Assalamualaykum
"Bel, Zah bangun shubuh dulu" ucapku sambil mengetuk pintu kamar mereka, iya sambil kesel *tumben2an pintu dikunci dari dalam*
Selang beberapa saat, terdengar suara dari balik pintu, jam menujukkan pukul 04.30 clt.
"Ka Hana tolong bukain pintu kamar dari luar dong!"
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang hendak didobrak dari luar, tidak hanya sekali tapi berkali-kali, kebetulan saat itu saya masih dalam posisi duduk tahiyat akhir.
***
Selamat pagi everybody😄 semoga pagi ini banyak keberkahan melimpah seperti doa nabi untuk umatnya "Allahumma Bārik li ummati fii bukūriha" amiinn.
Pagi ini Allah seperti sengaja 'membangunkan' kami dengan cara yang tidak biasa, seperti hari-hari sebelumnya jam-jam segini rumah kami biasanya sepi, tidak ada aktifitas yang dilakukan kecuali pada berdiam diri di kamar msing-masing, ada yang sholat, tilawah, matsurotan, bahkan mengerjakan peer dari Dauroh Lughoh dengan mata yang mengantuk lebih tepatnya.
***
Saya pun bergegas menuju kamar yang pintunya masih belum bisa dibuka
"Kenapa ka?"
"Gabisa kebuka"
"Coba dobrak bareng yu ka"
Satu..dua..tiga duarrrr, dua kaki mengayun menerjang pintu..tanpa hasil
Mencoba peruntungan lain, ambil sendok lalu congkel..masih tanpa hasil
Satu..dua..tiga duarr, kali ini beda personil yang menerjang pintu, saya dan Zumroh tapi sama hasilnya pun nihil. *kebayang kan tenaga akhwat yang baru bangun tidur dan tiba-tiba harus dobrak pintu itu seperti apa*
"Tayamum aja udah, keburu abis waktu shubuhnya" ucapku pasrah pada dua orang yang terperangkap di dalam kamar.
"Ga jadi ujiaann oyy." Haha celetuk salah satu personil greenhouse.
Funfact: hari ini jadwal Bella ujian lisan
"Duh, aya-aya wae ieu teh, ku maneh diapakeun ini teh pintunya?"*
"Gatau ka, kayanya semalem kekencengan nutupnya ka"
"Ih bella mah, bisaan banget bikin orang melek pagi-pagi"
"Tolongin sih ka bukain pintunya, masa harus lewat balkon ujiannya -____-"
"Banyakin dzikir ampe bantuan dateng yes!" Teriak saya dari luar sambil membereskan barang-barang berserakan di ruang tamu.
***
Hp saya berbunyi tanda panggilan masuk
"Lantai berapa rumahnya?"
"Satu"
"Oh satu?"
***
Iya, yang nelpon barusan itu Yusuf si ketua Islah Mesir yang harus rela membelah jalan pagi buta dari Gami ke Shaqor hanya untuk 'menyelamatkan' dua orang yang terperangkap di dalam kamar.
Itupun setelah menimbang-nimbang sopan ga ya pagi-pagi minta tolong, sebenarnya ada tetangga depan flat yang sudah berkeluarga tapi ga terlalu kenal, jadi opsi lainnya minta bantuan ke pak ketua.
Lagian kan salah satu fungsi ketua islah adalah siap dimintai bantuan, anytime, everytime. Hehehehe. *duh hampura gusti, ketua islah*
Bantuan pun dateng selang beberapa menit saya menghubungi ketua islah, Yusuf tidak sendiri tapi berdua dengan salah satu senior yang saat ini menjabat sebagai ketua Syathibi.
***
"Ga bawa alat-alat?" Tanya saya begitu dia datang tapi tangannya tidak terlihat membawa apapun (alat-alat perang)
"Oh gausah, ada pisau kan?"
"Ada" saya langsung menyerahkan pisau dari dapur
Mulai di congkel-congkel, semenit dua menit belum ada hasil, sampai akhirnya saya bilang "Kalau mau didobrak juga gapapa ko" duhh dalem hati sudah terbayang berapa uang yang harus dikeluarkan kalau ternyata memang harus didobrak.
Ternyata nggak "hmm (dobrak)..opsi terakhir deh"
"Ada gunting?" Saya kasih gunting dan...taraaa
***
Pagi yang lumayan bikin heboh tapi berhikmah😃
Hikmahnya adalah kami jadi gak ngantuk lagi selepas sholat shubuh, rumah kami jadi bersih soalnya ketika pak ketua bilang mau dateng, secara ga langsung ada perintah "ayo beres-beres rumah"😹 Cc: Anggota sigap dalam beres-beres, Ria dan Ulfah
Yang ujian jadi bisa ujian tanpa harus lompat dari jendela kamar🙌dan ga perlu tayamum juga untuk sholat. Alhamdulillah.
***
"Tersangka nih" ucap yusuf sambil menunjuk dua orang yang hanya bisa nyengir lebar
"Lagi arisan bu?" Tambahnya lagi.Hahaha.
Huftt..finally pintu kamar bisa dibuka tanpa ada adegan dobrak mendobrak.
Ternyata oh ternyata masalahnya ada pada mortise lock nya, dia masuk ke dalam, tapi ga ada gagang untuk muternya, jadilah tadi bermodalkan gunting yang diputar di tempat seharusnya gagang berada dan...taraa pintu pun terbuka.
Haduh, antara malu dan seneng.
Malu karena ternyata hal sepele kaya gini bisa ngebuat orang direpotkan
Seneng, akhirnya jadi ujian juga ya Bel?! Hehehe.
Hampura** kepada Yusuf dan Bang Riki karena sudah direpotkan pagi-pagi dengan hal sepele macem gini.
* "duh ada-ada aja deh, emang diapain pintunya sama kamu?"
** Hampura: mohon maaf
Cairo, 06.27 Clt, yang terangnya udah kaya jam 9 pagi di Indonesia.
0 comments