pada rutinitas yang lumayan menyita fikiran, tenaga, dan uang👛💰💳
Atau bahasa kerennya, SAYA KURANG PIKNIK aka. REKREASI..hahaha
Butuh banget yang namanya ngerefresh otak plus refresh diri, perlu ambil nafas sejenak sekedar untuk melihat kebelakang sudah sejauh mana saya melangkah.

Nah kebutuhan akan piknik ini juga yang membuat saya mengiyakan ajakan Uca untuk menjelajah indahnya jabal Muqottom malam hari.
Iyes, tulisan ini bakal menceritakan gimana senengnya saya diajak ke jabal muqottom yang ternyata kata jabal sama sekali tidak cocok dengan realita sesungguhnya..ahahahha
Yang ternyata jabal muqottom hanya seperti dataran tinggi atau tebing tanpa pohon apalagi taman tepatnya dengan pemandangan bawahnya jalan-jalan serta lampu-lampu dari berbagai gedung di daerah Cairo
Yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi saya, yang katanya naiknya pun harus pakai tramco *kebayang deh tingginya, kirain harus pakai tramco soalnya kalo jalan kaki itu bikin pegel, tapi oh tapi...*
Hehe, memang tidak terlalu nampak apa2 juga sih, sekedar menginjakkan kaki disana untuk modal cerita kepada anak cucu kelak..HAHAHA
Yaiyalah wong nyampe jabal pun sekitar isya, apa yang mau diliat kan..kan
Gelap dan lumayan dingin. Ambil foto seadanya dan setelah itu...PULANG!
Foto pun karena tidak bermodalkan slr atau dslr ya memanfaatka kamera handphone aja, ada tiga orang yang digunakan dua hape, satu hape untuk flashlight satu lagi untuk selfie ala-la masa kini, dan taraaaa...
Saya yang berbaju putih tapi jilbab warna gelap tetap saja terlihat lebih gelap dibanding Ziya n Ucha..haha *terima nasib ya*

Selesai dari jabal muqottom, perut pun sudah meminta haknya maka terpilihlah abu laylah sebagai tempat pemberhentian kedua terakhir untuk sekedar mengganjal perut. Sebenarnya toko ini seperti kedai ashir pada umumnya, tapi sedikit lebih berkelas kali ya, mulai dari tokonya yang bersih, pilihan jus yang beraneka ragam serta aneka macam topping.
Sampai akhirnya, juz melon, juz coklat dengan toping potongan cadburry dan sepaket eskrim dengan berbagai rasa terhidang diatas meja kami🍹🍦🍧
.
.
.
.
.
.
Acara piknik dadakan ini pun ditutup dengan mampir ke toko sepatu yang ternyata toko olahraga, dan emang dasar cewek ya membeli barang bukan karena butuh tapi karena pengen. Maka yang tujuan awal mau beli sepatu kets eh ngelirik perlengkapan renang dan malah yang terbeli adalah dua penutup kepala untuk renang dan kacamata renang🏊🏊🏊*maklum berhubung musim panas akan tiba, jadi printilan2 untuk renang harus disiapkan sejak sekarang #alibinya perempuan*

Setelah itu? PULANG!
Iya, jam sudah menunjukan pukul setengah 9 malam dan kita masih terdampar di Muqottom😉, sepanjang perjalanan pulang saya sambil merenung tentang padatnya agenda, kerutinan yang membosankan tapi saya sadar

'Oh mungkin dengan kerutinan yang ada sekarang saya jadi lebih mensyukuri hal-hal kecil, seperti rekreasi dadakan ke jabal muqotom ini, atau jalan-jalan ke dokter gigi kemudian dilanjut ke dokter mata aja udah cukup untuk merefresh hati, atau seperti makan malam dirumah menjadi sesuatu yang sangat dinanti, menyapa adik-adik di rumah seperti sebuah kewajiban mengingat intensitas bertemu hanya sekedarnya dan masih banyak hal lain yang justru semakin membuat saya bersyukur'

Pada akhirnya tulisan ini saya tutup dengan mengutip salah satu ayat
لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد (ayat quran)

Tisbah alal khoir🙌

*00:05, 29 maret, sepulang acara DIM yang waktunya ngelebihin jam kuliah*

Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Hamil
  • Keluhan saat hamil
  • Mine
  • Wihdah Hamasah
latest posts
latest comments

Blog Archive

  • ►  2020 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ▼  2016 (24)
    • ▼  December (2)
      • Bagasi Over? Senyumin aja
      • Ilmu hasil Ngelipet Lontong
    • ►  October (3)
      • Sakit malari(ndu)a
      • Ruqyah o/ ust Zulfi Akmal
      • Dauroh i'dadul janaiz/ 25 Agustus 2016
    • ►  September (1)
      • No title
    • ►  August (1)
      • Graduation 2016
    • ►  June (1)
      • 5 Target Ramadan
    • ►  May (3)
      • Aturan Rumah
      • HIATUS
      • Alkahfi Part 2: Guru dan Walas
    • ►  April (5)
      • Alkahfi Part 1: Bangunan, Makanan dan Rutinitas
      • Terkunci dari Dalam: Green House, Tragedi Subuh Hari
      • Sanah Helwah Karin
      • Ujian itu...
      • اهلا و سهلا يا شهر الامتحان
    • ►  March (7)
      • Dibalik cantiknya Revisi si Orange
      • Kerutinan (melelahkan) yang berbuah Syukur
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)

Report Abuse

About Me

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

  • Home
Powered by Blogger.
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates