Assalamualaykum!

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

Cairo-Jakarta-Depok

Pengalaman Hamil Mahira

Trisemester pertama, alhamdulillah tidak ada muntah sama sekali, hanya mual dan ga nafsu makan, mau makan cuma makanan yang berk...

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

Hi, We are Awesome Intan /

The place where we write some words


Trisemester pertama, alhamdulillah tidak ada muntah sama sekali, hanya mual dan ga nafsu makan, mau makan cuma makanan yang berkuah dan panas kaya tomyam atau soto atau kwetiaw kuah, hobi lainnya itu makan rujak tanpa nanas, hampir setiap hari order via go food
Mual yang kualami dibarengi dengan pusing, ga nafsu makan tapi perut laper tapi ga kepengen makan, gimana tuh?
sempat ke dokter, diresepkan obat odasentron.
Satu lagi penyebab mual adalah rasa manis berlebihan, jadi ada cerita, susu hamilku adalah susu bubuk Prenagen rasa strawberry, tiba-tiba gak lama ibu mertua kasih aku susu kotak cair prenagen rasa strawberry, setiap habis minum itu bawaannya mual pusing, sampai kufikir sepertinya karena manis yang terlalu berlebihan. Padahal kalau aku seduh susu setiap pagi, itu tidak kenapa-kenapa. Heran.

Pada minggu ke 5, aku sudah pesan tiket untuk ke Depok, khawatir rawan atau kenapa-kenapa dengan calon janinku akhirnya aku diresepkan obat penguat kandungan, lupa namanya apa tapi yang kuingat harga satu tablet kecilnya kisaran 20-40 ribu, alhamdulillah selama perjalanan pp jakarta-palembang kandunganku aman, hanya saja pada saat kami penerbangan balik CKG-PLM citilink yang kami tumpangi jalannya gak mulus karena pada saat itu pesawag sepertinya menabrak awan cumulous nimbus (ini kata suami sih) jadi pesawat terbangnya seperti lewat jalanan yang banyak lubangnya, turbulensinya sangat kuat, tidak sedikit orang yang sudah banyak melafazkan zikir sepanjang penerbangan, aku dan suami juga diliputi rasa takut dan cemas, kucoba merapal doa-doa yang kuhafal, dan dalam kondisi seperti itu suamiku sempat-sempatnya menanyakan hape dia dimana *tepok jidat* tapi tidak berapa lama akhirnya pesawat mendarat, alhamdulillah. Sejak kena turbulensi badanku sudah panas dingin, wajahku pucat dan rasanya aku sudah ingin muntah, sampai akhirnya pesawat sudah landing namun belum diizinkan buka seatbelt, aku nekat ke kamar mandi, walau sempat diomeli pramugari karena belum boleh lepas sabuk tapi akhirnya aku diizinkan untuk ke kamar mandi, setiba disana ya tidak ada yang keluar, dan sejak saat itulah awal mula mual berkepanjangan sampai Tm 1 terlewati. Oh iya, kenapa suami tiba-tiba tanya hapenya dimana saat turbulensi terjadi, ternyata dia mau wa ibunya ngabarin semua hutang yang dia punya dan belum dilunasi suqpaya jika terjadi apa-apa di jalan setidaknya ada yang bisa membantu kami untuk melunasi hutang tersebut. Cukup rasional juga.

Memasuki Trisemester kedua, bertepatan dengan waktu diklat di Bogor, nah ini dia kedua kali naik pesawat dalam kondisi hamil, sebelumnya bahkan di usia kehamilan 5 minggu aku sudah naik pesawat untuk liburan di Depok yang sudah dipesan tiketnya jauh sebelum aku dinyatakan positif hamil. Alhamdulillah kandunganku baik- baik saja. 
Sepanjang diklat, aku diberi kemudahan untuk tidak mengikuti apel, senam pagi dan ditaro di kamar lantai 1, tapi karena jadwal diklat yang agak padat, beberapa kali aku kecapean, izin untuk tidak hadir saat materi ataupun saat sarapan bersama di ruangan. Sampai suatu malam tepatnya setelah sholat magrib, aku muntah, badan panas dingin, bawaannya lemas sekali, langsung dirujuk ke UGD RS Ciawi, alhamdulillah tidak kenapa-kenapa hanya mungkin faktor makanan saja, karena siangnya aku pesan go food menunya bebek pedas.
Selama diklat juga aku tidak pernah absen pulang ke depok setiap minggu, Megamendung-Citayam adalah rutinitasku setiap Sabtu-Ahad, kadang naik turun angkot sampai 3 kali kemudian lanjut krl dan angkot lagi, ketika pulang di hari Minggunya juga sama, tapi biasanya untuk menghindari jadwal buka tutup jalur puncak kusiasati naik gojek dari stasiun-asrama, lumayan pegal karena saat itu kandungan juga sudah mulai besar dan juga pasti sampai tempat diklat saat isya atau bahkan pukul 10 malam dikarenakan terjebak macet, sedangkam besoknya sudah harus mulai kelas lagi. Hufft.
Alhamdulillah selama diklat Mahira koperatif sekali, tidak membuat aku susah karena jauh dari suami dan keluarga, aku sudah mulai merasakan gerakan seperti gelembung-gelembung di dalam perutku. Kamu hebat Nak!
Oh iya ada kejadian lagi di saat hari terakhir diklat, jadwal pulang ke Depok dan besoknya flight ke Palembang, memang sejak malam aku balik ke Depok aku dalam kondisi tidak prima, sepertinya masuk angin ditambah macet di jalan yang membuatku lemas sepanjang perjalanan cibinong-citayam. Begitu sampai rumah aku minta dikerok oleh ibu, esok harinya langsung pesan grab pukul 9 untuk menuju bandara, janjian dengan kawan satu satker di depan terminal 3. Alhamdulillah kondisiku baik saat itu, kemudian setelah itu kita check in dan berjalan menuju gate 25 tempat pesawat berada untuk boarding, jaraknya berkilo-kilo dengan aku yang saat itu sudah memasuki usia kandungan 6 bulanan, pada saat itu aku bawa tas ransel isi laptop dan juga 1 tas jinjing isi cemilan dan sandal, kawanku yang berbaik hati membawakan tas ranselku yang berisi laptop, perjalanan cukup jauh dan aku tidak mengantisipasi hal ini, kufikir aku kuat dengan tidak naik mobil golf yang mepermudah jalan ternyata aku salah. Sesampainya di gate 25 aku langsung pusing, terlupa bawa fresh care, akhirnya kupinjam minyak cap kapak kawan satkerku, masih kliyengan ditambah pesawat yang delay selama kurang lebih setengah jam. keadaanku masih cukup baik, namun saat pesawat sudah lepas landas, aku langsung merasakan pusing, badanku kembali panas dingin dan rasa ingin muntah itu sangat kuat tapi dapat kutahan sampai akhirnya pesawat landing, saat landing kuminta kawan sebelah untuk tidak turun dulu, minta kursi roda karena aku sudah tidak ada tenaga lagi untuk berjalan, mukaku sudah cukup pucat, akhirnya dibopong oleh pramugari dan dinaikkan ke kursi roda sampai dengan tempat pengambilan bagasi, Juni yang sudah menunggu di luar pun tidak diperbolehkan masuk, akhirnya kami paksakan pulang naik lrt, daripada naik mobil menambah mual badanku saat itu.


Masuk Trisemester ketiga, yeayy dapat cuti tahunan di penghujung tahun 2019, saatnya mudik lagi, setelah konsul ke dokter langganan akhirnya diperbolehkan naik pesawat lagi, dapat jatah cuti 10 hari kok tidak dimaksimalkan ya, begitu fikirku saat itu. Setting jadwal pulang, dipaskan waktunya dengan hari libur suami dan here we go, Ancol tujuan wisata kita hahaha.
Juni cuma bisa nemenin sampai tgl 25, total liburan bareng ya 5 hari, selebihnya Juni kembali kerja ke Palembang sedangkan sisa 5 hari cutiku kuhabiskan untuk liburan di Depok-citereup-tanah abang hahaha.
Akhir tahun 2019, saatnya pulang ke pelukan suami nggak ding ke Palembang maksudnya, bawaanku cukup banyak, jeruk 5 kilo, pakaian liburan ku dan perlengkapan Mahira yang kuborong saat ke Tanah Abang kemarinnya. Penerbangan cukup mulus, bahkan tidak sadar aku sudah sampai di Palembang, tidak seperti penerbangan sebelumnya yang menyebabkan aku pucat pasi. Di bandara suami sudah menunggu, namun ditengah perjalanan tiba-tiba aku merasakan mulas tidak tertahan, akhirnya aku pisab dengan suami, aku turun di stasiun terdekat dan langsung ke toilet sedangkan suami lanjut sampai stasiun tujuan, begitu tiba di stasiun aku langsung menuju toilet saking mulesnya aku tidak sadar kalau ternyata aku salah memasuki toilet, yang kumasuki adalah toilet pria, aku baru tersadar kalau itu toilet pria saat keluar dan menemukan tulisan toilet wanita persis di sebrang toilet pria, haha. untungnya saat itu stasiun lrt sedang sepi dan sepertinya sepanjang aku menunaikan hajat tidak ada yang masuk ke dalam toilet. Ups.
Trisemester ini juga aku mulai merasakan beratnya ternyata jadi wanita hamil itu, mulai dari perut yang terkadang tiba-tiba kencang, tangan yang sudah mulai sulit untuk dikepalkan, kaki yang tiba-tiba bengkak, volume cairan keputihan meningkat, bangkit dari kasur yang sudah sangat susah, bolak balik pas tidur juga semakin berat, tapi nafsu makan di Tm ini meningkat juga, aku yang awalnya tidak terlalu suka manis tiba-tiba di trisemester ini seperti sulit dikendalikan, pengen snack atau minuman yang serba manis. Aku mulai rutin mengkonsumsi sayuran hijau baik katuk, bayam atau kangkung, sisanya ya sop sopan atau sayur asem, susu juga diminta dua kali sehari, serta vitqmin yang tadinya satu kali dianjurkan menjadi dua kali sehari. Dokter S.Pog bilang, bayi di Tm ini memang lagi butuh banyak kalsium, jadi kalau dia kekurangan maka kalsium kita yang diambil, salah satu tandanya yaitu gigi graham senat senut, dan mungkin faktor aku yang kurang gerak karena pekerjaan menuntut banyak duduk menyebabkan beberapa keluhan yang disebutkan di atas muncul. di Tm ini juga aku mulai follow akun ig yang informatif terkait kehamilan dan persalinan, cari-cari gerakan senam yanv bisa dilakukan tanpa perlu instruktur dan semua itu kudapatkan via internet, beli gymball demi mepersiapkan diri menyambut sang buah hati, gymball pun akhirnya hari ini kubawa ke kantor, lumayan jika sudah terasa duduk agak lama bisa dimainkan sambil senam plus atur nafas.

Saat ini usia kandunganku 33-34 w, sekitar kurang lebih 1 bulanan lagi kami akan berjumpa dengan Mahira, dia yang  selama ini baru bisa kami jumpai via usg 4D, semoga kelak saat berjumpa dengannya Allah ridhoi, berjumpa di kesempatan yang baik dan persalinan yang penuh dengan kemudahan. Amiin.

Share on:

Assalamualaykum

Mengawali tahun 2017 saya mau sharing sedikit tentang kawan yang masih tinggal di bogor padahal udah selesai kuliahnya.

Sebut saja namanya Diva, saya mengenal diva sejak masih aliyah di Husnul, sempat satu kamar ketika di asrama, dua tahun satu kelas karena kita di jurusan yang sama, dan sempat duduk bareng selama dua semester waktu kelas dua belas. Jadi, sedikit banyaknya saya agak mengenal sifat-sifat diva.

Pertemuan tadi siang adalah pertemuan kami pertama sejak dua tahun lalu, dan entah kenapa saya gak pernah absen ketemu diva setiap balik dari kairo, tapi biasanya saya yang selalu 'nyamper' ke Bogor dan dia stand by jemput di stasiun.

Tujuan utama selain meet up adalah buat bahas soal. Nah disini ceritanya, Diva adalah lulusan Stei Tazkia dan sedang bekerja menjadi kaka pembina di asrama Tazkia yang bertempat di Darmaga. Selain jadi kaka pembina, diva juga dipercaya untuk jadi asdos. Singkat cerita, dosen yang mengajar pakai buku rujukan berbahasa Arab.

'Aku tuh udah lupa tan (bahasa arab), pokoknya kalo translate gitu mentok lah otakku'
'Bapak dosennya juga udah tau aku gak bisa, tapi tetep aja diminta gantiin beliau'
curhat Diva saat makan siang tadi.

Tapi walaupun diva tahu kalau dia tidak mampu, tapi dia tidak pernah menolak permintaan dosennya

Pernah beberapa kali dia ngontak via messenger (ketika saya masih di Cairo) buat nanya translate materi saat diminta untuk menggantikan dosennya, minta ditranslate dari bahasa arab ke indo, atau lain waktu minta bahas soal untuk UTS adik-adik tahun pertama Tazkia. Alhamdulillah, saya pernah ikut pakeis dan sedikit banyak tahun 3-4 bahasan fiqih di kuliah tentang fiqih muamalah, jadi saya sedikit faham tentang pembahasan yang ditanyakan diva.

Sampai beberapa hari lalu, dia ngajak ketemuan mau bahas soal untuk UAS adik-adik katanya. Saya capek? Nggak juga, karena posisinya saya masih pengangguran, agenda juga belum padat jadi saya menerima. Sampai tadi siang akhirnya sepakat bertemu. Kita bahas soal hanya sekitar 2 jam kurang lebih, selebihnya ngobrol, makan, sampai bela-belain antar ke citayam pakai CL.

Nah selama obrolan yang kurang lebih 4 jam-an, ada satu hal yang saya ingat dari perkataan Diva.

'Aku tuh mau berbagi ke orang lain Tan, makanya aku terima job (jadi kaka pembina di asrama) langsung setelah lulus, tapi aku juga sadar kalau aku gak bisa langsung (ngajarin orang karena pakai bahasa arab pelajarannya) kecuali aku cari bala bantuan salah satunya ke kamu ini'

Dari sini saya langsung teringat perkataan 'faaqidussyai laa yu'thi' orang yang tidak memiliki apa-apa tidak bisa memberi.

Tapi Diva punya semangat untuk memberi, dia punya ilmu tapi hanya perlu penunjang untuk mentransfer ilmunya. Sampai akhirnya saya mengambil pelajaran dari sosok Diva ini bahwa setelah kalimat 'Saya tidak bisa' tidak boleh ada titik yang memutus sehingga kalimatnya berhenti, namun harus dilanjut dengan 'Maka saya harus berusaha' baru setelahnya ada titik.

Untuk Diva, thank you!
Semoga lancar s2nya😇

Share on:

Assalamualaykum,

*claim dulu, cerita ini hanya untuk dijadikan ibroh dan tidak untuk ditiru (over bagasinya)*

Ini cerita dua hari lalu, jadi dibalik foto senyum, sedih, haru depan bandara ada kejadian hampir buat aku speechless di dalam bandara. Menganggap everythings gonna be okay. Bagasi over? No problem. Ga punya visa? No problem.

Eh, ternyata? Malang nasib mu nak!

Qadarullah ma sya a fa'al kalau kata si Masri mah.

Jadi begini ceritanya,
Aku pulang ke Indo terakhir 2014, bagasi nggak lebih dari 25 kg saja dari batas maksimal 30 kg. Nah, kemarin maksimal bagasi 46 kg. Udah banyak ya seharusnya. Tapi diriku bawa kitab dong ya, banyak. Alhasil pas ditimbang di rumah sebelum ke bandara juga bakal over sih, sampe 9 kg.
Pekan lalu, temanku berhasil lewat bagasi dengan over mencapai 10 kg *tidak patut ditiru*. Karena dia lolos itu lah aku jadi agak pede dengan bagasi yang over itu, dan hasil ngobrol dengan kawan-kawan juga kalau ternyata masalah bagasi kalau dari cairo-jakarta itu bukan masalah besar, banyak pengalaman yang mereka lolos aja bagasinya walaupun over kiloannya.

Justru yang aku takutkan adalah masalah visa, aku pulang tanpa visa. Visaku expired 19 desember dan aku pulang 24 desember.

Singkat cerita, aku check in, ketika ditimbang ternyata over dan petugas bagasinya gak bisa dilobi. Kalau mau diangkut semua bayar 230 dolar, atau ya tinggalkan sebagian barang sampai mencapai angka 46 kg. Hampir panik, coba menghubungi temen yang masih stay di bandara dan alhamdulillah berhasil. Keluarin buku-buku yang mungkin mencapai 10 kg dan langsung diangkut balik ke flat.

Kembali check in dan berhasil. Bagasi lolos, kemudian shalat ashar baru setelah itu ke imigrasi, antri, diurus sama senior dan alhamdulillah lancar hingga seterusnya.

Nah ketika agak senggang, sambil nunggu buat masuk ke waiting room tiba-tiba aku teringat tentang hari perhitungan nanti.

Aku coba membayangkan, pas aku over bagasi aja aku panik, namun alhamdulillahnya aku udah siaga untuk minta maryam (temanku yang stand by di bandara) stay sampai urusan bagasi dan imigrasi lancar. Panik ku sudah ternetralisir lah ya.

Tapi ketika hari perhitungan nanti, saat aku tiba di hadapan Allah kemudian Allah bilang, 'kalau mau masuk syurga, amalan kebaikan mu harus lebih besar dibanding dosa mu' maka kepada siapa aku akan melimpahkan dosa ku tersebut? Panik? Pasti. Takut? Pasti. Mungkin level kepanikannya beratus-ratus kali lipat dari panik di dunia. Gimana enggak, wong ancamannya lempar ke neraka. Kan, kalo bagasi ancamannya paling bayar sekian dolar, banter2 kalo keukeuh ya ketinggaln pesawat.
*Walaupun masuk syurga itu bukan karena amalan kita, tapi lebih karena kasih sayang Allah lah kita dimasukkan ke syurga*

Pas di bandara kemarin kan ada maryam yang siap angkut kitab ku yang tebal itu balik ke flat, kalau pas yaumul hisab siapa pula yang mau nolong kalau dosaku lebih banyak? Aku kan sendiri, bahkan dengan orang tua yang ikatannya darah saja bakal saling tidak perduli, pasangan? Teman? Tidak ada yang peduli. Karena nanti aku benar-benar sendiri dan hanya amal yang menemani.

Jadi berterimakasih kepada petugas bagasi dari Etihad, aku jadi bisa berfikir lebih jauh. Yha walau sebelumnya agak dongkol gimana gitu ya. Maafkan ya mba-mba petugas.


Share on:

Assalamualaykum,

Malam tadi sekitar pukul sepuluh lewat sekian, ibu sedang berkutat dengan nasi hasil aronan, daun pisang dan isian untuk lontong. Di depannya sudah ada nampan berisi tumpukan lontong yang siap kukus. Kemudian aku yang baru keluar dari kamar mandi (bersih-bersih sebelum tidur) langsung dipanggil

Ibu : Dek bisa bungkus lontong?
Aku : bisa *jawabnya mantap kali kan*

Aku ambil dua lapis daun pisang, satu ukuran rada lebar taro di atas tangan dan dilapis dengan daun pisang agak kecil, kemudian ambil nasi aron sesendok, pipihkan di atas daun pisang, ambil isian, gulung..gulung, dan...bingung *zonk*
Eh ini gimana ngelipetnya ya?

'Yah masa gitu doang ga bisa' *Backsound belakang*

Diajarin sama ibu cara lipetnya.

Coba lagi sendiri, masih salah. Efeknya lontong lipatanku gak bisa dilipet karena terlalu panjang alias nasinya memanjang *nahlho bingung ga tuh* pokoknya jadi gak bisa dilipet. Diambil ibu dan kemudian dibungkus sampe rapih.

Coba lagi, sambil diajarin cara lipetnya (lagi) masih gagal. Daun plastiknya kebelah.

Ternyata ngebungkus (atau ngelipat) lontong itu agak sulit ya.

Sampai cobaan ke 3, ibu bilang 'sudah lumayan, tapi perlu dirapihkan lagi sedikit'
*ini semacam kalau kita lagi buat prakarya jaman sd kemudian gurunya bilang 'gambarmu sudah bagus tapi..'

Nah, kan ada tapinya. Intinya mana?
.
.
.
Jadi, intinya ngebungkus lontong yang keliatannya (KELIATANNYA) kayak gampang aja ternyata sulit, apalagi masalah-masalah dalam hidup, lebih njelimet. Butuh gagal berkali-kali dulu baru nemuin solusi.
Gak langsung coba sekali langsung bagus lipetan lontongnya, butuh percobaan ke satu, dua, tiga, empat, lima *eh kok malah ngitung?* baru deh sukses.

dan buat yang akan ujian 31 besok, mungkin sama juga kaya proses belajar lipet lontong, butuh baca sekali, dua kali, tiga kali, empat kali sampai sekian kali baru bisa hafal. Ndak langsung sekali baca muqarrar bisa jawab soal azhar.
*Kalau ada yang kaya gitu, mungkin dia jenius..hehe*

Jadi, lanjut lipet lontong lagi gak nih? Ndak ding, lontongnya siap dikukus untuk pengajian ibu besok pagi.

Dini hari,
Citayem, 00:58 *edisi masih jetlag*

Share on:

Assalamualaykum Hai.

Sudah 4 tahun lebih 1 bulan kurang 4 hari aku tinggal di sini *yhaa ribet*, jadi ceritanya dua hari lalu badan sempat ngedrop, faktor dua hari berturut-turut pergi pagi pulang sore sampai akhirnya radang sepanjang hari, kepala pusing, dan perut mual-mual *positif gak nih* ahaha

Wasap ibu, *udah kebiasaan kalo sakit walaupun sakitnya remeh temeh tapi doa ibu selalu manjur melebihi obat paling ampuh sekalipun*

A: aku sakit bu
I: sakit apa
A: radang menjelang flu (siklus rutinannya adalah, tenggorokan sakit→badan pegal-pegal→pilek berkepanjangan→hidung tersumbat dibarengi dengan batuk yang bunyinya sangat menyayat hati)
I: istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak jangan lupa minum obat

(Sebelum chat nasihat ini ada dimarahinnya lah yha pasti, kayak "pasti kecapekan, tubuhnya tuh butuh istirahat, atau jangan makan sambel mulu deh ya")

I: sudah ya ibu masih ada kerjaan di dapur, syafakillah.

-Esok hari-

I: gimana dek sudah sembuh?
A: telfon yaa
I: sudah makan belum? (di telpon)
~Backsound di belakang suara ibu~
Ayah: masa mau pulang sakit? Sakit kangen kali tuh
Najib: katanya mau pulang kok sakit? Itu cece kebanyakan makan sambel makanya sakit *dengan gaya tengilnya mencoba menasehati*
I: mau bubur ayam?
*mau banget, tapi kalo sore disini ga ada*

Selebihnya obrolan absurd tentang-kenapa-yang-ditawarin-calon-anak-pertama-bukan-anak-kedua *abaikan*

Ya bangetttttt sakitku sakit malarindu, yang sembuhnya hanya bisa pakai bubur ayam dan usapan ibu *klise*


Cairo, angin sepoi pagi hari dan awan lagi mendung-mendungnya. Romantis :*

Share on:

Ruqyah
Sakit badan biasa:Baca alfatihah berulang2 kali,
ayat kursi, tri qul

Penyakit uang berhubungab dengan metafisika atau alam ghaib
(Izin Allah dan ridho Allah itu berbeda)
Orang yang kena sihir
Orang yang terlanjur belajar sihir
Orang yang disukai oleh jin

Apa itu sihir? Sihir adalah semacam kontrak kerjasama antara manusia dengan setan untuk melakukan kejahatan yang melanggar syariat, sifatnya bukan sukarela tapi saling memberi upah,
*tugas: tadabur surat al jin*

Bentuknya seperti apa:
※ orang belajar sihir kecil-kecilan, misal suka sama perempuan kemudian ditulis ditangan nama lk2 terus ayat laqod hammat bihi wa hamma biha kmudian nama perempuannya..jadilah pelet

Syaikh Abdu Salam Badi

Bagaimana cara meruqyah
※ Perempuan harus sama perempuan, dan laki-laki harus dengan laki-laki
※ orang yang meruqyah yakin kalau dia bersih dari jin (baik tidak kena sihir, belajar sihir, atau tidak disukai jin)
※ mental peruqyah harus berani
※ bacaan quran harus sesuai tajwidnya
※ kondisikan ruangan, harus bersih, wangi
※ kondisikan anggota keluarganya, pahamkan apa itu ruqyah syariyah
※ yang diruqyah harus taubat, misal yang perokok harus berhenti merokok seratus persen. Yang jarang shalat harus total shalatnya. Yang tidak pakai hijab harus pakai hijab. Karena sia2 saja setelah meruqyah masuk lagi jinnya.
※ selama masa ruqyah, yang diruqyah harus mau hidup sesuai syariat, potong kuku, hisholul asyrah, masuk ke hamam kaki kiri, keluar kaki kanan, harus shalat di masjid 5 waktu
※ peruqyah harus memperhatikan adab syari seperti yang diajarkan kepada yg diruqyah
※ sebelum meruqyah, peruqyah harus adzkar dulu paginya, tilawah satu juz, baca laa ilaha illah wahdahula syarikalah lahul mulku.. minimal 100x (sorenya juga), kalau belum bisa jangan ruqyah dulu hari itu
※ Semua ayat alquran bisa dijadikan ruqyah, tapi yang paling ampuh adalah alfatihah, ayat kursi, tri qul dan ayat2 tauhid (diulang2)
※

Share on:

Ketika Sakit ada 6 hal yang harus              diperhatikan:

※Ingatkan tentang shalat
※Sunnah Rasul utk mengobati org sakit, harus ikhtiar semaksimal mungkin baru setelah itu tawakal
※Ketika lagi sakit, membayarkan hutang, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besarKetika Sakit ada 6 hal yang harus              diperhatikan:

※Ingatkan tentang shalat
※Sunnah Rasul utk mengobati org sakit, harus ikhtiar semaksimal mungkin baru setelah itu tawakal
※Ketika lagi sakit, membayarkan hutang, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar
※Wasiat rasul kepada ibnu umar--- jangan kamu tidur sebelum kamu mencatat hutang mu
※Ingatkan tentang taubat bagi orang yang sakit, ajak banyak membaca istighfar, kalau anak sakit jangan langsung dibawa ke dokter-- jadi langsung wudhu dan shalat dua rakaat setelah itu istighfar dan baca alfatihah sampai 100x. Alfatihah sangat mujarab
※Tanyakan wasiat apa yang harus dilakukan
※Ingatkan tentang nadzar

                    Saat Sakaratul Maut

※و جاءت سكرة الموت بالحق ذلك ما كنت منه تحيد

※ketika Allah ingin menggugurkan dosa hambanya (org mukmin) maka Allah berikan ia sakit, dan saat belum gugur juga maka Allah beratkan dia sakaratul maut, kalaupun bukan menggugurkan maka sakaratul maut ini meninggikan derajatnya (tadzkiratul maut, Imam Qurthubi)

※لقنوا موتكم
Baca talqinnya pelan-pelan, satu orang cukup yang menemani dan jika sudah terlihat tanda-tanda menggumamkan laa ilaha illa allah maka cukup, seperti kata Rasul,
من كان اخر كلامه لا اله الا الله دخل الجنة

Abu jur'ah Arrazi, ketika beliau dalam keadaan sakaratul maut, muridnya mendatangi dan berniat utk membaca hadis dan disalah-salahkan, kemudian Abu Jur'ah minta disandarkan dan membaca hadis di atas sebelum kalimat dakhalal jannah beliau meninggal.

※Bacakan yasin dan Arra'du, supaya yang sedang sakaratul maut terlihat seperti orang yang tidur sambil ngorok (meringankan sakaratul maut)

Kalau bisa setiap hari kita baca yasin, supaya nanti terbiasa baca yasin pada saat sakaratul maut

※Dibiarkan dalam keadaan tenang, jangan disentuh2 dibiarkan saja.

                      Setelah meninggal

※ucapkan kalimat istirja'
※Boleh menangis asalkan tidak meratap (tidak mengeluarkan kata-kata yang dimurkai Allah)
رحمة أدخله الله في قلب المؤمن
Jadi tidak apa2 kalau ada yang menangis, karena itu bentuk kasih sayang.

★pastikan dia sudah meninggal
★ditutupkan matanya, karena normalnya setiap yg meninggal matanya terbuka
Kata Rasul: al aynu tattabi'u ruha 'inda khurujiha

★ikat rahangnya dekat kain
★luruskan seluruh persendian
★sedekapkan tangannya seperti solat
★rapatkan kaki, dan ikat di sesama jempol kakinya
★Bersihkan seluruh tubuhnya, lepaskan seluruh pakaiannya

(tadabur surat yusuf ketika para ratu memotong2 tangan mereka karena terpukau dengan ketampanan nabi yusuf)

★setelah ruh keluar, semua anggota tubuh menjadi aurat (bukan aurat mughalazoh, hanya saja tidak pantas untuk tidak dilihat-- seperti orang yang masib hidup lalu jalan-jalan hanya dengan celana saja tanpa baju)
Jangan biasakan membuka muka untuk dilihat, karena trgantung org yang melihat apakah dia menyukai mayat atau tidak

★kabarin handai taulan, nangis boleh tapi tidak meratap

                          Memandikan

◎sediakan tempat yg kondusif utk memandikan mayat, tempat tertutup
◎sediakan air yg cukup banyak
◎laki2 mandiin laki2
Pr mandiin pr, istri boleh mandiin suami
Abu bakar berwasiat utk dimandikan asma binti umayyis ketika meninggal
◎Bismillah wa 'alaa millati rasulillah (doa yang dibaca saat ingin mengguyur mayat)
◎Rasul bilang, boleh mandi 3x, 5x, 7x sampai kalian puas
(Ketika mandi yg kedua kali miringkan ke kiri, posisi badan kanan ada di atas)
◎Adab mengguyur mayat pakai gayung diusahakan jangan pakai selang
◎INGAT aurat mugholazohnya harus ditutupi

                         Mengkafani

-3 lapis diluar, sarung (laki-laki)
-5 lapis (4 lapis luar, 1 lapis dalam berisi sarung dari pusar sampai lutut, baju, kepala)--perempuan

※SUNNAH, olesi parfum di anggota sujud
※Untuk kapas, tidak dianjurkan hidungnya saja tapi keseluruhan wajahnya
Ikatan ini tidak ada aturan

                         Shalat Jenazah

※Sholat 4x takbir: Alfatihah, shalawat ibrahimiyah, doa untuk mayat, doa untuk umat islam
※Utk orang awam yang tidak hafal bacaan shalat jenazah:
1. Alfatihah
2. Sholawat
3. allahummagfirlahu (boleh berkali2)
4. Kalau ga bisa allahumma laa tahrimna ajrahu, maka baca rabbigfirli waliwalidayya... atau robbana atina fiddunya...

Letak mayat saat shalat: kalau imam sejajar dengan kepala mayat laki-laki, kalau mayatnya perempuan maka imam sejajar dengan perut mayat pr.

                 Menguburkan mayat

Macam-macam kuburan: syaq ada lahad

※Syaq itu di dasar tanah dibuat lagi lubang ditengah seukuran tubuh

※Kalau lahad, gali lubang menjorok ke samping arah kiblat, kmudian papannya ada di samping

Yg lebih afdhal itu lahad, karena nabi dikubur dengan lahad
Dan juga kalau syaq nanti yg menguburkan berdiri diatas mayat

※WAJIB menghadapkan mayat ke kiblat saat penguburan, seperti wajibnya shalat menghadap kiblat.
Kalau ternyata sudah dikubur dan salah kiblat dan kira2 mayat belum hancur maka harus digali lagi

※Setelah dikuburkan, maka didoakan
Nah mendoakannya ini lamanya seperti org yg menyembelih kurban lalu dikuliti kmudian di cincang2, kurleb 20 menit

※Dan urutannya selesaikan dulu penguburan baru di doakan jangan disambil, sambil nguburin sambil didoain

Q&A

Q: Hukum menunda2 penguburan
A: tidak boleh, kata Aisyah

--Selagi tidak sampai merusak tubuh mayat maka tidak apa2, jangan sampai membusuk shingga merusak nama baiknya
Kata Rasul

Q: niat memandikan jenazah,
A: utk yg memandikan cukup niat dalam hati kalau dia mau memandikan

Q: masalah bunga yg ditabur diatas kuburan
A: adat Bukan masalah bid'ah atau apa, tapi hanya utk menyenangkan org yg tinggal
(Menjaga pemandangan orang yang hidup) bukan li ajlil mayyit tapi li ajlil hay

Q: ziarah kubur musim idul fitri
A: Utk berkumpul dngan org yg kita cintai, bukan hal yang berkaitan dengan ibadah

Q: batasan shalat ghaib, setelah dikuburkan
A: Batasnya boleh, maksimal 1 bulan

Q: kalau mandi pakai air apa?
A: Harus pakai air muthlaq

Q: suami istri boleh saling memandikan saat mandi jenazah, tapi kan kalo sentuhan batal wudhunya
A: tergantung madzhab

Q: kalau kecelakaan
A: lakukan yang bisa dilakukan, cara mandiinnya cukup dengan mengalirkan air saja

Q: mencium mayat hukumnya?
A: hanya untuk mahram, sebelum dimandikan

Q: kalau mayat hancur karena kecelakaan, dan hanya tangan saja, shalatnya gimana?
A: kalaupun di shalati saja namanya shalat ghaib, kalau dikuburkan kan tidak diketahui kepalanya. Jadi bisa dikuburkan jika kepalanya diketahui. Tapi kalau tangan saja juga perlu dikafani

Q: kewajiban setelah menguburkan
A: mendoakan sebanyak-banyaknya

Q: hukum 7 hari, 40 hari, 1000 hari
A: apakah 7 hari dkk ini kepentingan siapa? Apakah kepentingan mayat, kalau iya maka harus didoakan saja, sedekah atas nama dia dan kemudian beri makan untuk faqir miskin. Atau undang anak panti asuhan makan di rumah kita.
Kalau kepentingan keluarga atau ustad yg di sekitar kampung? Silahkan pikir sendiri, membebani keluarga dengan memgeluarkan harta, bisa jadi malah memambah hutang.

Q: potong kuku dan bulu2 yg ada di mayat gmna?
A: menurut syafiiyah ahsan dipotong dan dicabut kukunya

Q: yang haid meninggal?
A: wajib dishalatkan karena haidnya berhenti saat meninggal

Q:angkat tangan ketika takbir shalat jenazah
A: boleh angkat tangan dan boleh tidak, riwayat abdullah bin abbas ketika tidak angkat tangan, riwayat ibnu umar angkat tangan

Q: boleh mentalqinkan setelah dikubur
A: boleh

Share on:
Share on:


Assalamualaykum,

Dapet salam dari yang baru wisuda HAHAHA, jadi gini ceritanya:
kuliah di Azhar itu gak ada acara wisuda resminya, jadi setelah kamu ujian kemudian nunggu nilai turun dan kamu dinyatakan lulus yaudah lulus aja gitu, ga ada wisuda pelepasan alias masa belajar kamu selama 4 tahun selesai dengan diumumkannya nilai akhir.

Nah, kebetulan temen-temen mesir saya gak mau kaya gitu, mereka maunya ada wisuda kemudian pakai toga dan singkatnya terbentuklah sebuah acara wisuda ala orang Mesir. 
wisudanya dilaksanain ketika hari terakhir UAS kemarin, tanggal 5 Juni tepatnya. Menyewa salah satu gedung di daerah Abbasiyah dan mengundang beberapa duktur pengajar di Azhar.

Berati wisudanya sebelum nilai turun dong? IYA banget.
Ini degdegan juga sih, udah di wisuda tapi belum pasti apakah akan lulus tahun ini atau nggak. Tapi sebagian temen-temen bilang 'gapapa, semoga jadi salah satu motivasi untuk bisa lulus tahun ini'. Bener juga sih!

Selayaknya wisuda pasti foto-foto bertebaran di medsos-medsos kaya instagram, facebook, dll tapi, entah kenapa kita seangkatan sepakat untuk gak ngeshare jepretan-jepretan hasil wisuda, hoho malu kali kalo udah ngeshare tapi pas nilai turun taunya hasil gak sesuai >_< Nah jadilah beberapa hari belakangan ini banyak foto-foto bersebaran dengan jilbab emas sambil menggunakan topi bertoga. Tjantiek..tjantieekk. Pertanda kalau nilai udah turun dan alhamdulillah dinyatakan sebagai lulusan Alazhar.

jadi gitu ya ceritanya, kenapa tiba-tiba ada foto wisuda. Wisudanya udah dari dua bulan yang lalu tapi baru di share foto-fotonya dan mari nikmati ya foto-fotonya. Oh iya sebagian yang fotonya cerah hasil jepretan si Ocid dan Ipong. Thanks yaa!

Temen seperjuangan dari 2012 *islah 15*

Ceritanya mau diambil dari atas fotonya, tapi hampir Failed

Lempar togamu ke atas Gaesss!

Aaaakkk dapet kiriman ini dari fans berat EXO heuheu



Uca: Finally pake toga juga ^^



Ala-ala foto studio gitu yaa


Bareng ISLAHIYAT Mesir, Makasih ya udah hadir ^^


Failed, ngeblurr bareng Ria



kamera hp, terus ruangannya gelap dan akhirnya rada petjah


Ka Maryam calon Hajjah hehehe

with another fans of YongPal

bunganya cantik kannn><

with Duo Balqis from Thailand




See yaa..
Share on:

Assalamualaykum

Ramadhan Karim Everybody. Sudah masuk hari ke 6 Ramadan ya, ada yang sudah hatam tilawahnya? target ramadannya udah pada dicicil kan? Ayo semangat jangan kaya si Intan yang galau gara-gara liat keluarga besar di Jakarta lagi pada kumpul *lah curhat ini*

Mau list target ramadan ala Intan nih

1. Tarawih di satu sampai tiga masjid

Iya ini target ramadan kali ini, saya mau tarawih di beberapa masjid aja supaya bisa khataman quran bareng imam masjidnya. Jadi minimal banget ramadhan kali ini bisa tambah satu kali hatam quran dibanding biasanya kan. Masjidnya dimana? Masjid Abu Bakar di Shaqor Quraisy, imamnya sekali tarawih baca satu juz selama delapan rakaat, untuk waktu standar ya sekitar dua jam kirang lebih, datang jam setengah sembilan dan selesai setengah sebelas malam.

2. Bikin review buku

Nah ini juga target Ramadan ke dua, targetnya selama ramadan itu baca beberapa buku kemudian tulis reviewnya di blog. Tidak hanya sekedar review sih tapi bisa berupa isi dari buku tersebut. Pokoknya tunggu aja ya😃

3. Buat daftar muhasabah

Nah kalo ini target rutinan, kalo sekarang aku download aplikasi Evaluasi Ibadah dari playstore. Enaknya pake aplikasi ini kita bisa nambahin list ibadah sesuka hati kita, nanti dia ada targetnya misal tarawih targetnya 30x dalam sebulan nah kalau ga sampe 30x nanti ada presentasenya itu, lumayan kan bisa buat bahan evaluasi ramadan-ramadan selanjutnya.

4. Silaturahim

Nah ini sebenarnya udah diagendakan dari jauh-jauh hari, tapi berhubung belum kesampaian jadinya dibuat agenda selama ramadan aja. Targetnya berapa kali? Seminggu dua kali. Jadi ini emang murni kepingin dateng ke rumah orang ya, bukan sekedar silaturahim yang ketemu di suatu tempat tapi saya datang ke rumah kawan, bawa buah tangan seadanya dan ngobrol-ngobrol deh sekalian bisa tau keseharian kawan tersebut gimana. Alhamdulillah sejauh ini sudah tiga rumah. Tapi pokoknya setiap mau janjian sama siapapun atau ada ajakan bukber diniatin buat silaturahim, perbanyak niat juga sih minta sekalian dipanjangkan umurnya, dipermudah rezekinya, sekaligus ditumbuhkan rasa sayang berlimpah untuk saudara-saudara disana.
Apalagi kan saya udah masuk tahun terakhir di Cairo, rasanya pengen silaturahim ke semua kawan sebelum pulang ke Indo. Doakan.. doakan semoga kesampaian, diberi rezeki dan kesehatan.
Rasanya kalo silaturahim itu banyak hikmah dan ibroh yang bisa diambil.

5. Projek berbagi iftar

Target ini terinspirasi dari banyak sumber ya, salah satunya dari ibu intan yang suka bagi-bagi iftar dengan cara bikin acara pengajian untuk anak-anak sebelum magrib kemudian ditutup dengan iftar bareng saat adzan magrib, dan dari maidaturrahman yang bertebaran sepanjang jalan-jalan di cairo. Sistemnya gimana? Kemarin sih waktu pertama kali bagi-bagi iftar ngundang beberapa orang ke rumah, dan sisanya dianterin ke rumah orang.
Wii ngeliat pahalanya kaya ga sebanding gitu ya kita ngasihnya berapa tapi Allah balesnya banyak banget.

Nah itu sebagian target Ramadan saya, mana target ramadan kamu?
Kullu 'am wa nahnu ilallahi aqrob.

Cairo, hari ke-6 Ramadan dan cuacanya adem alhamdulillah.


Share on:

Assalamualaykum

Alhamdulillah bisa posting lagi setelah pusing pusing baca muqorror yang entah kenapa membuat ketagihan *hahaha*

Jadi kenapa tiba-tiba postingan tentang Aturan Rumah? Sebenarnya banyak hal yang melatarbelakangi saya menulis hal-hal yang terlihat sepele tapi sangat berpengaruh untuk kemaslahatan warga rumah *uhuukk*

Pertama, sejak usia smp saya sudah masuk asrama, dilanjut sampai sma dan akhirnya kembali merantau untuk balik ke rumah desember nanti.

Hidup di dalam kamar yang beranggotakan tujuh orang merupakan hal biasa, saya hanya perlu mengerti enam watak berbeda, membuat peraturan yang lebih sifatnya kebersihan kamar dan sedikit masalah klasik tentang ego anak smp yang masih labil.

Ketika sma saya kembali hidup di asrama, kali ini lebih sulit karena saya harus berbagi kamar dengan 27 orang lainnya, kembali membentuk aturan kamar, namun sifatnya lebih dari sekedar kamar harus bersih tapi harus punya sikap empati yang berlebih, toleransi yang banyak dan peduli yang gak hanya asal 'ane ane..nt..nt'

Itu baru kamar, bukan rumah. Toh kalaupun ada piket bersih-bersih hanya sekedar menyapu dan mengepel selebihnya sudah ada aturan asrama yang mengikat.

Tapi sekarang saya hidup di rumah, Rumah takban kesayangan kalau dulu namanya, bahkan sempat namanya Rumah Cantik tapi sekarang adalah Greenhouse karena dominasi warna hijau pada cat temboknya. *kenapa jadi bahas nama rumah sih*

Rumah saya ini gabungan dari dua flat, terdiri dari lima kamar tidur, dua kamar mandi, satu dapur dan dua balkon.
Tapi kamar tidur yang terpakai hanya tiga, satu kamar mandi dan satu dapur selebihnya ruangan khusus untuk barang-barang pemilik rumah.

Iya, kami menyewa rumah ini sejak tahun 2011 tapi rumah ini tergolong sudah tua. Pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini saya agak sedikit miris hahaha, banyak cat tembok yang sudah terkelupas, bagian bawah tembok sudah jamuran karena lembab, lantai di dapur yang terkena noda gabungan dari minyak, debu, kotoran lain sehingga menyebabkan lantai lengket dan tidak lagi berwarna putih, pintu kamar mandi yang engselnya sudah tidak terpasang dan tumpukan barang pemilik rumah di pojok ruang tamu yang entah sudah berapa puluh tahun usianya.

Apa yang bisa dibanggakan dari rumah tua ini? Hanya kesadaran anggota rumah lah yang bisa menyulap rumah tua ini menjadi lebih layak huni.

Alhamdulillah setelah hampir tiga tahun hidup di rumah takban kesayangan akhirnya rumah kami mengalami renovasi. Jangan bayangkan seperti acara bedah rumah yang sempat muncul di tv, kami hanya sanggup untuk membeli cat tembok itupun uang sisa iuran rumah dan tambahan dari pihak broker dengan alasan menyambut adik-adik maba yang akan datang saat itu.

Kelebihan rumah kami dibanding rumah lainnya adalah luasnya ruang tamu dan karena memang tidak ada sofa dan teman-temannya, selebihnya tidak ada yang bisa dibanggakan, oh ada satu lagi, rumah kami bersih *karena selalu saja ada orang yang menyapu dan mengepel disaat yang lain sudah tidak ambil pusing dengan betapa berantakannya rumah ini*

Jadi ini aturan rumah yang kami terapkan, semata-mata agar kami tetap menganggap bahwa rumah kami adalah satu-satunya tempat pulang💟

1. Piket rumah

Ini penting banget, dulu waktu masih jadi anak baru saya selalu dibiasakan untuk piket rumah, karena kami bukan tinggal di kos-kosan yang hanya hidup di kamar, tapi kami tinggal di rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, memasak, membereskan dapur, membersihkan kamar mandi serta membereskan balkon.

2. Selalu pegang kunci rumah

Kesibukan yang berbeda-beda menyebabkan kami kembali ke rumah di waktu yang berbeda-beda pula, maka membawa kunci rumah adalah satu hal wajib jika tidak ingin melihat orang yang membukakan pintu untuk kita berwajah masam. *ini sesekali aja sih..hehehe* karena coba bayangkan, sedang asik-asik belajar di kamar atau sedang asik-siknya baca buku tiba-tiba bel rumah berbunyi rasanya tuh kaya 'ga dibukain kasian, dibukain tapi mager'

3. Shalat shubuh berjama'ah

Yhaaa ini semacam tamparan keras untuk kami, entah kenapa tadi ketika kumpul rumah perdana setelah sekian bulan aku tiba-tiba rindu suasana hangat pagi hari seperti di asrama dulu. Bangun pagi kemudian shalat berjama'h dilanjut dengan baca almatsurat bareng. Selebihnya urusan pribadi sih, karena mungkin ada yang melanjutkan belajar, ngerjain peer atau tilawah.
Nah aturan ini dulu sempat berjalan, sekarang baru akan digiatkan kembali.

4. Setelah pakai sesuatu letakkan kembali ditempatnya.

Pernah ngerasa tiba-tiba sendok di rak semakin hari semakin berkurang? Atau stok gelas makin menipis? atau garam yang biasanya ada di tempat bumbu tiba-tiba udah ada di kamar tidur? Nah, hal-hal yang kaya gini yang berkali-kali diingatkan supaya tidak lupa.

5. Jangan buka pintu kalau ada yang ngebel hanya sekali

Saya gak tahu peraturan ini berlaku dimana aja, tapi rumah saya selalu memberlakukan pencet bel 3 kali untuk akhwat, jadi kalu hanya sekali pasti kita intip dulu dari celah pintu baru kemudia kalau dirasa dikenal dan berkebutuhan kita bukakan pintu

6. Tidak menerima tamu laki-laki kecuali keadaan darurat

Rumah kami hanya memperbolehkan tamu laki-laki yang memang kami minta datang, misal temen yang mau benerin mesin cuci, atau ngecat rumah, atau ada temen yang benerin keran, kalau ga darurat maka laki-laki dilarang masuk.
Sempat khawatir juga ketika ngecat rumah, karena mereka (temen-temen dari islahiyin) akan nginep dirumah dan kita ngungsi, tapi Alhamdulillah tidak kenapa-kenapa.

7. Saling menghormati kepemilikan masing-masing

Ini seperti peraturan tidak tertulis, karena di rumah tempat dimana barang-barang akan bercampur letaknya hanya satu yaitu kulkas. Suatu ketika karena terlalu khawatir memakan telur yang bukan miliknya, teman saya menemukan tiga telur busuk tak bertuan *sedih*
Jadi, mau pakai sesuatu milik orang lain harus izin dulu.

Nah itu tadi beberapa poin tentang aturan rumah yang harus banget dilakuin demi keharmonisan rumah kami. Tapi poin utama dalam mengurus rumah adalah rasa peduli yang tinggi sesama anggota rumah. Kenapa peduli? karena hidup di tempat rantau akan terasa sulit jika kita gak punya tempat untuk pulang, nah salah satu yang membuat kenapa kita butuh pulang adalah karena tempat kita pulang menawarkan kehangatan, menjanjikan senyum yang akan terbit dari bibir kita, membuat kita melupakan sesaat hiruk pikuk masalah di luar rumah.

Jadi, ayo pulang ke rumah!

Cairo, 23 Mei 15:38 Clt.
*sesaat setelah rapat dengan anggota rumah membahas tentang betapa mahalnya hidup di tanah Mesir*

Share on:
  • ← Previous post
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Hamil
  • Keluhan saat hamil
  • Mine
  • Wihdah Hamasah
latest posts
latest comments

Blog Archive

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  February (1)
      • Pengalaman Hamil Mahira
  • ►  2017 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (5)
    • ►  March (7)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)

Report Abuse

About Me

Intan Miftahurrahmi
View my complete profile
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Awesome Intan

Karena perjalanan di dunia hanya sementara, Mari siapkan untuk perjalanan abadi selanjutnya

  • Home
Powered by Blogger.
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates