Assalamualaykum
Alhamdulillah bisa posting lagi setelah pusing pusing baca muqorror yang entah kenapa membuat ketagihan *hahaha*
Jadi kenapa tiba-tiba postingan tentang Aturan Rumah? Sebenarnya banyak hal yang melatarbelakangi saya menulis hal-hal yang terlihat sepele tapi sangat berpengaruh untuk kemaslahatan warga rumah *uhuukk*
Pertama, sejak usia smp saya sudah masuk asrama, dilanjut sampai sma dan akhirnya kembali merantau untuk balik ke rumah desember nanti.
Hidup di dalam kamar yang beranggotakan tujuh orang merupakan hal biasa, saya hanya perlu mengerti enam watak berbeda, membuat peraturan yang lebih sifatnya kebersihan kamar dan sedikit masalah klasik tentang ego anak smp yang masih labil.
Ketika sma saya kembali hidup di asrama, kali ini lebih sulit karena saya harus berbagi kamar dengan 27 orang lainnya, kembali membentuk aturan kamar, namun sifatnya lebih dari sekedar kamar harus bersih tapi harus punya sikap empati yang berlebih, toleransi yang banyak dan peduli yang gak hanya asal 'ane ane..nt..nt'
Itu baru kamar, bukan rumah. Toh kalaupun ada piket bersih-bersih hanya sekedar menyapu dan mengepel selebihnya sudah ada aturan asrama yang mengikat.
Tapi sekarang saya hidup di rumah, Rumah takban kesayangan kalau dulu namanya, bahkan sempat namanya Rumah Cantik tapi sekarang adalah Greenhouse karena dominasi warna hijau pada cat temboknya. *kenapa jadi bahas nama rumah sih*
Rumah saya ini gabungan dari dua flat, terdiri dari lima kamar tidur, dua kamar mandi, satu dapur dan dua balkon.
Tapi kamar tidur yang terpakai hanya tiga, satu kamar mandi dan satu dapur selebihnya ruangan khusus untuk barang-barang pemilik rumah.
Iya, kami menyewa rumah ini sejak tahun 2011 tapi rumah ini tergolong sudah tua. Pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini saya agak sedikit miris hahaha, banyak cat tembok yang sudah terkelupas, bagian bawah tembok sudah jamuran karena lembab, lantai di dapur yang terkena noda gabungan dari minyak, debu, kotoran lain sehingga menyebabkan lantai lengket dan tidak lagi berwarna putih, pintu kamar mandi yang engselnya sudah tidak terpasang dan tumpukan barang pemilik rumah di pojok ruang tamu yang entah sudah berapa puluh tahun usianya.
Apa yang bisa dibanggakan dari rumah tua ini? Hanya kesadaran anggota rumah lah yang bisa menyulap rumah tua ini menjadi lebih layak huni.
Alhamdulillah setelah hampir tiga tahun hidup di rumah takban kesayangan akhirnya rumah kami mengalami renovasi. Jangan bayangkan seperti acara bedah rumah yang sempat muncul di tv, kami hanya sanggup untuk membeli cat tembok itupun uang sisa iuran rumah dan tambahan dari pihak broker dengan alasan menyambut adik-adik maba yang akan datang saat itu.
Kelebihan rumah kami dibanding rumah lainnya adalah luasnya ruang tamu dan karena memang tidak ada sofa dan teman-temannya, selebihnya tidak ada yang bisa dibanggakan, oh ada satu lagi, rumah kami bersih *karena selalu saja ada orang yang menyapu dan mengepel disaat yang lain sudah tidak ambil pusing dengan betapa berantakannya rumah ini*
Jadi ini aturan rumah yang kami terapkan, semata-mata agar kami tetap menganggap bahwa rumah kami adalah satu-satunya tempat pulang💟
1. Piket rumah
Ini penting banget, dulu waktu masih jadi anak baru saya selalu dibiasakan untuk piket rumah, karena kami bukan tinggal di kos-kosan yang hanya hidup di kamar, tapi kami tinggal di rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, memasak, membereskan dapur, membersihkan kamar mandi serta membereskan balkon.
2. Selalu pegang kunci rumah
Kesibukan yang berbeda-beda menyebabkan kami kembali ke rumah di waktu yang berbeda-beda pula, maka membawa kunci rumah adalah satu hal wajib jika tidak ingin melihat orang yang membukakan pintu untuk kita berwajah masam. *ini sesekali aja sih..hehehe* karena coba bayangkan, sedang asik-asik belajar di kamar atau sedang asik-siknya baca buku tiba-tiba bel rumah berbunyi rasanya tuh kaya 'ga dibukain kasian, dibukain tapi mager'
3. Shalat shubuh berjama'ah
Yhaaa ini semacam tamparan keras untuk kami, entah kenapa tadi ketika kumpul rumah perdana setelah sekian bulan aku tiba-tiba rindu suasana hangat pagi hari seperti di asrama dulu. Bangun pagi kemudian shalat berjama'h dilanjut dengan baca almatsurat bareng. Selebihnya urusan pribadi sih, karena mungkin ada yang melanjutkan belajar, ngerjain peer atau tilawah.
Nah aturan ini dulu sempat berjalan, sekarang baru akan digiatkan kembali.
4. Setelah pakai sesuatu letakkan kembali ditempatnya.
Pernah ngerasa tiba-tiba sendok di rak semakin hari semakin berkurang? Atau stok gelas makin menipis? atau garam yang biasanya ada di tempat bumbu tiba-tiba udah ada di kamar tidur? Nah, hal-hal yang kaya gini yang berkali-kali diingatkan supaya tidak lupa.
5. Jangan buka pintu kalau ada yang ngebel hanya sekali
Saya gak tahu peraturan ini berlaku dimana aja, tapi rumah saya selalu memberlakukan pencet bel 3 kali untuk akhwat, jadi kalu hanya sekali pasti kita intip dulu dari celah pintu baru kemudia kalau dirasa dikenal dan berkebutuhan kita bukakan pintu
6. Tidak menerima tamu laki-laki kecuali keadaan darurat
Rumah kami hanya memperbolehkan tamu laki-laki yang memang kami minta datang, misal temen yang mau benerin mesin cuci, atau ngecat rumah, atau ada temen yang benerin keran, kalau ga darurat maka laki-laki dilarang masuk.
Sempat khawatir juga ketika ngecat rumah, karena mereka (temen-temen dari islahiyin) akan nginep dirumah dan kita ngungsi, tapi Alhamdulillah tidak kenapa-kenapa.
7. Saling menghormati kepemilikan masing-masing
Ini seperti peraturan tidak tertulis, karena di rumah tempat dimana barang-barang akan bercampur letaknya hanya satu yaitu kulkas. Suatu ketika karena terlalu khawatir memakan telur yang bukan miliknya, teman saya menemukan tiga telur busuk tak bertuan *sedih*
Jadi, mau pakai sesuatu milik orang lain harus izin dulu.
Nah itu tadi beberapa poin tentang aturan rumah yang harus banget dilakuin demi keharmonisan rumah kami. Tapi poin utama dalam mengurus rumah adalah rasa peduli yang tinggi sesama anggota rumah. Kenapa peduli? karena hidup di tempat rantau akan terasa sulit jika kita gak punya tempat untuk pulang, nah salah satu yang membuat kenapa kita butuh pulang adalah karena tempat kita pulang menawarkan kehangatan, menjanjikan senyum yang akan terbit dari bibir kita, membuat kita melupakan sesaat hiruk pikuk masalah di luar rumah.
Jadi, ayo pulang ke rumah!
Cairo, 23 Mei 15:38 Clt.
*sesaat setelah rapat dengan anggota rumah membahas tentang betapa mahalnya hidup di tanah Mesir*
0 comments