Assalamualaykum!

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

Cairo-Jakarta-Depok

Pengalaman Hamil Mahira

Trisemester pertama, alhamdulillah tidak ada muntah sama sekali, hanya mual dan ga nafsu makan, mau makan cuma makanan yang berk...

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Assalamualaykum,

*claim dulu, cerita ini hanya untuk dijadikan ibroh dan tidak untuk ditiru (over bagasinya)*

Ini cerita dua hari lalu, jadi dibalik foto senyum, sedih, haru depan bandara ada kejadian hampir buat aku speechless di dalam bandara. Menganggap everythings gonna be okay. Bagasi over? No problem. Ga punya visa? No problem.

Eh, ternyata? Malang nasib mu nak!

Qadarullah ma sya a fa'al kalau kata si Masri mah.

Jadi begini ceritanya,
Aku pulang ke Indo terakhir 2014, bagasi nggak lebih dari 25 kg saja dari batas maksimal 30 kg. Nah, kemarin maksimal bagasi 46 kg. Udah banyak ya seharusnya. Tapi diriku bawa kitab dong ya, banyak. Alhasil pas ditimbang di rumah sebelum ke bandara juga bakal over sih, sampe 9 kg.
Pekan lalu, temanku berhasil lewat bagasi dengan over mencapai 10 kg *tidak patut ditiru*. Karena dia lolos itu lah aku jadi agak pede dengan bagasi yang over itu, dan hasil ngobrol dengan kawan-kawan juga kalau ternyata masalah bagasi kalau dari cairo-jakarta itu bukan masalah besar, banyak pengalaman yang mereka lolos aja bagasinya walaupun over kiloannya.

Justru yang aku takutkan adalah masalah visa, aku pulang tanpa visa. Visaku expired 19 desember dan aku pulang 24 desember.

Singkat cerita, aku check in, ketika ditimbang ternyata over dan petugas bagasinya gak bisa dilobi. Kalau mau diangkut semua bayar 230 dolar, atau ya tinggalkan sebagian barang sampai mencapai angka 46 kg. Hampir panik, coba menghubungi temen yang masih stay di bandara dan alhamdulillah berhasil. Keluarin buku-buku yang mungkin mencapai 10 kg dan langsung diangkut balik ke flat.

Kembali check in dan berhasil. Bagasi lolos, kemudian shalat ashar baru setelah itu ke imigrasi, antri, diurus sama senior dan alhamdulillah lancar hingga seterusnya.

Nah ketika agak senggang, sambil nunggu buat masuk ke waiting room tiba-tiba aku teringat tentang hari perhitungan nanti.

Aku coba membayangkan, pas aku over bagasi aja aku panik, namun alhamdulillahnya aku udah siaga untuk minta maryam (temanku yang stand by di bandara) stay sampai urusan bagasi dan imigrasi lancar. Panik ku sudah ternetralisir lah ya.

Tapi ketika hari perhitungan nanti, saat aku tiba di hadapan Allah kemudian Allah bilang, 'kalau mau masuk syurga, amalan kebaikan mu harus lebih besar dibanding dosa mu' maka kepada siapa aku akan melimpahkan dosa ku tersebut? Panik? Pasti. Takut? Pasti. Mungkin level kepanikannya beratus-ratus kali lipat dari panik di dunia. Gimana enggak, wong ancamannya lempar ke neraka. Kan, kalo bagasi ancamannya paling bayar sekian dolar, banter2 kalo keukeuh ya ketinggaln pesawat.
*Walaupun masuk syurga itu bukan karena amalan kita, tapi lebih karena kasih sayang Allah lah kita dimasukkan ke syurga*

Pas di bandara kemarin kan ada maryam yang siap angkut kitab ku yang tebal itu balik ke flat, kalau pas yaumul hisab siapa pula yang mau nolong kalau dosaku lebih banyak? Aku kan sendiri, bahkan dengan orang tua yang ikatannya darah saja bakal saling tidak perduli, pasangan? Teman? Tidak ada yang peduli. Karena nanti aku benar-benar sendiri dan hanya amal yang menemani.

Jadi berterimakasih kepada petugas bagasi dari Etihad, aku jadi bisa berfikir lebih jauh. Yha walau sebelumnya agak dongkol gimana gitu ya. Maafkan ya mba-mba petugas.


Share on:

Assalamualaykum,

Malam tadi sekitar pukul sepuluh lewat sekian, ibu sedang berkutat dengan nasi hasil aronan, daun pisang dan isian untuk lontong. Di depannya sudah ada nampan berisi tumpukan lontong yang siap kukus. Kemudian aku yang baru keluar dari kamar mandi (bersih-bersih sebelum tidur) langsung dipanggil

Ibu : Dek bisa bungkus lontong?
Aku : bisa *jawabnya mantap kali kan*

Aku ambil dua lapis daun pisang, satu ukuran rada lebar taro di atas tangan dan dilapis dengan daun pisang agak kecil, kemudian ambil nasi aron sesendok, pipihkan di atas daun pisang, ambil isian, gulung..gulung, dan...bingung *zonk*
Eh ini gimana ngelipetnya ya?

'Yah masa gitu doang ga bisa' *Backsound belakang*

Diajarin sama ibu cara lipetnya.

Coba lagi sendiri, masih salah. Efeknya lontong lipatanku gak bisa dilipet karena terlalu panjang alias nasinya memanjang *nahlho bingung ga tuh* pokoknya jadi gak bisa dilipet. Diambil ibu dan kemudian dibungkus sampe rapih.

Coba lagi, sambil diajarin cara lipetnya (lagi) masih gagal. Daun plastiknya kebelah.

Ternyata ngebungkus (atau ngelipat) lontong itu agak sulit ya.

Sampai cobaan ke 3, ibu bilang 'sudah lumayan, tapi perlu dirapihkan lagi sedikit'
*ini semacam kalau kita lagi buat prakarya jaman sd kemudian gurunya bilang 'gambarmu sudah bagus tapi..'

Nah, kan ada tapinya. Intinya mana?
.
.
.
Jadi, intinya ngebungkus lontong yang keliatannya (KELIATANNYA) kayak gampang aja ternyata sulit, apalagi masalah-masalah dalam hidup, lebih njelimet. Butuh gagal berkali-kali dulu baru nemuin solusi.
Gak langsung coba sekali langsung bagus lipetan lontongnya, butuh percobaan ke satu, dua, tiga, empat, lima *eh kok malah ngitung?* baru deh sukses.

dan buat yang akan ujian 31 besok, mungkin sama juga kaya proses belajar lipet lontong, butuh baca sekali, dua kali, tiga kali, empat kali sampai sekian kali baru bisa hafal. Ndak langsung sekali baca muqarrar bisa jawab soal azhar.
*Kalau ada yang kaya gitu, mungkin dia jenius..hehe*

Jadi, lanjut lipet lontong lagi gak nih? Ndak ding, lontongnya siap dikukus untuk pengajian ibu besok pagi.

Dini hari,
Citayem, 00:58 *edisi masih jetlag*

Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Hamil
  • Keluhan saat hamil
  • Mine
  • Wihdah Hamasah
latest posts
latest comments

Blog Archive

  • ►  2020 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ▼  2016 (24)
    • ▼  December (2)
      • Bagasi Over? Senyumin aja
      • Ilmu hasil Ngelipet Lontong
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (7)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)

Report Abuse

About Me

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

  • Home
Powered by Blogger.
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates