Assalamualaykum!

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

Cairo-Jakarta-Depok

Pengalaman Hamil Mahira

Trisemester pertama, alhamdulillah tidak ada muntah sama sekali, hanya mual dan ga nafsu makan, mau makan cuma makanan yang berk...

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Assalamualaykum

Selamat imtihan buat semuanya, semoga yang tahun akhir bisa dapet Lc tahun ini dan yang masih di tahun tiga naik tahta jadi mahasiswa tahun akhir.

Terimakasih atas keluangan waktunya, finally bisa kumpul untuk foto studio dalam formasi lengkap tanpa kurang satupun.

Yah walaupun sempat ada insiden salah alamat studio, sempet patunggu-tunggu, tapi akhirnya..duhduh manis banget.

Ini foto kesekian kita bukan sih? Tapi kayanya ini yang paling berkesan deh hahaha apa berkesan menurut aku  aja ya?..hehe

Ga terasa ya kita udah masuk di fase quarter of life kalo kata Mas Gun mah, kesibukan kita juga udah masing-masing banget kan, tapi kita masih Allah beri nikmat untuk berkumpul, ngeriung minta sharing dari jeki yang balik dari indo langsung tersematkan gelar s3 *estri* keren yah😂.

Atau sibuk versi Maryam yang disamping fokus dagang jilbab Aya tapi jadwal ngajar tahsinnya juga padat.

Atau Maziyyah yang hampir jarang bisa ditemui di kampus karena kemarin sibuk urus-urus perihal wisudanya TK ABA, *maklum doi kepseknya sist*

Atau Uca, yang lebih senang menetap di asrama ujung kota sambil belajar buat UAS nyambi juga belajar bisnis cardigan yang ootd banget.

Atau para mutaakhirun Buus, huhuhu iya banget kan ini yang baru pada pindah masuk Buus, colek Aisyah yang katanya belum betah hidup di Buus..dan makin jarang maen ke Asyir, emang berasa ya capeknya Buus-Asyir 😎

Atau Farhati yang lagi sibuk mikirin si doi yang ga kunjung datang padahal namanya udah sering disebut, apalagi jarak yang hanya selemparan batu tapi kini lagi-lagi menjauh *apasih* enggak, ding, sibuk belajar lah ya Far✌ supaya kelak bisa wisuda bareng doi *uhukk*

Atau anak Jees yang sibuk juga ngurusin Islahiyat yang ga ada matinye kalo ngeyel di grup, colek Mbae dan Ela *duo banget kan mereka ini* jangan mikirin islahiyat meleee mba, el, kali-kali pikirin diri sendiri yes😇😇😇

Atau edisi anak Mumbai yang udah kaya rumah gadis banget, tinggal bertigaan di ujung soqor sana><
Nebil yang makin eksis di dunia per doodle-an, Wiwin yang jamannya ujian masih aja dihubungin buat rapat bahas Temus, dan Jeng Pipah yang sebelas dua belas lah sama Farhati, sambil siap-siap buat target setelah Lc, nikah ya sist? Heuheu *piduanan wae lah ya kalo kata pipah*

Atau Ifat, yang memang sebelas dua belas kaya aku dan ikah. Yang tinggal sendiri diantara adik-adik yang butuh diayomi.
Ifat yang sekarang sibuk di Persis atau Ikah yang juga lagi rariweuh urus Simposium yang hanya hitungan bulan.

Terakhir,
Semoga kesibukan kita senantiasa membawa keberkahan, dan memang doa itu senjata paling ampuh untuk mengusir kerinduan *walaupun sebenarnya obat mujarab untuk rindu adalah bertemu*
Mari langitkan doa untuk kesuksesan hari ini, untuk syukur atas nikmat yang berlimpah, untuk meminta sabar pada Asshobur agar dikuatkan dan dimampukan untuk menghadapi UAS kali ini, semoga Allah kabulkan.

Jangan lupa selipkan doa untuk saudara kita di Suriah dan belahan bumi lainnya.

Nb: oh iya postingan ini sekaligus postingan sayonara, mau pamit hiatus dulu dari hiruk pikuk sosial media, masih bisa dihubungi lewat Whatsapp ataupun BBM.


Intan yang menahan rindu
14 Mei, 19.07 Clt

Share on:

Assalamualaykum

Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk seluruh pelajar dan pendidik Indonesia dimanapun kalian berada, bahwa tonggak estafet ada ditangan kita maka mari berjuang demi Indonesia lebih baik. Belajar, belajar dan belajar wahai kalian pelajar!

Nah edisi kedua ini kita bakal nostalgia seputar para pendidik di Alkahfi, dari guru yang terkenal dengan gaya ngajarnya yang pake senam jantung sampai wali asrama yang tak kenal lelah bangunin 50 santri kurang lebih setiap harinya😄

Sebelumnya saya ingin menyampaikan terimakasih kepada para pendidik di Alkahfi atas jasa-jasa tiada terkira, atas nasihat yang selalu jadi penyemangat, atas omelan yang beralasan, dan kesabaran tiada berbatas.

Lets begin..
G: Guru
S: Santri

G: 'Assalamualaykum, selama lima menit kedepan kita akan melaksanakan senam jantung, siapkan kertas dan jangan lupa tulis nama di pojok kiri atas kertas'

*murid krasak krusuk nyiapin kertas*

Guru pun mulai membacakan soal dan harus langsung dijawab dalam waktu 30 detik dan setiap 30 detik habis maka suara penghapus papan tulis yang diayun beradu dengan meja guru...Taakk *dagdigdug*, guru pun lanjut membaca soal dan begitu seterusnya hingga lima menit habis dan soal langsung diperiksa.
Alhamdulillah, fiuhhh senam jantung di pagi hari selesai.

Ada yang ingat siapa yang cara ngajarnya seperti ini? Yapp.. Ibu Neni Pritiani, ngajar matematika dengan metode yang tidak biasa😂 senam jantung, spot jantung atau apapun namanya, cara paling berkesan.

Ada yang ingat pelajaran shorof? Fa'ala yaf'ulu fa'lan wa maf'alan fahuwa fa'ilu...
Saat itu di benak saya, kenapa menghafal pelajaran ini lebih sulit dibanding menghafal rumus fisika?  tapi lagi-lagi pelajaran ini dikemas berbeda oleh pengajarnya.

S: Pak susah banget ngafalnya *biasa kan ya kita sering banget ngeluh*
G: Oke, Bapak baca sampai sepuluh kali setelah itu kalian harus setoran

*dan guru pun membaca tashrifan lughowi tersebut selama sepuluh kali, sambil berharap setelah ini 30 orang muridnya akan antri untuk setoran tashrif*

Setelah sepuluh kali dibacakan..
G: ayo siapa yang mau setoran?
S: ....
G: gak ada yang hafal?
S: susah pak *jawab serentak*
G: oke saya ulang lagi, tiga kali ya.
S: iya pak

Setelah tiga kali..
G: sudah hafal?
S: belum pak
G: &#%@$@&#*

Ayo tebak-tebak siapa guru shorof legendaris ini? Yap Pak Asep😄
Guru yang paling sabar selama nungguin santrinya menghafal shorof..hehe *salam takzim untuk Pak Asep dari murid yang susah sekali menghafal shorof pada zamannya* hehehe.

Kita beralih ke pelajaran Ips ya😎 kita akan kembali bernostalgia dengan Ibu Rina dan Ibu Rini yang setia mengajar Geografi dengan karton yang sudah ditulis dengan rangkuman sehingga memudahkan pemahaman para santri, atau biasa disebut dengan mindmapping atau bahkan sesekali materinya berupa film yang harus kita tonton dan kemudian diminta membuat kliping atau sekedar membuat artikel terkait.

Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Yap sejarah, pelajaran yang diajar oleh Bu Dwi dengan metode yang macam-macam pula, terkadang ada semacam pre-test sebelum mulai belajar dan bagi siapa yang bisa menjawab maka dapat beberapa butir kacang telur😋 atau saat berlomba-lomba meremake lagu yang liriknya diganti dengan peristiwa bersejarah seperti lagu balonku ada lima yang diganti liriknya untuk menghafal Konferensi Meja Bundar *udah lupa juga sebenernya liriknya hehe*
Atau buat mindmapping tentang peristiwa masuknya islam ke Indonesia. Wahh, betapa saya merindukan momen-momen dimana saya dituntut kreatif😘

Next lesson,

🎶🎶"Salam hangat kami dari ekonomi
Pelajaran asyik yang paling menarik
Kami tidak malas mengerjakan tugas.."🎶🎶

Ayo ada yang inget lagu ini? Yap lagu yang selalu dinyanyikan setiap mulai pelajaran ekonomi, walaupun pelajarannya siang hari tapi ketika menyanyikan lagu ini sedikit membuat saya mengangkat kepala yang hampir menempel di atas meja, terlebih lagi jika kelasnya saat itu di saung bawah😂
Oh iya ekonomi ini diajar oleh Bu Eka dan Bu Novi yang selalu ceria seperti lagunya..hehe

Guru yang ngajar Ips, Matematika, Shorof udah, apalagi yang belum?

Ipa kayanya ya, ada Bu Tri yang ngajar kimia dan sekarang galeri album facebooknya sukses bikin ngiler karena isinya foto-foto kue ulang tahun yang cute-cute😍😍😍 *salah fokus yaaa* untuk kimia ini saya selalu inget waktu nilai catatan kimia saya dapet C ketika kelas 7 atau 8 gitu, karena memang sedikit dan jarang mencatat materi yang diajarkan, waktu itu pembahasan tentang senyawa untuk membuat sabun atau bagaimana gitu *failed banget dan emang lupa* hehehe.

Inget Pak Ilyas? Yang kalau datang ke kelas hanya membawa spidol marker dan koran? Pasti diingat lah ya😊
Guru fisika yang sama sekali tidak pelit nilai. Coba bayangkan, di kelas saya rata-rata ketika ulangan dapat nilai seratus dan hanya segelintir orang yang dapat nilai delapan atau tujuh *include saya yang emang payah di pelajaran Ipa* *poor me*
Ada lagi Pak Nunu, selera humor nya tinggi, jadi tidak jarang di tengah pelajaran fisika muncul humor-humor ringan. Terakhir adalah Pak Endang, guru fisika kelas 3 smp yang sedikit berbeda dari pak Ilyas dan pak Nunu, pembawaan pak Endang ini sedikit serius dan bagi saya ini kombinasi yang pas sekali untuk sulit faham fisika..hahaha
*guru yang lucu aja tetap susah untuk faham, apalagi yang bawaannya serius khan..khan* *ngeles aja ni si Intan😝* *aslinya emang lemah di pelajaran Fisika..HAHAHA*

Biologi. Entah kenapa kalau ingat biologi saya langsung teringat saat-saat dimana saya harus membelah katak di lab yang saat itu letaknya di dekat green house, ada murid yang sampai menangis karena melihat darah lalu tergugu di pojokan tembok dekat manekin tubuh manusia atau saat membuat tumbuhan kering, atau juga saat membahas reproduksi perempuan. Yap Bu Jane, Bu Tera, dan Bu Ariani adalah tiga guru yang setia mengajarkan biologi kepada kami.

Bu Jane yang di awal perkenalannya pernah bilang "saya senang membaca apa saja, bahkan tulisan di jalan-jalan pun akan saya baca, atau tulisan dari sekedar robekan kertas.."

Si Intan ini emang lemah banget di pelajaran Ipa maupun Ips, lah terus apa yang rada menonjolnya? Agama..hehe

G: hari ini kita praktik menyiapkan jenazah ya
S: siapa yang mau jadi mayatnya?
*Tazki pun rela dan akhirnya sudah terbungkus rapih oleh kain kafan..hehe*

Kira-kira kita lagi bahas apa sekarang? Fiqh. Iya percakapan diatas ketika kelas tiga smp dan sedang masuk dalam pembahasan persiapan jenazah. Gurunya adalah Pak Irfan.

Atau ingat dengan Bu Anna Maftuhah? Guru karismatik lulusan Gontor ini adalah guru pertama yang membuat saya jatuh cinta pada ilmu syar'i. Cara ngajarnya pun lumayan unik kalau tidak mau dibilang kaku. Beliau datang ke kelas, ucap salam kemudian tanya kabar dan selanjutnya langsung membagi papan tulis menjadi tiga bagian dan mulai menuliskan dengan detil arti setiap kata yang ada pada buku fiqh -pada saat itu bukunya berbahasa arab dan covernya warna merah kalau tidak salah, dengan font yang kitabable banget pokoknya- hingga jam pelajaran usai.
Tapi di lain waktu beliau menerangkan juga apa isi materi yang beliau sampaikan, jadi sistem mengajarnya tulis dulu semua mufrodat plus artinya baru setelah itu dijelaskan, dan cara beliau menjelaskan membuat saya jatuh cinta pada ilmu-ilmu syar'i.

Selanjutnya ada Hadis oleh Pak Dadang *yang ternyata lulusan Husnul Khotimah*, Aqidah oleh Pak *Gusti saya lupa namanya* beliau orang Lampung, dan hanya mengajar ketika saya kelas 7 kemudian beliau pindah dari Alkahfi, materi dasar yang diajarkan di Alkahfi pun tentang syahadatain, ma'rifatullah, muroqobatullah tapi dengan kondisi santri yang tertidur padahal suasana kelas masih pagi, tapi lagi-lagi kelasnya di saung bawah. Maka saung dan pagi hari adalah kombinasi yang pas untuk meletakkan kepala di meja disaat guru mengajar *astaghfirullah, maafkan kami bapak guru ibu guru*

Ketika kelas 3 pun ada Pak Yayan yang mengajar aqidah, Bu Zuriah yang mengajar Tafsir Bu Baiduri mengajar Fiqh, dan Pak Arief mengajar Nahwu.

Selanjutnya bahasa ya, cungg tinggi-tinggi yang suka pelajaran bahasa🙋

Bahasa Arab, ada Bu Yeyen, Pak Iqbal dan Pak Misbah yang mengajarkan kami selama tiga tahun.
Bu Yeyen ini sekaligus wali kelas saya waktu kelas 7, ya selayaknya wali kelas murid baru maka bu Yeyen cenderung bersikap seperti seorang ibu, menempatkan diri sebagai Ibu saat waktunya kumpul dengan wali kelas😍jadi tempat curhat lewat kertas yang akan selalu dikumpulkan setiap pertemuan.

Di Alkahfi murid boleh makan permen di tengah pelajaran, alasannya supaya tidak mengantuk saat pelajaran. Pernah suatu ketika ada santri yang makan permen saat pelajaran Pak Iqbal, dan tiba tiba pak Iqbal bilang kalau beliau tidak suka makan permen, alasannya karena makan permen itu sama dengan makan ludah sendiri..hehe masuk akal pak😁

Untuk Pak Misbah ini saya ingat kalau saya pernah hampir menangis karena dapat bentakan beliau saat kelas 9, beliau minta saya menjawab apa tapi saya malah jawabnya apa..huhu *kenangan tersendiri pokoknya mah..Hahaha, kalau diigat-ingat cupu juga sebenarnya*

Kalau ingat Bahasa Inggris, saya langsung ingat dengan Bu Heni, yang kalau muridnya bisa ngumpulin kertas sticky note -hasil nilai ulangannya sepuluh, atau pun bisa jawab soal dari bu Heni- maka dia dapat pencilthick, itulho pulpen warna warni yang cute banget, saya kepengen banget pulpen itu tapi gapernah dapet..HAHAHA
Atau bu Heni yang pernah ambil cuti demi ngajarin adiknya buat uas kemudian sekembalinya dari cuti bu Heni cerita kalo adiknya gamau diajarin bu Heni..huhuhu

Selanjutnya ada Bu Yuna, yang pernah bikin kunci jawaban dengan jawaban abcd per empat nomor pas lagi UAS, faham ga? Jadi jawaban nomor satu A, nomor dua B, nomor tiga C, nomor empat D, begitu seterusnya sampai nomor dua puluh sekian yang ternyata nggak urut jawaban abcd nya..hehe, atau saat listening lagu pricetag yang ternyata kena tegur hanya karena lagunya ga islami😏

Atau Bu Dita guru bahasa Inggris kelas 9 sekaligus kepala sekolah yang pernah kita tanyain tentang sepatu apa yang cocok untuk dipakai pas wisuda nanti, apakah flatshoes atau high heels *duhduh akhwat ya, pelajarannya apa pertanyaannya apa👠*

Pelajaran Bahasa yang terakhir adalah Bahasa Indonesia. Ada Bu Wati yang pernah memberi tugas untuk membuat cerpen tapi sekaligus jago matematika dan Bu Rosi yang menurut saya agak sedikit killer hehehe. Soalnya nilai bahasa indonesia saya pernah di bawah KKM hanya karena sulit faham pelajaran dan takut dengan gurunya.

Ada lagi nih pelajaran paling-paling  *paling sering kena remed pas kelas 7* TIK atau komputer, diajar oleh Bu Jane yang saat itu ngajar Biologi juga, terus kelas 8 nya berkutat dengan ms. excel dibawah bimbingan Pak Cece dan kelas 9 mulai belajar tentang internet dibawah didikan Almarhum Pak Kiki.

And last, guru paling legendaris sejagad Pak Chairul, guru yang ngajar PPKN selama 3 tahun berturut-turut, guru yang pernah ngajak nonton film The Last Samurai, guru yang sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua pembinaan Putri, guru yang kadang pas lagi jam pelajarannya suka cerita tentang kebandelan-kebandelan santri putra, entah yang madhol *bolos sekolah* atau yang ngumpetin vcd porno, atau bahkan yang diem-diem kabur lewat kebon belakang, dan guru yang suka sidak kebersihan kamar santri putri ketika para santri sedang sholat berjamaah di Qo'ah.

Fiyuuhhh..panjang sekali ternyata nostalgianya ya😓 dan selesai Alhamdulillah.

Tadinya di part ini mau dibuat sekalian cerita tentang wali asramanya tapi ternyata kepanjangan, jadi kita buat di part selanjutnya ya😄 dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada guru-guru yang tidak disebut namanya, tanpa disebut pun semesta tahu bahwa saya sungguh berterimakasih atas semua ajaran yang diberikan.

Selamat bernostalgia.
3 Mei 2016, 22:43 Clt




Share on:

Assalamualaykum

Kemarin sore di wall facebook saya muncul foto empat guru legendaris pas zaman smp, langsung saat itu juga memori 10 tahun silam berloncatan minta dikenang sekali lagi.
Saya bagi dalam 3 part insya Allah, mengingat hidup di Alkahfi selama tiga tahun bukan waktu yang sedikit dan banyak memori indah berkelebat di kepala.

***

Ayah: jadi kan daftar di Alkahfi?
Me: jadi.

***
Juli, 2005

Hari-hari ku sebagai santri dimulai, mandi yang harus antri, pakai jilbab peniti yang rasanya ko sulit banget, ke masjid yang harus lengkap pakaiannya, mulai dari celana panjang kemudian dirangkap lagi dengan rok, baju atasa panjang, dan terakhir jilbab baru setelah itu mukena warna putih. Kaoskaki putih dan sepatu hitam menjadi alas kaki wajib kalau sekolah, jilbab yang harus dua jengkal menutupi dada serta satu jengkal dari sisi samping, makanan ber-msg dilarang keras, kewajiban memakai bahasa arab atau inggris dalam percakapan sehari-hari sangat-sangat dianjurkan, ke koperasi yang hanya berjarak beberapa meter pun wajib pakai kaoskaki, makan 3x sehari yang juga harus antri.

Terus betah? Haha awal-awalnya ga betah, nelpon di wartel sampe beribu-ribu karena nelponnya interlokal, nangis setiap malam, apalagi dengan kemampuan sosialiasasi saya yang masih kekanak-kanakan membuat saya sulit membuat pertemanan, pasti ada aja pertengkaran2 kecil *duh ababil banget ini abegeh*

Sampai pada akhirnya saya mulai menerima keadaan saya yang hidup di pesantren, saya mulai sadar kalau kamar yang saya huni bukan milik pribadi, ada tujuh kepala saat bersepakat membuat peraturan, ada tujuh kepala yang punya pendapat masing-masing, ada tujuh kepala dengan sifat berbeda, dan ada tujuh kepala yang siap membangun pertemanan selama tiga tahun kedepan😊

Kehidupan di pesantren sangat jauh berbeda dengan hidup di rumah sendiri, ada jadwal rutin yang harus diikuti setiap harinya. Ada ekskul wajib yang kalo ga hadir bakal dicari-cari sama wali asrama.
Ada waktu tahfiz subuh hari yang saya jamin kalo lagi liburan dari pondok bakal dimanfaatkan untuk lanjut tidur di kasur kesayangan.

Makan tiga kali sehari dengan variasi lauk luar biasa. Nasi tomat untuk lauk pagi hari, pecel lele lauk siang dan sop sosis untuk lauk malam hari. Dengan tambahan buah di setiap makan siang, bahkan sesekali ada snack tambahan di sore hari.

Suara bel yang akan berbunyi setiap 7 kali dalam sehari (5 kali bel pengingat sholat, satu kali bel jadwal berangkat sekolah, dan satu kali bel jadwal belajar malam) seakan seperti lagu penyemangat, suara speaker dari pusat informasi menjadi suara yang sangat ditunggu, biasanya kalau ada telpon dari orang tua masuknya ke pusat informasi, baru setelah itu kita bisa nerima telpon tersebut.

***

Bangunan di Alkahfi yang rata-rata ada tangganya membuat salah satu teman saya memberikan julukan untuk Alkahfi sebagai Negeri Seribu Tangga, mau masuk asrama harus naik tangga, mau ke kelas harus nanjak, mau ke kantor guru harus naik tangga, mau ke masjid harus turun tangga, saking banyaknya tangga mungkin membuat kami menjadi akhwat tangguh..ahahaha.. lebih parah lagi jarak dari asrama akhwat ke asrama ikhwan pun bagaikan langit dan bumi, asrama ikhwan di atas dan asrama akhwat di bawah.

Saung-saung yang dijadikan kelas sempat menjadi ciri khas alkahfi waktu dulu, sistim moving kelas setiap minggu nya membuat kami mencicipi semua kelas, baik kelas dari tembok atau kelas beratapkan anyaman dari bambu dengan semriwing angin sejuk setiap harinya.

Qo'ah tempat sholat pun dibuat seperti saung tapi dengan ukuran lebih besar, cukup untuk menampung sekitar 500 santri akhwat kurang lebih 😆
Tapi kemudian, saat masjid akhwat sudah berdiri, qo'ah ini berubah fungsi jadi kantor Ospeta kalau saya tidak salah.

Ada ruang kesehatan yang berdampingan langsung dengan pusat informasi, terletak persis di depan Qo'ah. Bu Nita, suster cantik nan baik hati seperti sudah kenal akrab dengan saya yang hampir 'liburan' setiap bulan karena penyakit maag yang saya alami.

Atau dapur dan tempat laundry yang tempatnya lumayan jauh, sekitar 200 meter dari pusat asrama (Aisyah dan Khodijah), disana tempat bibi-bibi perkasa yang sigap memasakkan lauk dan mencucikan baju para santri😍

Spot asik lainnya adalah deretan saung-saung kecil di pinggir empang *ini beneran empang ya bukan kolam* tempat liqo anak santri, tempat orang tua kalau menjenguk anaknya, bahkan tempat untuk sekedar makan mi ayam yang hanya dijual hari kamis *apa sabtu ya? Lupa* dan tetep ya mie ayam ini dijamin kualitasnya, saosnya saos abc, mienya buatan sendiri, dan pastinya non msg, karena Alkahfi menjunjung sekali makanam sehat.

Koperasi pun tak luput dari perhatian, 🚫 ciki, 🚫 jajanan ga sehat, 🚫 minuman soda yang rata-rata produknya muqothoah. Seinget saya juga mie yang dibolehkan itu hanya mie Nida yang rasanya masih indomi kemana-mana😊Hehehe

Tapi kelak saya merasa beruntung karena larangan terhadap makanan-makanan ber msg tersebut, bahkan kaka saya semenjak masuk Alkahfi frekuensi makan indomi nya jadi jarang sekali.
Karena memang kebiasaan itu bukan sesuatu yang instan tapi butuh pembiasaan berkali-kali, dan hidup di Alkahfi menjadi salah satu faktor pendukung dalam membentuk karakter diri saya.

Nb: foto ini diambil dari fb Bu Husnul, salah satu pengajar di Alkahfi.
dari kiri ke kanan, Bu Husnul, Bu Rina, Bu Dwi, Bu Yeyen

Share on:

Assalamualaykum

"Bel, Zah bangun shubuh dulu" ucapku sambil mengetuk pintu kamar mereka, iya sambil kesel *tumben2an pintu dikunci dari dalam*

Selang beberapa saat, terdengar suara dari balik pintu, jam menujukkan pukul 04.30 clt.
"Ka Hana tolong bukain pintu kamar dari luar dong!"

Tiba-tiba terdengar suara pintu yang hendak didobrak dari luar, tidak hanya sekali tapi berkali-kali, kebetulan saat itu saya masih dalam posisi duduk tahiyat akhir.

***

Selamat pagi everybody😄 semoga pagi ini banyak keberkahan melimpah seperti doa nabi untuk umatnya "Allahumma Bārik li ummati fii bukūriha" amiinn.

Pagi ini Allah seperti sengaja 'membangunkan' kami dengan cara yang tidak biasa, seperti hari-hari sebelumnya jam-jam segini rumah kami biasanya sepi, tidak ada aktifitas yang dilakukan kecuali pada berdiam diri di kamar msing-masing, ada yang sholat, tilawah, matsurotan, bahkan mengerjakan peer dari Dauroh Lughoh dengan mata yang mengantuk lebih tepatnya.

***

Saya pun bergegas menuju kamar yang pintunya masih belum bisa dibuka

"Kenapa ka?"
"Gabisa kebuka"
"Coba dobrak bareng yu ka"

Satu..dua..tiga duarrrr, dua kaki mengayun menerjang pintu..tanpa hasil
Mencoba peruntungan lain, ambil sendok lalu congkel..masih tanpa hasil
Satu..dua..tiga duarr, kali ini beda personil yang menerjang pintu, saya dan Zumroh tapi sama hasilnya pun nihil. *kebayang kan tenaga akhwat yang baru bangun tidur dan tiba-tiba harus dobrak pintu itu seperti apa*

"Tayamum aja udah, keburu abis waktu shubuhnya" ucapku pasrah pada dua orang yang terperangkap di dalam kamar.

"Ga jadi ujiaann oyy." Haha celetuk salah satu personil greenhouse.

Funfact: hari ini jadwal Bella ujian lisan

"Duh, aya-aya wae ieu teh, ku maneh diapakeun ini teh pintunya?"*
"Gatau ka, kayanya semalem kekencengan nutupnya ka"
"Ih bella mah, bisaan banget bikin orang melek pagi-pagi"
"Tolongin sih ka bukain pintunya, masa harus lewat balkon ujiannya -____-"
"Banyakin dzikir ampe bantuan dateng yes!" Teriak saya dari luar sambil membereskan barang-barang berserakan di ruang tamu.

***

Hp saya berbunyi tanda panggilan masuk
"Lantai berapa rumahnya?"
"Satu"
"Oh satu?"

***

Iya, yang nelpon barusan itu Yusuf si ketua Islah Mesir yang harus rela membelah jalan pagi buta dari Gami ke Shaqor hanya untuk 'menyelamatkan' dua orang yang terperangkap di dalam kamar.

Itupun setelah menimbang-nimbang sopan ga ya pagi-pagi minta tolong, sebenarnya ada tetangga depan flat yang sudah berkeluarga tapi ga terlalu kenal, jadi opsi lainnya minta bantuan ke pak ketua.

Lagian kan salah satu fungsi ketua islah adalah siap dimintai bantuan, anytime, everytime. Hehehehe. *duh hampura gusti, ketua islah*

Bantuan pun dateng selang beberapa menit saya menghubungi ketua islah, Yusuf tidak sendiri tapi berdua dengan salah satu senior yang saat ini menjabat sebagai ketua Syathibi.

***
"Ga bawa alat-alat?" Tanya saya begitu dia datang tapi tangannya tidak terlihat membawa apapun (alat-alat perang)
"Oh gausah, ada pisau kan?"
"Ada" saya langsung menyerahkan pisau dari dapur
Mulai di congkel-congkel, semenit dua menit belum ada hasil, sampai akhirnya saya bilang "Kalau mau didobrak juga gapapa ko" duhh dalem hati sudah terbayang berapa uang yang harus dikeluarkan kalau ternyata memang harus didobrak.
Ternyata nggak "hmm (dobrak)..opsi terakhir deh"
"Ada gunting?" Saya kasih gunting dan...taraaa

***
Pagi yang lumayan bikin heboh tapi berhikmah😃
Hikmahnya adalah kami jadi gak ngantuk lagi selepas sholat shubuh, rumah kami jadi bersih soalnya ketika pak ketua bilang mau dateng, secara ga langsung ada perintah "ayo beres-beres rumah"😹 Cc: Anggota sigap dalam beres-beres, Ria dan Ulfah
Yang ujian jadi bisa ujian tanpa harus lompat dari jendela kamar🙌dan ga perlu tayamum juga untuk sholat. Alhamdulillah.

***
"Tersangka nih" ucap yusuf sambil menunjuk dua orang yang hanya bisa nyengir lebar
"Lagi arisan bu?" Tambahnya lagi.Hahaha.

Huftt..finally pintu kamar bisa dibuka tanpa ada adegan dobrak mendobrak.
Ternyata oh ternyata masalahnya ada pada mortise lock nya, dia masuk ke dalam, tapi ga ada gagang untuk muternya, jadilah tadi bermodalkan gunting yang diputar di tempat seharusnya gagang berada dan...taraa pintu pun terbuka.

Haduh, antara malu dan seneng.
Malu karena ternyata hal sepele kaya gini bisa ngebuat orang direpotkan
Seneng, akhirnya jadi ujian juga ya Bel?! Hehehe.

Hampura** kepada Yusuf dan Bang Riki karena sudah direpotkan pagi-pagi dengan hal sepele macem gini.

* "duh ada-ada aja deh, emang diapain pintunya sama kamu?"
** Hampura: mohon maaf

Cairo, 06.27 Clt, yang terangnya udah kaya jam 9 pagi di Indonesia.

Share on:

Assalamualaykum

Barakallah karinn diusia ke-27
Maafkann kalo telat, tapi sebenernya aku udah inget2 dari sebelum tgl 24, emang dasar lagi disibukkan dengan imtihan jdi ya kelupaan deh

Terus juga paket aku mati, huhuhu berasa banget borosnya semenjak ganti hape, padahal belum sebulan *punten ih aku curhat malah*

Karinn, aku mau cerita tentang kegalauan aku *eaaa* anak tingkat empat mulai banyak galaunya nih hahahaha, padahal ujian di depan mata ya, tapi da gimana atuh ya galau akan masa depan kan sesuatu yang wajar banget kan ya ><

Intinya mah aku galau abis lulus mau ngapain, *padahal masih ujian, tapi mikirnya udah kaya orang yang abis wisuda* mau kemana, kerja apa, lanjut s2 dimana. *udah gitu aja curcolnya*

Karin apakabar di jogja? Lagi sibuk susun thesis kah? Kayanya iya sih ya😄
Haha maafkan juga kalo suka bbm minta tolong, padahal mah di jogjanya lagi sibuk banget ya..hehe *hampura karin*

Kemarin milad dirayain ga? Sama siapa? Hehe aku kepo ya?! Gpp sih orang keponya juga sama kaka sendiri😉

Karini pernah tanya aku kan
'Menurut intan karini tuh gimana kalo cowok liat karini?'
'Hmmm..menurut aku karin itu sukses, berapa langkah lagi bakal jadi master ekonomi, mapan, baik hati, too much care with others, ahh kalau kata intan mah karin di mata aku cuman keliatan yg baik2nya doang..haha'

*jadi mau gak sama kaka aku?* HAHAHAHA

Lagipula masalah jodoh mah siapa yang tau khann..
Can't wait to see who'll be karin's husband
😍
Syelamaat ulang tahun ke 27 karin
Semoga Allah senantiasa limpahkan rahmat dan keberkahan utk karin
Lancar-lancar susun thesisnya yaa🙌

Oh iya, btw ka nufau udah sampe cairo tdi subuh, dia ada imtihan qodhoya tahun 4 syariah.

Udah dulu ya, lusa aku syafawi usfiq
Doakeun..doakeun🙆
.
.
.
.

Karin, sejujurnya aku ragu2 karin miladnya beneran tgl 24 april ato bukan
Kalo bukan berati ingetan aku rada2, kalo bener.. yaa berati ingetan aku kuat🙏🙏🙏 *HAHAHAHA

23.23 Clt, buku usfiq didepan mata tapi terhalang hp 🙈

Share on:

Assalamualaykum

Mau cuap-cuap ah, hahaha entah ya semakin kesini jiwa nulis blog aku hilang entah kemana, nemu inspirasi ya mendep aja di otak tanpa tersalurkan padahal lho ya aku suka nemu tulisan bagus kaya tulisan tentang panas yang menurut aku dan sebagian besar orang itu ga enak sama sekali tapi ternyata panas itu sebuah nikmat.

Atau novel2 on going yang ga melulu tentang romance yang menye-menye tapi sarat inspirasi, kaya novel jejak di wattpad yang bercerita tentang mengobati diri sendiri dari penyesalan, tetap eksis walaupun patah hati berkali-kali

Atau dari obrolan singkat sama homemate pas lagi nyetrika baju tentang desperatenya para fans pas tau artis idolanya punya masalah..deuhh kaya idup cuman buat mikirin artis aja deh
.
.
.
Tapi, lagi dan lagi hasrat menulis itu hilang yaa entah kemana.
Mungkin nih ya karena jadwal uas -iya kita mah masih anak sekolahan yang masih harus ikut uas- yang datengnya tiba-tiba alias jadwal nya tanggal 24 eh diksih tau baru tgl 20, kan nyesek ya T__T
*duh ngeluh lagi*

Selebihnya jadwal lain pun sudah antri untuk minta dibaca, difahamin, dihafal, dan segera tuangkan dalam lembar jawaban, hanya semudah itu. *mudah banget kankan*

Intinya apa? Intinya ujian udah H-4 dan aku masih aja nulis di blog..HAHAHAHA
Ih gapapa sih, blog juga blog aku >< lagian kan selingan doang *yakin selingan doang? padahal dari jam setengah sepuluh kaya gini*

Tapi bener lho aku pun baru sadar sama ritme belajar diri sendiri yang gabisa belajar full tanpa tidur alias kalo udah baca materi ujian sampe 3 jam nonstop pasti mata minta dimeremin sebentar *iya, satu jam sebentar kan?*

Sampe kemarin ada kaka kelas sebut saja Maryam pas lagi rapat bahas agenda untuk ramadhan dan aku keliatan nguap, terus dia nyeletuk


"Intan tuh sering banget tidur kalo belajar buat ujian, baca materi, lalu ngantuk, lalu tidur, bangun lagi baca materi, ngantuk lagi, tidur lagi, dan kalo dipikir-pikir kayanya lamaan tidurnya daripada belajarnya"

Maklum deh kita sempet serumah dua tahun, jadi kaka itu tau jeleknya aku gimana

Pengen ngeles kalo tidur itu waktunya ngesave materi yang tadi diulang-ulang, pernah denger kan ya teori itu? Yang katanya kalo otak udah penuh atau kamu udah belajar terus menerus maka cara ampuh untuk ngesave materi di otak kamu biar ga kabur ya dengan tidur. *jangan ditanya teori ini darimana, karena jawabannya aku pun gatau*

Tapi entar dibales lagi sama kakanya "mana ada ngesave yang ampe dua jam, cukup kali lima belas menit sampe setengah jam kalo buat ngesave doang"

HAHAHA

Jadi? Doain sih biar ujian akunya lancar, lulus tahun ini, *ko ga didoain biar wisuda juga?* soalnya insya allah aku wisuda pas hari terakhir ujian..HAHAHAHA
Ko bisa? Haha cerita menyusul yaa, doain juga biar bisa cepet pulang ke endonesahh.

Bye.
Aku yang udah dua hari ga hirup udara luar

Share on:

Assalamualaykum

Masuk bulan April, setelah itu Mei
Dan Mei bulannya ujian, dimana saat itu muqorror akan lebih sering diajak bercengkerama, waktu malam dijadikan waktu yang paling spesial untuk menghafal dan bermunajat, grup-grup akan sepi yang tersisa hanya grup fakultas yang isinya seputar 'ada bimbel ga hari ini?' 'Madah ini tahdidannya mana aja ya?' 'Besok masih kuliah?' 'Saling doa yaa'
Mei adalah bulan yang hectic bagi mahasiswa sini, dimulai dari ujian lisan dan dilanjut dengan ujian tulisan.
Mei adalah bulan cinta, kasih sayang, sekaligus bulan egois.
Doa-doa melangit tinggi, usaha tiada henti.

Selamat datang Bulan Ujian.

Foto bareng Dukturoh Badriah *dukturoh Hadis tingkat 4 Syariah*

Share on:

Assalamualaykum

Ditengah cuaca yang sedang galau ini, saya dan dian *partner in organization..halah* harus merevisi buku sakral, laporan akhir selama setahun panjang perjalanan organisasi, duhh kebayang kan malesnya *astaghfirullah intan*. Laporan yang tebalnya mencapai kurang lebih seratus halaman dibuat dengan penuh keringat dan dengan berlinangan air mata. *ini jujur, no tipu-tipu sis* tapi kayanya saya aja yang berlinangan air mata, kalo si dian mah mana tau deh 😒

Dimulai dari semangat untuk tidak mengulangi kesalahan yang terjadi tahun lalu, saya berucap dengan menggebu-gebu 'Yan, pokoknya Laporan keuangan kita harus tjakep, perfect, dan harus udah dicetak sehari sebelum LPJ'

'Iya betul tuh tan, pokoknya pas lpj kita tinggal siap-siap, pakai jilbab cantik, dan datang ke ruangan dengan senyum paling manis😍 pokoknya jangan sampe kita yang mau di lpj kan eh malah telat datengnya' sahutan dari dian.

Hari demi hari berlalu, dan tiba-tiba sudah sampai di H-7 hari pertanggung jawaban *cielah*
Sebelum naik cetak alias di print untuk lpj nanti, laporan-laporan yang setebal 100 halaman tersebut harus diperiksa oleh tim verifikasi, untuk memastikan apakah laporan yang kita buat sudah sesuai standar atau belum, dari segi tulisan banyak typo atau nggak, jumlah keuangannya benar atau tidak, dan paling penting sirkulasi keuangannya jelas atau malah terselubung alias digelapkan *hiii serem jadinya kan🙅* intinya, tim verifikasi ini bertujuan utk memeriksa dan kemudian membenarkan sehingga meminimalisir kesalahan ketika LPJ nanti sis.

Saya mah tenang-tenang aja mau verifikasi, nyantai soalnya emang dari awal saya buat saya sudah punya satu acuan dalam membuat laporan, laporannya bagus, no typo dan no tipu-tipu..hahahaha
Singkat cerita, laporan dalam bentuk soft file saya berikan dan besokannya sudah saya terima koreksian dari tim revisi,
Begadang mulai dari isya dan baru selesai bakda shubuh, periksa sama tim verifikasi dan masih aja ada yang kurang, padahal menurut saya itu udah perfect banget..nget..nget
Revisi ulang, cek n ricek dengan lpj beberapa tahun lalu untuk daftar isinya, dan sent ke tim verifikasi jam 4 pagi.
Istirahat sebentar, bangun sholat subuh lanjut hibernasi sampai jam 8 pagi gara2 ada telpon dari tim verifikasi yang ngotot bilang kalo lpj kamu ada yang kurang,

Dihhh..orang semua bab udah saya masukin sesuai lpj yang jadi panduan, terus dibilangnya kamu cuman patokan lpj cetak kan belum liat soft file...%#%#&#&^#*#*

Duh gustii, masih ada yang kurang? Dan si bedahara umum pun nangis sesenggukan😭

Wajar banget kali, udah begadang demi lpj, udah ngebuat sesuai contoh lpj, bab-bab nya juga udah lengkap eh masih aja ada yang kurang, GAGAL UDAH INI CETAK H-1😤

Yang niatnya hari itu mau langsung cetak, jilid, terus siap2 cantik eh malah berakhir di kantor wihdah pake nginep segala. NGINEP MEN. demi lpj, oh iya betewe ga kebayang awalnya, tapi ya mau gimana lagi kan.
Masalah yang kata tim verifikasi ada bab yang belum ditulis ternyata hanya kesalahfahaman tim verif ya, saya buat udah lengkap dan versi saya pakai font nya lebih besar dibanding tahun lalu, jadi menurut tim verif harus ada data induk, dan itu menurut saya adalah laporan harian yang dinamakan laporan tiap bulan, ada misscom dan finally memang kesalahan tim verif yang kurang jeli mungkin *ngerti ga? Hahaha*

Hari H pun tiba, singkat cerita kami pun melaporkan laporan pertanggungjawaban kami selama satu tahun full, dilanjut dengan pengkoreksian oleh teman2 anggota sidang *yang ternyata lumayan banget salahnya..hahaha*
Mulai dari tahun lpj, yang harusnya 2016 tertulisnya 2016
Angka nol yang kelebihan satu yang efeknya agak sedikit fatal, seharusnya 400.00 le tertulisnya 400.000 le
dan banyak kesalahan-kesalahan kecil lainnya.

Berujung pada REVISI yang deadline nya seminggu setelah LPJ
.
.
.
.
Tapi kenyataannya revisi pun MOLOR hingga sebulan kemudian baru disentuh dan diselesaikan, ya atuhlah ya abis elpeje mau istirahat dulu kali ah matanya
Masa iya melototin excel lagi excel lagi ampe bolor, jadi saya udah niat emang gamau nyentuh excel sampe mood lagi.

Sebulan kemudian..taraaa
Revisi Orange, hasil karya intan dan dian, perjuangan nyari warnet yang buka pagi hari, bolak balik kantor wihdah dan kantor wisma, printer yang manja banget *iya, tintanya gabakal keluar kecuali harus digoyang-goyang dulu printernya* dan segudang hambatan yang hampir aja ngebuat gagal jilid di hari jumat kemarin.

Alhamdulillah untuk semuanya, hutang revisi sudah lunas dengan laporan keuangan paling update per tanggal 25 maret 2016.
Akhir kata, salam dari dua bendahara ketjehhh😘

Share on:

Assalamualaykum

Judulnya beuhhh..udah kaya yang bosen banget gitu ya aktifitasnya itu lagi-itu lagi.
Eh tapi beneran lho, belakangan ini saya terjebak di rutinitas yang bisa dibilang sedikit membosankan tapi lumayan berkesan.

Dimulai dari hari jumat siang akan selalu diisi oleh Mawar (kelas intensif nahwu yang diadakan oleh icmi) yang dimulai pukul 11 pagi sampai 2 siang
Kemudian dilanjut hari sabtu pagi setoran hafalan di daerah husein, kemudian lanjut ke daerah sadis untuk kuliah sampai zuhur, dan berakhir di wisma atau konsuler untuk hadir pada acara DIM (dauroh paling ketjeh tapi menyita waktu lama) hingga pukul setengah sepuluh malam paling maksimal,
Ahad yang full kuliah, kemudian senin kuliah sampai siang dilanjut DIM lagi sampai malam, kemudian selasa kuliah sampai jam 2 dan dilanjut mawar sampai magrib, Rabunya kembali setoran hafalan sampai setengah 11 dan berakhir dengan DIM hingga malam hari, dan Kamis pun waktunya bimbel dengan adik kelas dilanjut liqo pekanan hingga asar menjelang, dan bisa bernafas lega alias sedikit leha-leha dari kamis sore hingga malam hari. Begitu seterusnya hingga sebulan setengah.
.
.
.
.
.
Intinya adalah, saya terjebak pada rutinitas yang lumayan menyita fikiran, tenaga, dan uang👛💰💳
Atau bahasa kerennya, SAYA KURANG PIKNIK aka. REKREASI..hahaha
Butuh banget yang namanya ngerefresh otak plus refresh diri, perlu ambil nafas sejenak sekedar untuk melihat kebelakang sudah sejauh mana saya melangkah.

Nah kebutuhan akan piknik ini juga yang membuat saya mengiyakan ajakan Uca untuk menjelajah indahnya jabal Muqottom malam hari.
Iyes, tulisan ini bakal menceritakan gimana senengnya saya diajak ke jabal muqottom yang ternyata kata jabal sama sekali tidak cocok dengan realita sesungguhnya..ahahahha
Yang ternyata jabal muqottom hanya seperti dataran tinggi atau tebing tanpa pohon apalagi taman tepatnya dengan pemandangan bawahnya jalan-jalan serta lampu-lampu dari berbagai gedung di daerah Cairo
Yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi saya, yang katanya naiknya pun harus pakai tramco *kebayang deh tingginya, kirain harus pakai tramco soalnya kalo jalan kaki itu bikin pegel, tapi oh tapi...*
Hehe, memang tidak terlalu nampak apa2 juga sih, sekedar menginjakkan kaki disana untuk modal cerita kepada anak cucu kelak..HAHAHA
Yaiyalah wong nyampe jabal pun sekitar isya, apa yang mau diliat kan..kan
Gelap dan lumayan dingin. Ambil foto seadanya dan setelah itu...PULANG!
Foto pun karena tidak bermodalkan slr atau dslr ya memanfaatka kamera handphone aja, ada tiga orang yang digunakan dua hape, satu hape untuk flashlight satu lagi untuk selfie ala-la masa kini, dan taraaaa...
Saya yang berbaju putih tapi jilbab warna gelap tetap saja terlihat lebih gelap dibanding Ziya n Ucha..haha *terima nasib ya*

Selesai dari jabal muqottom, perut pun sudah meminta haknya maka terpilihlah abu laylah sebagai tempat pemberhentian kedua terakhir untuk sekedar mengganjal perut. Sebenarnya toko ini seperti kedai ashir pada umumnya, tapi sedikit lebih berkelas kali ya, mulai dari tokonya yang bersih, pilihan jus yang beraneka ragam serta aneka macam topping.
Sampai akhirnya, juz melon, juz coklat dengan toping potongan cadburry dan sepaket eskrim dengan berbagai rasa terhidang diatas meja kami🍹🍦🍧
.
.
.
.
.
.
Acara piknik dadakan ini pun ditutup dengan mampir ke toko sepatu yang ternyata toko olahraga, dan emang dasar cewek ya membeli barang bukan karena butuh tapi karena pengen. Maka yang tujuan awal mau beli sepatu kets eh ngelirik perlengkapan renang dan malah yang terbeli adalah dua penutup kepala untuk renang dan kacamata renang🏊🏊🏊*maklum berhubung musim panas akan tiba, jadi printilan2 untuk renang harus disiapkan sejak sekarang #alibinya perempuan*

Setelah itu? PULANG!
Iya, jam sudah menunjukan pukul setengah 9 malam dan kita masih terdampar di Muqottom😉, sepanjang perjalanan pulang saya sambil merenung tentang padatnya agenda, kerutinan yang membosankan tapi saya sadar

'Oh mungkin dengan kerutinan yang ada sekarang saya jadi lebih mensyukuri hal-hal kecil, seperti rekreasi dadakan ke jabal muqotom ini, atau jalan-jalan ke dokter gigi kemudian dilanjut ke dokter mata aja udah cukup untuk merefresh hati, atau seperti makan malam dirumah menjadi sesuatu yang sangat dinanti, menyapa adik-adik di rumah seperti sebuah kewajiban mengingat intensitas bertemu hanya sekedarnya dan masih banyak hal lain yang justru semakin membuat saya bersyukur'

Pada akhirnya tulisan ini saya tutup dengan mengutip salah satu ayat
لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد (ayat quran)

Tisbah alal khoir🙌

*00:05, 29 maret, sepulang acara DIM yang waktunya ngelebihin jam kuliah*

Share on:

Aktifitas yang padat, istirahat yang cukup, makan yang bergizi

Semuanya tetap tidak bernilai kalau ketika bangun tidur yang terfikirkan pertama kali adalah dunia

Maka dia akan didera kebingungan sepanjang hari (hadis)

Selamat istirahat, Jangan lupa set alarm untuk menyambut hari Jum'at esok 😇

Share on:

Assalamualaykum
Pagi-pagi udah posting, duhh produktif sekali waktumu Ntan! *Postingan curhat*
Judul diatas memang lagi nge hits di kalangan masisir, mengingat akhir-akhir ini ada saja tindak kriminal yang terjadi dan korban utamanya adalah warga asing yang sedang merantau di negeri orang.

Duh, khawatir banget kan kalau-kalau hal2 kaya gitu terjadi pada diri kita, saya aja sempat mikir-mikir kalau pakai tas selempang, diusahakan kalo sedang jalan tas selempang berada di tangan kanan kalau posisi nya tangan kiri ada di sisi jalan, begitu pula sebaliknya. Pokoknya diusahakan jangan sampai ada celah orang bisa narik tas kita.

Selain masalah tas selempang ini, beberapa kali saya mendapat kabar tentang penjambretan yang dilakukan oleh sekelompok orang hitam di titik-titik tertentu yang sepi dari keramaian.
Masalah terparah adalah kekerasan seksual, duhduh..ko serem banget ya?! Korban utamanya jelas akhwat ya.

Dari permasalahan diatas rata-rata memang seringnya yang jadi korban adalah perempuan, yang suka pakai tas selempang? Perempuan.
Yang suka main hape sambil jalan? Perempuan.
Yang suka kena kekerasan seksual? Perempuan.

Nah mungkin darisini lah mulai bermula maraknya antar-mengantar si akhwat oleh si ikhwan ketika malam hari. Tidak dipungkiri juga kalau mahasiswi sini kebanyakan adalah aktivis 'ulung' yang kadang jam organisasinya melebihi jam kuliah di kampus. Jam 9 malam baru selesai aktifitas seperti sudah 'biasa'. Sehingga kadang aktifitas antar mengantar ini sudah merupakan hal yang semestinya terjadi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti diikuti oleh orang mesir sampai flat, sehingga bisa ditandai rumahnya, atau tiba-tiba diajak ngobrol oleh orang mesir atau endingnya sampai di 'culik' sama supir taksi atau di bawa 'kabur' sama tukang tuktuk.

Bahkan dari pihak PPMI pun ada bagian Dewan Keamanan Masisir aka. DKM yang terkadang beralih fungsi jadi pengantar akhwat-akhwat ketika acara baru selesai pukul sekian malam.

Nah, kalau saya sendiri bagaimana? Kerap kali orang meragukan saya ketika saya lebih memilih untuk pulang ke rumah sendiri daripada diantar. Saya tahu mereka bermaksud baik tanpa ada modus apapun *emot lirik* tapi lagi-lagi karena saya memiliki beberapa alasan kenapa saya memilih pulang sendiri atau lebih baik mengajak teman perempuan untuk pulang bareng dan bukan bermaksud sok berani juga, jadi ini alasannya.

1. Selama masih belum terlalu malam, saya masih bisa pulang sediri.
Jam malam versi saya adalah jam sepuluh malam, jadi jika acara selesai sebelum jam 9 saya lebih memilih untuk pulang sendiri.

2. Jalanan menuju rumah saya adalah jalan yang selalu ramai sampai tengah malam, jadi saya tidak terlalu takut untuk pulang malam sendiri.

3. Saya tipikal orang yang tidak suka membuka percakapan dengan orang yang baru dikenal. Kebayang deh kalo diantar sampai rumah bakal 'krik-krik' nya kaya apa, atau dia misalnya membuka pertanyaan tapi bakal saya jawab seadanya.

4. Saya risih kalau jalan sama laki2 harus bersisian, kalaupun terpaksa harus diantar, laki2 harus di depan dan saya di belakang, atau kalaupun terpaksa bersisian jaraknya jauhan, ga peduli juga dibilang kaya lagi marahan kan.

5. Saya tidak suka dianggap akhwat yang suka pulang malam, kecuali memang hal tersebut sangat penting dan menuntut saya untuk pulang larut malam.

Jadi, kalau semisal ada ikhwan yang bilang 'Ntar dibilangnya cowok masisir gak peka' Grrrr..rasanya gue pingin bilang, bukan masalah peka ga peka, tapi selama malam belum terlalu larut, jalanan masih cukup ramai, dan memungkinkan untuk pulang sendiri dan insya Allah selamat sampai rumah rasa-rasanya tidak apa-apa untuk pulang sendirian.

Lain hal kalau kamu baru selesai aktifitas jam 11 malam, lalu waktu itu sedang musim dingin, jalanan rumah kamu sepi, apalagi rawan kejahatan jika musim dingin, nah dalam kondisi seperti ini boleh deh kamu diantar, bahkan minta diantar. Tapi lagi-lagi 'diusahakan' jangan sampai jalan berdua, kamu sendiri dan si ikhwan sendiri, menjaga diri dari fitnah itu lebih baik.

Kalau ada yang dengan nyinyir bilang 'yaelah aturannya ribet banget sih, orang cuma nganterin doang ga ngapa2in!' Rasanya pengen ketawa dan bilang, 'setan kan masuk dari mana aja mas, awalnya anterin pulang, lalu setelah itu wasapan nanya udah masuk rumah?, lalu setelah itu bla..bla..bla'

Sekali lagi, menjaga diri dari fitnah itu lebih baik.

Bahkan karena terlalu seringnya saya pulang sendiri akhir-akhir ini sekitar pukul 8 atau 9 malam, ada salah satu ustadz yag sudah berkeluarga waktu sedang jalan malam dengan istrinya, beliau nyeletuk 'si Intan saya lihat pulang sendiri terus kalau malam'
Dalam hati, 'wah..wah ini semacam sindiran atau bagaimana ya?!'
Tapi saya hanya menjawab, 'ya masa harus diantar cowok'
Istrinya hanya tertawa mendengar jawaban saya.

Jadi, untuk akhwat-akhwat yang biasa beraktifitas sampai malam, coba deh punya batasan waktu sendiri *terkadang saya iri dengan anak asrama yang sudah ditentukan jam malamnya* jadi ga perlu ada drama untuk nolak diantar *pengalaman pribadi* karena malam pun belum larut banget, gak perlu ada sungkan atau seperti apa, bahkan kadang saya heran dengan sidang yang berlangsung sampai pukul 12 malam, tiga pagi, Allahu..itu sidang apa mau ronda mas ><
Seharusnya hal-hal seperti ini jadi permasalahan bersama, agenda-agenda yang sampai larut malam dibatasi, bahkan dikurangi, kalau bisa akhwat-akhwat itu isya sudah ada di rumah masing-masing, 'kalau bisa'

Kebayang gak sih gimana nanti ketika sudah berkeluarga tapi jam 8 malam kita sbagai istri masih di luar rumah tapi suami pulang kerjanya sudah dari jam 5 sore?
Maka dari itu harus dibiasakan dari sekarang juga sepertinya, sudah di rumah maksimal waktu Isya. Semoga.

Baca juga: Mebentuk kebiasaan tidak tidur pagi

Jadi pulang malam sendirian bahaya ga? Tergantung.. Selama tidak memberikan peluang kepada para kriminil, dan tidak lupa dzikir insya Allah aman. Karena Allah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Hasbunallah wa Ni'mal Wakil.
Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Hamil
  • Keluhan saat hamil
  • Mine
  • Wihdah Hamasah
latest posts
latest comments

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  February (1)
      • Pengalaman Hamil Mahira
  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (7)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)

Report Abuse

About Me

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

  • Home
Powered by Blogger.
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates