Assalamualaykum!

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

Cairo-Jakarta-Depok

Pengalaman Hamil Mahira

Trisemester pertama, alhamdulillah tidak ada muntah sama sekali, hanya mual dan ga nafsu makan, mau makan cuma makanan yang berk...

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Postingan lama si,tapi gapapa lah di share ulang


Berasa di Film Coboy kan?? *yg ijo itu si Ali*
Pyramid, Giza (9 Juli 2015)

'Ayo dipilih, mau kuda atau kereta kuda?' Tanya tukang kudanya
Hasna dan Iska sudah duduk manis diatas kereta kuda,
ditengah kebingungan dan ketakutan, aku mencoba untuk break your fear Tan!
'Kuda' jawabku mantap.

Dimulai dari awal naik pun aku hampir tergelincir *haha sedikit norak*
dan akupun sudah ada diatas kuda, dan cerita pun baru akan dimulai
Ali.
anak usia 14 tahun yang bertugas untuk memegang kudaku, bukan. bukan, dia bukan jalan kaki terus aku naik kuda, klo itu sih bakal mudah saja dan cerita bakal tidak menarik, tapi Ali pun naik kuda dan pegang dua tali kekang, satu kuda yang ia naiki dan satu lagi kuda yang aku naiki.
terus aku pegang apa? Ya pegang pegangan kuda lah, aku gak mau ambil resiko jatuh dari kuda kalau tanganku tidak bertumpu pada apapun,
Ketika kuda mulai berjalan karena dipacu oleh Ali sesaat aku merasa santai
'Oh gini toh rasanya naik kuda' pikirku, saat itu kuda masih berjalan lambat
kudaku beriringan dengan kuda yang dinaiki Ali, bahkan sesekali berdempetan dengan kudanya Ali yang mengakibatkan bagian samping lututku harus terhimpit diantara dua kuda, sehingga bergesekan dengan besi untuk alas duduk*efeknya ternyata meninggalkan lebam sampai sekarang*

 kuda kami pun berjalan santai, oh iya kuda yang aku tunggangi namanya munir, Muhammad Munir.
didahului oleh Huzaifah dan Islam, kuda kami berjalan di belakang mereka, sambil sesekali Ali meneriakkan arah jalan, dia mengajari Huzaifah dan islam tentang cara mengendarai kuda, ingat dipa dan islam saja bukan mngajari aku, karena sejak awal aku naik, aku tidak mau memegang tali kekang.
*cemen memang*

Rute pertama kami masih diatas jalanan beraspal, sesekali kuda berjalan sedikit cepat, karena Ali memacunya begitu tapi disaat itu pula akupun berteriak *ketakutan*
Rasanya pengen minta diturunin ajaaa T_T

'Pegang tali kekang sendiri aja Tan' dipa berteriak dari depan
'Imsik binafsik' (pegang sendiri tali kekang nya) Ali pun seiya dengan dipa
Haha dasar aku yang gak mau ambil resiko, 'gak mau..laa ah! Kholliy ma'ayaa yaa Ali' (nggak mau, Ali kamu harus tetep disamping aku)
Dan kuda pun lanjut berjalan,
jalanan sudah mulai berpasir, sehingga ketika kuda berjalan debu2 mulai beterbangan, sialnya aku gak pakai masker, walaupun gak bakal kehilangan kendali juga sih, karena Ali yang pegang tali kekangku.
Kita mulai memasuki padang pasir, disini si Ali mulai tidak sabaran, dia ingin kudanya berjalan cepat
Kondisi ku mulai kepayahan, tangan yng gemetaran, duduk yang sudah mulai tidak PW, perut yang terlalu sering berguncang akibat kuda yang berjalan sedikit cepat *karena ga bisa dibilang lari juga kudanya*
Aku mulai berteriak tidak karuan
'Ali birrohah..birrohah, ana ta'banah' (Ali pelan-pelan, aku capek)
'Please..please'
si Ali hanya nyengir melihat aku yang memohon dngan sangat memelas,
perjalanan masih jauh,
dipa dan islam terlihat sangat menikmati sekali sesi berkuda saat itu, aku? Bah..payah sangat kondisi ku saat itu!
ketika Ali mulai memacu kudanya lagi dengan melecut kudanya, otomatis kudaku pun ikut jalan cepat
badanku berasa berlompatan, aku khawatir tubuhku mulai tidak seimbang,
aku sedikit limbung sampai2 si Ali harus memegang tangan ku agar aku tidak terjatuh
'Aaaaakkkk, birrohah bass yaa Alii..laa timsyi sari'an'
'Ana Khoyfah giddan..giddan!' (Jangan cepet2 jalannya, aku takut banget) Teriak ku ketakutan
'Anti khoyfah?' (Kamu takut?)
'Aywahh...birrohah bass' (iya, makanya pelan-pelan)
Akhirnya si Ali pun memelankan laju Ahmad (nama kudanya Ali) dan munir
perutku mulai keram, tapi ketika aku tanya masih jauh atau tidak, dia hanya bilang kita harus keatas sana
Puncak padang pasir! Hahaha *tertawa getir*
Gambarnya kaya keren kan? padahal udah teriak2 ampe capek keknya T_T


Apakah aku bisa bertahan?

Ditengah perjalanan sesekali aku ajak dia berbicara 'hadza awwal marroh ana arkab khison' (ini pertama kali aku naik kuda)
'Awwal marroh? Ana khomasta 'asyar marroh' (pertama kali? Aku udah 15 kali)sambil pamer gitu, whatever!
Tanjakan mulai terlihat, kuda pun berjalan dengan sdikit cepat..lagi2 aku masih teriak-teriakan

finally, sampai juga kita di puncak panorama!
Tapi.. aku sudah tidak ada daya untuk kembali naik kuda

Sambil mereka berfoto ria, aku masih terduduk lemas mengatur nafas dan perut yang semakin keram.
Sesi foto tidak boleh dilewatkan bgtu saja kan?
*dengan arahan tukang foto, dannn..taraaa pyramid pun sejajar dengan tubuh kecilku*
kiri-kanan, aku,Hasna, iska, Islam,Dipa

Kami harus kembali bergegas, dan itu tandanya aku harus naik kuda lagi..hufft!
'Sepertinya gue salah pilih nih' ucapku saat itu pada kawan yg naik kereta kuda
Munir, please be nice to me!
Tali kekang ku masih dipegang Ali,
jalan dari puncak ke bawah otomatis turunan, dan kuda pun melaju sedikit cepat
'Aaakkkk Alii la timsyi sari'an, aaaaa, birrohah'
Lagi2 Ali harus memegang tangan ku agar aku tidak terjatuh dari kuda,
'nikmatin aja tan, pegang tali kekang nya sendiri' kata dipa
'You are brave intan, you can do it' ucap islam
whatever mereka mau bilang apa, aku.masih.gak.berani.

Sampai kata Ali 'Imsik binafsik, anaa ma'aki fii ganbik'
'Laa ah! Ana khoyfah, 'asyan dza awwal marroh' ucapku masih keukeuh ketakutan
'Laa takhofisy, mafisy musykilah, garribi awwil' (jangan takut, gak kenapa2 ko, coba aja dulu)
Ali pun memaksa dan tali kekang pun aku pegang

Ali mulai mengajariku step2 dasar, cara memelankan laju kuda, gimana cara belok kanan dan kiri.
aku? Kagok!
Awal..awal kuda masih berjalan pelan 'enak juga ya megang tali kekang sendiri' nyoba arahin tali kekang ke kanan, eh kudanya ke kanan, arahin ke kiri kudanya pun ke kiri
'Horaaaayyy'

Dari belakang Ali berteriak 'Tamam ya islam, huzaifah?'Tamaamm' jawab mereka serentak
'Tamaam ya Intan?' Ana musy tamam' jawabku *masih takut*
sampai tiba di gang, kuda ku dan islam di berjalan di depan, tiba2 di depan kami segerombolan orang2 menaiki kuda juga
nahlho bingung, sampe2 kuda dipa, aku, islam ada dalam satu jajaran..haha
sampai si Ali teriak 'wahdah..wahdah' (satu-satu aja jangan mepet gtu)
maklumlah kita kan belon mahir,
Kuda pun jalan masing2
Kuda dipa dan islam di depan ku, Ali ada dibelakangku

Tiba2 Ali memacu kudanya untuk lari, lalu bilang ke dipa dan Islam
'Hatigri? Garribuu' (mau kuda kalian lari? Coba yaa) dan Ali langsung memecut kuda dipa dan Islam, dan mereka pun berlari
Aku? Hiks ditinggal di belakang, tapi mereka balik lagi sih..alhamdulillah

Sampai Ali bilang 'hatigri bardu?'(kamu mau lari juga)
'Laa ah!' (Nggak!) Ucap ku seketika
No..no..no

Ketika dalam kendali ku, si Munir sedikit sulit untuk diajak jalan lambat, aku sampai harus ngomong sama kuda 'munir, jangan cepet2 ya jalannya, lambat aja aku takut' hahh dan ajaib! Munir pun berjalan lambat *aku gatau apakah dia faham omongan ku atau tidak, yang jelas mulutku banyak merapal doa selama aku berkuda*

setelah berkuda selama kurang lebih sejam akhirnya kita sampai di tempat penyewaan kuda sekaligus berakhirnya acara naik kuda kali itu

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah aku selamat dari berkuda dannn berhasil 'break your fear'

Kalo lain kali diajak naik kuda lagi mau gak? Enggak dalam waktu dekat ya, Terimakasih :')

*pas sampe rumah, trnyata benar saja bagian samping lututku lebam :'(
** Jazakumullah Hasna dan Iska atas kesempatan berkudanya kemarin

Share on:

Ceritanya ya, di postingankemarin aku ngidam macaroon banget dan ngarep dari jauh-jauh hari kalo pas ulang tahun nanti ada yang ngasih kado macaroon dan taraaaa! 
Yeayy.. Macaroon *abaikan latar*
Sekotak macaroon dengan 5 macam warna sudah ada di tangan *yes kodenya nyampe* padahal mah aku udah maksa anak rumah buat beliin macaroon dari dua hari sebelum aku ulang tahun.HAHA

Awalnya sedih juga karena pas tanggal 13 kemarin ga ada yang ngasih macaroon, ah yasudahlah next time aja aku beli sendiri *baper* lagipula di tanggal 13 itu aku lagi sibuk urus-urus cathering 400 box buat acara pra HUT Indonesia besok, udah aja ga kefikiran lagi buat macaroon itu.
Besokannya pun sama, pagi-pagi aku harus ke pasar cari anggur, dan siangnya aku harus packing 400 box snack baru selesai sore, dan langsung anter snack tadi ke lapangan tempat lomba dimulai, capek? BANGET! 
Langsung pulang ke rumah, masuk ke kamar dan… ‘sanah helwah ka Intan..Sanah Helwah’ tiba-tiba lidia, zumroh, Farhati dan Esa memberi sebuah kotak dan ternyata isinya macaroon *jingkrak-jingkrak norak, terharu*, dan lucunya lagi si Esa ini sama kaya aku ngidam macaroon ceritanya dan minta dihadiahkan macaroon juga pas ulang tahunnya nanti (masih dua minggu lagi padahal) eh dia yang nangis begitu liat macaroon. Tiba-tiba capeknya hilang begitu liat macaroon yang diidam-idamkan selama setahun :’)

Alhamdulillah, dikasih Macaroon *terharu plus norak*

Anyway, Thanks yaa buat keluarga aku disini Lidia, Zumroh, Bella, Shabrina, Ka Hana, Aisyah  'Rumah Takban Kesayangan' yang udah ngasih aku Macaroon plus Farhati yang kayanya udah bosen denger rengekan aku yang nagih macaroon dari kapan tau. 
kiri-kanan, Farhati, Zumroh, Aku, Bella, Lidia dan Mimi, Esa




Share on:

Berhubung ga ada foto lagi pegang kue, bolehlah oleh-oleh jalan-jalan ke gurun Siwa kemarin upload disini :') itu di salah satu oase tengah gurun Siwa
Happy 21 Intan *self praised*
Iya ini postingan pertama saya, gak ada maksud buat mengundur-ngundur dari sejak lahirnya rumah baru saya ko, kebetulan memang belum sempat nulis sejak sibuk di salah satu organisasi kampus *alibi*

Oke, ini hari pertama saya di usia ke 21.
Baru sadar kalau saya sudah hidup di dunia seperlima abad lewat setahun, saya mau ucapin syukur dulu, Big thanks to Allah, saya masih diberi kesempatan untuk menghirup angin segar di usia ke 21 ini, saya masih dikasih sehat, saya masih diberi orang tua dan keluarga yang lengkap, saya masih dikasih temen-temen yang luarbiasa support nya, saya masih diberi tempat tinggal yang layak, saya masih diberi akal untuk berfikir, saya masih sering dikasih ujian jadi saya bisa tau seberapa mampu saya menghadapi ujian itu, saya msih suka diuji dengan nikmat yang kadang saya merasa sombong, saya masih diberi waktu sehingga saya bisa terus bergerak sampai tiba waktunya tuhan berkata saya harus pulang, saya masih diberi segala-galanya..Many thanks too Allah.

Kalau ditanya saya sudah melakukan apa atas pemberianNya yang begitu banyak hingga usia ke 21 saat ini pun saya jadi berfikir kembali, apa yang sudah saya lakukan, ibadah saya yang sebagai bentuk syukur saja kadang masih suka akhirkan, doa yang katanya sebagai senjata orang muslimin kadang saya lalai. Tapi manusia memang fitrahnya untuk senantiasa alpa dan lupa namun untuk kembali diingatkan dan disadarkan kan? *tolong diingatkan dan disadarkan yaa saya yang lalai ini*

Masih di usia 21, rencana kedepan mau apa? Mau pulang! HAHA, berhubung saya sudah masuk tingkat akhir di kuliah, maka harapan terdekat saya harus pulang ke Indonesia, memenuhi hak orangtua yang belum ditunaikan, katanya yang di Indo udah pada kangen minta si gadis ini buat pulang *saya yang paling cantik kedua setelah ibu saya* mana suaranya yang di Depok sana? Mana..mana, tapi masih satu tahun lagi.

Rencana terdekat jelas ya, saya harus menyelesaikan jabatan saya sebagai bendahara di salah satu organisasi kampus, masih harus berkutat dengan hal lobi melobi, masih harus urus-urus proposal kegiatan, masih harus berkutat dengan ide-ide segar untuk acara yang semakin banyak setiap waktunya, masih harus sering bersinggungan dengan yang namanya ego pribadi, masih harus berlatih kecakapan bicara, masih harus punya stok PD yang banyak, setelah itu? Selesaikan Kuliah tepat waktu, yaiyalah saya kan mahasiswa juga, waktu 4 tahun sudah cukup bagi saya, karena saya yang memulai saya pula yang harus menyelesaikan, lagipula syarat utama saya boleh kerja (menikah) ya harus selesai dulu s1 nya. HAHA.

Kado istimewanya apa? saya menganggap bisa dapat peringkat Jayyid Jiddan di ujian tahun 3 kemarin sudah merupakan kado spesial tahun ini, ditambah dengan jalan-jalan yang menghabiskan budget banyak  sebelum dan setelah Ramadan dengan uang orangtua tentunya merupakan hadiah spesial juga, jadi saya merasa sudah cukuplah dua hal tersebut jadi kado istimewa buat saya di tahun ini

Jadi? Doakan saya ya, di usia 21 saya semakin matang dalam betindak, semakin dewasa dalam bersikap, semakin sholihah, semakin muslihah, bisa mengamalkan hadis nabi yang sebaik-baik manusia ada;lah yang paling bermanfaat bagi orang lain, semakin mengerti arti hidup, semakin peka dengan lingkungan sekitar, bertambah jiwa sosialnya, bertemu dengan calon imam *yang ini mau dong didoain paling kenceng xixixi*
Terakhir, saya ngidam macaroon pake banget, sebenernya bukan ngidam , lebih tepatnya karena penasaran rasanya kaya apa dan warnanya yang cute abiss *kode minta dikadoin macaroon*


Intan, 13 Agustus 2015
Cairo yang bikin keringet ngalir kaya hujan ><






Share on:
  • Next Post →
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Hamil
  • Keluhan saat hamil
  • Mine
  • Wihdah Hamasah
latest posts
latest comments

Blog Archive

  • ►  2020 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (7)
    • ►  February (1)
  • ▼  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ▼  August (3)
      • Berkuda? Why Not!
      • Macaroon dan Rumah Takban Kesayangan
      • 21

Report Abuse

About Me

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

  • Home
Powered by Blogger.
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates